<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716</id><updated>2012-02-16T03:39:27.143-08:00</updated><category term='Sound like Sonnet'/><category term='Editorial'/><category term='Little Swing'/><category term='dari catatan harian'/><title type='text'>Aku Adalah Peluru</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>62</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-6698598210755285066</id><published>2011-07-27T23:48:00.000-07:00</published><updated>2011-07-27T23:50:29.571-07:00</updated><title type='text'>Balada Kampleng dan Minah</title><content type='html'>Pada suatu hari yang biasa, Kampleng menyimak balada seorang Minah.&lt;br /&gt;“Minggu diawal Oktober tahun silam Minah tengah menyusuri perkebunan milik PT Rumpun saat matanya melihat tiga buah kakao matang menggelantung di pohon. Seperti sejumlah warga lainnya, Minah menggunakan  lahan tersisa diantara pohon kakao untuk bercocok tanam. Tiga kakao itu kemudian dipetik Minah. Saat mengupas kakao itulah muncul seorang petugas patrol. Sang petugas menduga buah itu akan di jual Minah. &lt;br /&gt;“Kalau dijual sekitar Rp 30 ribu,”ujar sang petugas saat diperiksa polisi sebagai saksi. “Dia meminta aaf sambil menangis,” Sang petugas menyatakan ketika itu ia melepas Minah karena kasihan. Adapun tiga buah kakao dan karung plastic milik minah, ia ambil dan diserahken ke perusahaan.&lt;br /&gt;Rupanya laporan sang petugas berbuntut panjang. PT Rumpun membawa kasus ini ke Kepolisian Sektor. Jajaran polisi bekerja sigap. Minah diperiksa dan jadi tersangka dan dikenai status tahanan rumah. Perkara ini masuk kejaksaan dan Minah didakwa melanggar Pasal362 KUHP dengan ancaman maksimal lima tahun penjara. Lalu, perkara ini disidangkan di pengadilan negeri. Minah sendiri. Tanpa ada pengacara yang mendampingi.&lt;br /&gt;Minah sendiri hanya hadir saat pembacaan dakwaan dan putusan. Kepada hakim ia mengatakan tidak bisa hadir karena tidak punya uang. Maklum untuk mencapai pengadilan dari dusunnya Minah harus berganti kendaraan umum tiga kali dengan ongkos sekitar Rp 100 ribu. &lt;br /&gt;Hari itu adalah hari dimana hakim akan memutus kasus “pencurian” ini. “Saya tidak mencuri, saya hanya mau ambil bijinya untuk ditanam.” Ujarnya pendek dalam bahasa jawa sesaat sebelum sidang digelar.&lt;br /&gt;Di kursi terdakwa, Minah lebih banyak menunduk. Sesekali ia mengusap wajahnya dengan ujung kerudung. “Kulo mboten pengin dihuku, Pak Hakim. Kulo pengin bebas.” Ujarnya dengan suara tercekat. Karena Minah tak memahami  bahasa Indonesia, Pimpinan Majelis Hakim membacakan vonis dengan menggunakan bahasa jawa. Menurutnya, Minah terbukti mencuri tiga buah kakao (jika dijual di pasaran harganya sekitar Rp2.000) milik PT Rumpun. Kepada hakim, Minah mengakui perbuatannya.&lt;br /&gt;Meskipun jaksa menuntut hukuman enam bulan, hakim memvonis minah hanya satu setengah bulan 15 hari dengan masa percobaan tiga bulan. Menurut hakim, tidak ada yang memberatkan Minah dalam kasus ini. “Dia petani yang tak akan kaya hanya dengan mengambil tiga kakao.”&lt;br /&gt;Kasus Minah ini tak pelak membuat berbagai pihak prihatin. Di tengah maraknya kasus korupsi miliaran rupiah yang sebagian pelakunya divonis ringan, perkara Minah adalah sebuah ironi. Pada Desember  2008 misalnya, Mahkamah Agung memvonis satu tahun penjara kepada empat anggota DPRD Semarang karena terlibat korupsi Rp 2,16 miliar. Bahkan sebelumnya keempatnya hanya dihukum percobaan oleh pengadilan negeri!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-6698598210755285066?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/6698598210755285066/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=6698598210755285066' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/6698598210755285066'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/6698598210755285066'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2011/07/balada-kampleng-dan-minah.html' title='Balada Kampleng dan Minah'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-5890736191656142700</id><published>2010-11-05T02:51:00.000-07:00</published><updated>2010-11-05T07:59:26.133-07:00</updated><title type='text'>Di Lampu Merah Cikini – Menteng Raya</title><content type='html'>Di pertigaan jalan, langkah Kampleng berhenti karena lampu masih merah.  Pikirannya mengangkasa. Dalam benak sahajanya ia berandai-andai : “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Aku ingin bisa menciptakan notasi  keren seperti Ade Paloh, menulis lirik yang kuat bak Ugoran Prasad, lalu mengkomposisi sekontemplatif sentuhan duet Zeke Khaseli &amp; Iman Fattah.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampleng pernah mencoba membuat notasi lalu melengkapinya dengan lirik. Atau lebih banyak ia menulis lirik dari notasi yang sudah disusun sahabat-sahabatnya. Ternyata memang  sulit, dan ia harus bekerja keras untuk itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Menciptakan Notasi seperti Ade Paloh…&lt;br /&gt;Menulis lirik seperti Ugo Prasad..&lt;br /&gt;Membuat komposisi seperti Zeke Khaseli dan Iman Fattah&lt;br /&gt;Menciptakan Notasi seperti Ade Paloh…&lt;br /&gt;Menulis lirik seperti Ugo Prasad..&lt;br /&gt;Membuat komposisi seperti Zeke Khaseli dan Iman Fattah&lt;br /&gt;Menciptakan Notasi seperti Ade Paloh…&lt;br /&gt;Menulis lirik seperti Ugo Prasad..&lt;br /&gt;Membuat komposisi seperti Zeke Khaseli dan Iman Fattah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;72 detik berlalu.. Lampu hijau,.. Ban berputar melaju. Membuat lagu tidak mudah. Membuat musik bagus itu juga tidak mudah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-5890736191656142700?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/5890736191656142700/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=5890736191656142700' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/5890736191656142700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/5890736191656142700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2010/11/di-lampu-merah-cikini-menteng-raya.html' title='Di Lampu Merah Cikini – Menteng Raya'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-3993672123895070854</id><published>2010-11-05T02:30:00.000-07:00</published><updated>2010-11-05T02:35:19.574-07:00</updated><title type='text'>Cerita Ulang Bharatayudha dalam Aransemen Generasi MTV (Bagian 4)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;Hari Ketigabelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Durna menata ulang pasukan Kurawa dengan formasi Bunga Teratai. Mereka menyerang Yudhistira yang ditopang Bima, Satyaki, Dristadyumna, Drupada, Srikandi dan beberapa ksatria lainnya. Sementara Raja Susarma dan pasukannya sekali lagi menantang Arjuna. Adu sakti tak terelakkan lagi, bahkan lebih sengit dibanding hari kemarin. Ritme perang sudah meninggi di pagi itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Durna berhasil menembus formasi Pandawa dengan barisan yang sangat rapat. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Kita membutuhkan seorang pemberani untuk menerobos brigade Kurawa!”&lt;/span&gt; siasat Yudhistira. Namun Putra Pandu itu kebingungan menentukan siapa ksatria terbaik yang berdiri di posisi terdepan dalam rangka menusuk pertahanan Kurawa. Arjuna sedang sibuk menghadapi Susarma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Paman, Ayah pernah mengajariku bagaimana cara menembus formasi itu. Hana saja aku belum mempelajari cara keluarnya.”&lt;/span&gt; Abimanyu putra Arjuna yang muda dan berani itu menawarkan diri. Bima yang sangat percaya pada keberanian dan kemahiran kemenakannya itu sangat mendukung, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Tembuslah formasi itu Anakku,. Aku, panglima Dristadyumna dan pasukan Matsyadesa menopang dibelakangmu.”&lt;/span&gt; Deal !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangan dimulai. Abimanyu berdiri paling depan dengan gagah, tanpa rasa gentar sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta Abimanyu melaju kencang kearah Kurawa yang panik, bagai Singa menerobos serombongan Gajah. Pasukan Kurawa mundur dan terbelah dua, di depan mata Durna sendiri!. Namun Jayadrata dan pasukannya segera memerintahkan pasukannya menutup belahan itu dan menumpuk banyak prajurit untuk menghadang laju Pandawa yang menyusul dibelakang Abimanyu. Abimanyu terperangkap, ia terjebak sendirian dikerumunan Kurawa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun Abimanyu tiada bergeming. Panah-panahnya merontokkan prajurit Kurawa yang mengepungnya. Melihat kehancuran yang dibawa Abimanyu, Duryudhana emosi dong.. Ia turun ke gelanggang demi menghadang sang kemenakan. Durna yang kuatir atas keselamatan Duryudhana bersama Kripa, Karna, Sengkuni dan Salya tanpa malu dan mengindahkan aturan perang mengeroyok Abimanyu yang sendirian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abimanyu sekali lagi tidak gentar. Sang pemberani itu dengan tersenyum menerima tantangan ksatria-ksatria itu. Putra Arjuna dari Dewi Subadra itu menghajar siapa saja yang menghadangnya. Asmaka dibuatnya nyusruk ke tanah. Senjata Karna dibuat hancur berantakan. Salya dibuat terluka parah dan keretanya hancur berantakan. Demikianlah ia bertarung tanpa dukungan. Konon Durna yang mengeroyoknya sempat meneteskan air mata kekaguman ketika melihat kegigihan jagoan muda itu. Duryudhana dan adiknya Dursasana mulai kesal melihat Abimanyu yang merajalela. Mereka berdua bermanuver dengan cepat. Abimanyu berhasil memukul Dursasana dengan telak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di sektor luar, Jayadrata dengan sekuat tenaga menghadang Yudhistira, Bima dan Satyaki yang mencoba membantu Abimanyu. Berkat kegigihan Jayadrata, pasukan Pandawa tidak dapat menerobos masuk, dan Abimanyu benar-benar tak punya dukungan.&lt;br /&gt;Laksamana, putra Duryudhana ikut menyerang Abimanyu. Namun pangeran tampan itu kalah tangkas dari abimanyu, ia roboh tanpa bisa bangun lagi. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Abimanyu harus mati!”&lt;/span&gt; teriak Duryudhana yang murka atas kematian putranya. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Kita sulit merusak baju dan kereta perangnya. Lumpuhkan dia dari belakang!” &lt;/span&gt;perintahnya pada Karna. Karna sempat menolak perintah itu, sebab menurut aturan perang menyerang musuh dari belakang itu tidak diperbolehkan. Namun Duryudhana yang keras itu tak menggubrisnya, dan Karna pun tak berani melawan. Segera dilakukannya perintah itu, tepat menghancurkan kereta perang dan membunuh sais kereta Abimanyu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski keretanya telah dilumpuhkan, dengan kaki menapak bumi Abimanyu tetap maju melawan dengan pedang dan perisainya. Ia tetap tegak tanpa gentar. Namun Tombak Durna dapat mematahkan pedang Abimanyu dan Karna berhasil menghancurkan perisai ksatria muda itu. Abimanyu mulai terdesak karena ia dikepung tanpa memegang senjata apapun. Ia masih sempat bergerak menghindari serangan keroyokan Kurawa. Namun apalah yang bisa diperbuat satu orang dengan tangan kosong melawan sekian banyak lawan dengan senjata lengkap. Akhirnya Abimanyu tak berdaya. Ia pun tewas mengenaskan dikeroyok para ksatria Kurawa. Konon setelah berhasil membunuh Abimanyu, Durydhana cs menari-nari kegirangan seperti barbar yang bersuka cita diatas bangkai binatang buruan mereka. Durna amat menyesali sikap tidak satria kubu-nya. Melihat tragedy itu, ia sangat bersedih dan menangis. Demikian pula Yuyutsu, adik Duryudhana. Dengan sangat marah ia melemparkan senjatanya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Sangat memalukan. Kita telah melupakan etika dan moral di medan perang. Apakah pantas kalian bersorak gembira setelah melakukan perbuatan sedemikian pengecut!”&lt;/span&gt;, teriaknya sambil meninggalkan medan perang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gugurnya Abimanyu menciptakan duka yang mendalam bagi pihak Pandawa. Semuanya bersedih. Yudhistira menyesali keputusan strateginya di barak perkemahan. Arjuna yang perkasa pun tak mampu menahan kedukaan kehilangan putra terbaiknya. Saking sedihnya ia jatuh ke tanah dan pingsan. Namun setelah sadar dan mampu menguasai dirinya, Arjuna yang geram pada Jayadrata karena menghalangi Pandawa membantu Abimanyu serta kemarahannya atas tindakan curang Kurawa pada putranya lantas bangkit. Dengan lantang ia mengobarkan semangat Pandawa untuk bangkit membalas penghinaan ini. Bahkan ia bersumpah akan membunuh Jayadrata sebelum matahari esok terbenam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Keempatbelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumpah Arjuna untuk membunuh Jayadrata sebelum Matahari terbenam terdengar juga sampai telinga kubu Kurawa.  Durna mengatur formasi untuk melindungi Jayadrata dari amukan Arjuna.  Jayadrata ditempatkan dibelakang dilindungi oleh Karna, Burisrawa, Aswatama, Salya dan Kripa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arjuna yang hari ini paling bersemangat membunuh segera maju menyerang. Durmashana salah seorang Kurawa yang mencoba menghadang, tapi pasukannya rontok dan terpaksa mundur. Arjuna langsung berhadapan dengan Durna yang lantas menantangnya bertarung. Namun Arjuna menolak tantangan sang Guru karena “target”nya hari itu adalah Jayadrata. Arjuna terus melaju. Srutayudha mencoba menghadangnya. Namun malang karena ksatria Kurawa itu justru tewas ditangan senjata saktinya sendiri. Kedua bersaudara Srutayu dan Asrutayu juga berupaya menahan Arjuna, tapi gagal juga. Arjuna yang geram terus menerjang membantai siapa-siapa yang menghalanginya.&lt;br /&gt;Duryudhana yang kesal karena Arjuna makin mendekati posisi Jayadrata memutuskan menghadang sendiri sang sepupu. Tapi ia juga kalah, beruntung ia tak terbunuh. Durna yang menyaksikan beberapa ksatria Kurawa dapat ditekuk Arjuna, mencoba mendekati. Tapi ditengah jalan, ia dihadang Dristadyumna yang memaksanya bertarung sengit dengan calon raja Panchala itu. Dristadyumna hampir terbunuh, andai saja tidak diselamatkan Satyaki. Hingga kemudian terjadilah duel seru keduanya. Durna dan Satyaki saling jual beli serangan dan jurus-jurus andalan. Satyaki kalah, namun ia berhasil diselamatkan ksatria Pandawa lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yudhistira yang kuatir atas keselamatan Arjuna yang maju paling depan, segera memerintahkan Bima dan Satyaki untuk membantu sang adik. Bima menerjang maju bagai angin menyapu mega. Tak kurang sebelas kurawa putra Destarata yang coba menghadangnya terbunuh. Durna pun menghadang, lalu menantang Bima. Sama seperti yang dilakukan Arjuna, dengan penuh hormat ia menghindari gurunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arjuna terus memburu Jayadrata, aktor utama dibalik kematian putranya. Trio Arjuna Bima dan Satyaki terus bergerak kompak. Pertempuran makin seru. Karna tiba menghadang Bima. Perbedaan keduanya amat mencolok. Karna yang tampan kerap tersenyum dan mengejek ketika menyerang BIma. Sementara Bima yang temperamental jelas emosi diledekin begitu. Alhasil terjadilah pertempuran sengit. Kedua ksatria mumpuni ini  berkelahi seperti dua ekor singa. Ingatan Bima atas penghinaan Karna yang pernah dilakukan pada Drupadi selalu membekas di diri Bima. Makin Karna tersenyum, makin mengamuklah Bima.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karna mulai terdesak, ia tak sanggup menahan ledakan Bima. Duryudhana yang menyaksikan itu, memerintahkan Durjaya membantu Karna. Namun adik Duryudhana itu tewas dihajar Bima yang tak hentinya memburu Karna. Kurawa lain seperti Durmasa, Dushaha, Durmata dan Durdara ikutan turun ke arena untuk menyelamatkan Karna. Namun kesemua putra Destarata itu ikut menemui ajalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duryadhana kian cemas. Ia perintahkan ketujuh saudaranya yang lain : Chitra, Upachitra, Chitaraksa, Caruchitra, Sarusena, Citrayudha dan Citrawarman untuk membantu Karna. Awalnya mereka bertujuh dapat menahan Bima. Namun Bima yang sedang mengamuk memang sulit ditahan. Mereka gugur satu per satu. Duryudhana kian panik. Ia perintahkan Wikarna dan ketujuh saudaranya yang lain untuk menghajar Bima. Tapi seperti yng lain, semuanya tumbang ditangan Bima. Total Bima telah membunuh 20 ksatria Kurawa hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disektor lain, Satyaki yang mendapat mandat dari Yudhistira untuk melindungi Arjuna, dihadang Burisrawa. Kedua ksatria lni adalah musuh bebuyutan karena persoalan keluarga di masa lalu. Dendam itu makin meruncing karena pada perang hari sebelumnya Burisrawa telah membunuh kesepuluh putra Satyaki. Mereka tanding, saling terjang dan baku pukul hebat. Sama-sama jatuh lalu bangkit kembali, jatuh lagi dan bangkit lagi. Lama kelamaan, Satyaki mulai kehabisan tenaga. Burisrawa diatas angin. Beberapa kali ia sanggup menjatuhkan Satyaki yang mulai lemas. Ketika Burisrawa hendak mengayunkan pedangnya untuk membunuh Satyaki, anak panah Arjuna melesat cepat menyambar tangan Burisrawa. Tangan yang siap menebas itu putus dari badan dan terhempas ke tanah. Burisrawa amat terkejut mengetahui yang menyerangnya dari belakang adalah Arjuna.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Putra Kunti, tak kukira kau melakukan tindakan memalukan ini!”&lt;/span&gt; kutuk Burisrawa. Arjuna balas berkata, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Burisrawa, bagaimana aku diam saja ketika melihat kau akan memenggal kepala sahabat ku yang sedang terkulai lemah. Apalagi ia hendak menolongku!”&lt;/span&gt; Burisrawa diam saja. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Apakah kau tak ingat bagaimana kau bersorak untuk orang-orang yang membantai anakku padahal ia sudah tak berdaya dan tanpa senjata?”&lt;/span&gt; lanjut Arjuna.&lt;br /&gt;Burisrawa tak menjawab. Ia letakkan senjata di tanah dengan tangan kiri. Lalu ia duduk bersila dan melakukan yoga. Pada saat itu Satyaki siuman dan langsung bangkit. Terbawa dendam kesumat yang meluap ia pun menyambar pedang dan langsung menuju Burisrawa yang sedang bersemedi. Sebelum Arjuna dan Krishna menahan langkahnya, Satyaki menebaskan pedangnya ke leher Burisrawa. Putra Somadata pun tewas seketika. Sungguh, Arjuna dan Krishna amat menyesali perbuatan Satyaki. Namun Satyaki bersikeras bahwa tindakannya adalah benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian yang dialami Burisrawa merupakan satu dari sekian banyak situasi konflik moral dalam kisah Mahabharata. Hal ini memperlihatkan bahwa ketika benci dan amarah menguasai manusia, tata karma dan dharma pun tak jua sanggup mengendalikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arjuna menerjang pasukan Kurawa dan berhasil mendapati Jayadrata. Matahari hampir tenggelam di balik Cakrawala. Kurawa bersorak menganggap Arjuna akan gagal melaksanakan sumpahnya. Mereka lengah. Dengan kecepatan tertinggi Arjuna melesatkan anak panah dari Gandewa menyambar kepala Jayadrata yang tak terjaga. Jayadrata telah tewas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari keempatbelas ini, aturan perang bahwa perang harus dihentikan saat matahari tenggelam (malam hari), tidak dipatuhi kedua kubu. Mereka masih melanjutkan pertempuran. Maklum, Benci dan dendam makin membara, cuy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, konon pada malam hari Gatotkaca dan pasukan raksasanya akan semakin kuat. Mereka bisa memanfaatkan gelap malam dengan serangan siluman.  Gatotkaca and his fellow soldier menghantam pasukan Kurawa dengan hebat, dengan cara-cara spektakuler dan efektif. Ribuan pasukan Kurawa dibantainya. Duryudhana pun risau. Ia meminta Karna menghentikan Gatotkaca yang terbang merajalela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karna sendiri ngeri, karena mengetahui kedahsyatan Gatotkaca dalam pertempuran malam hari. Sesungguhnya Karna memiliki senjata Wijayandanu pemberian Batara Indra nan sakti mandraguna. Konon senjata ini mirip rudal, yang dapat dikendalikan untuk memburu kemana lawan bergerak dan sangat mematikan! Namun senjata ini hanya dapat digunakan sekali saja. Sebenarnya Karna menyimpan senjata ini untuk menghadapi Arjuna. Namun ditengah hiruk pikuk kepanikan dan desakan Duryudhana akhirnya Karna menembakkan senjata maut itu kearah Gatotkaca yang asyik terbang kesana kemari.&lt;br /&gt;Nyawa Arjuna memang selamat dari Wijayandanu, namun dengan harga yang sangat mahal : Gugurnya Gatotkaca, putra kebanggaan Bima.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-3993672123895070854?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/3993672123895070854/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=3993672123895070854' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/3993672123895070854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/3993672123895070854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2010/11/cerita-ulang-bharatayudha-dalam.html' title='Cerita Ulang Bharatayudha dalam Aransemen Generasi MTV (Bagian 4)'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-6261428945478914288</id><published>2010-10-17T23:57:00.000-07:00</published><updated>2010-10-18T01:22:32.173-07:00</updated><title type='text'>Surat Singkat Untuk Inge Scholl</title><content type='html'>Inge,&lt;br /&gt;Bertahun – tahun setelah kematian Hans dan Sophie, kami mencoba mempelajari banyak hal serupa. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“We read history in order not to have to repeat it. "&lt;/span&gt; Ya, dengan maksud terbaik agar kita tidak mengulangi sejarah yang tragis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama surat ini kami sampaikan kedukaan terdalam sekaligus penghormatan setinggi-tingginya atas perjuangan anda dan para Scholls. Saya tahu amat sulit menerbangkan berita dan pesan rahasia untuk keluar hidup-hidup dari penjara NAZI, karena Gestapo tak pernah main-main. Pun pasti tidak mudah bagimu mengungkapkan informasi yang terbuka atau hal-hal yang bersifat pribadi untuk kemudian diserang balik oleh kritikan publik. Apalagi, menceritakan kembali luka-luka yang menganga, jauh setelah perang berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti itukah rasanya akrab dengan deportasi dari kamp ke kamp, penjara ke penjara? Kami tak berani membayangkan pengap dan ketidaknyamanan didalam sana. Kalian tentu sangat menderita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sedang berharap bisa memiliki sebuah kesadaran yang teguh untuk merintis perdamaian di negeri kami. Ingin rasanya ikut berbaris bersama Hans, Sophie dan teman-teman demi cita-cita perdamaian itu dijalan-jalan Eropa, kemudian melakukan yang sama disini. Sungguh sulit ternyata menemukan model atau peran terbaik apa yang cocok bagi generasi kami. Karena itu, kami ingin belajar dari mereka sebagaimana mereka berhasil menyalakan cahaya kecil di lorong paling gelap dalam sejarah Jerman. Semoga kami tidak putus asa kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hans, Sophie dan teman-temannya tidak berkata apa-apa tentang eksekusi dan guillotine. Apakah kau tahu, adakah mereka bersuka cita menjemput kematian itu? Memang benar, tiada indahnya penghukuman mereka karena tak ada yang lebih puitis selain kematian itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regards,&lt;br /&gt;Kampleng &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Inge Scholl menulis sebuah account yang mencengkeram keberanian dan moralitas berjudul &lt;span style="font-style:italic;"&gt;The White Rose : Munich 1942-1943&lt;/span&gt; yang menceritakan tentang saudaranya Hans Scholl dan Sophie Scholl. Mereka memimpin organisasi bawah tanah kecil bernama The White Rose yang mengecam dan menentang kekejaman yang dilakukan Hitler dan rezim NAZI. Hans, Sophie dan seorang mahasiswa lain kemudian tertangkap dan dieksekusi mati. Buku ini berisi surat-surat, kutipan buku harian, foto-foto, transkrip dari leaflet kritis yang pernah disebar Scholl cs serta dokumen pengadilan dan eksekusi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-6261428945478914288?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/6261428945478914288/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=6261428945478914288' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/6261428945478914288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/6261428945478914288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2010/10/surat-singkat-untuk-inge-scholl.html' title='Surat Singkat Untuk Inge Scholl'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-3974469163671441950</id><published>2010-10-10T21:52:00.000-07:00</published><updated>2010-10-10T22:03:28.213-07:00</updated><title type='text'>Cerita Ulang Bharatayudha dalam Aransemen Generasi MTV (Bagian 3)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TLKakdOIz-I/AAAAAAAAALA/WJD4DfLkgqA/s1600/wayang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 180px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TLKakdOIz-I/AAAAAAAAALA/WJD4DfLkgqA/s400/wayang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5526649643846914018" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Kesepuluh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandawa menempatkan Srikandi di lini depan, dengan Arjuna mengiringi di belakangnya. Mereka langsung menyerang Bhisma. Bhisma, sang ksatria terbaik Hastinapura yang begitu garang di medan perang, justru malah gemetar menghadapi Srikandi, sang prajurit perempuan. Bukan karena takut, melainkan karena Putra Gangga langsung terbayang “kenangan pahit” dengan Dewi Amba yang tewas ditangannya. Seketika bergejolak batinnya saat teringat peristiwa ketika ia secara tak sengaja melepaskan anak panahnya hingga membunuh perempuan putri Negara Sriwantipura itu. Bhisma benar-benar tak berdaya karena memori masa lalu itu, hingga membuatnya lemas, lunglai seperti tak berkekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan… kesempatan itu dimanfaatkan Srikandi dengan mendaratkan anak-anak panahnya ke jantung Bhisma! Semula, amarah Bhisma meledak saat busur-busur itu menembus dadanya. Tapi ia segera teringat sumpah yang pernah diucapkannya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;”Tidak akan menganiaya perempuan, apalagi membunuhnya”&lt;/span&gt;. Sebuah dharma ksatria yang ditepatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arjuna juga berpenuh daya menguatkan hatinya untuk menyerang sang kakek. Dari belakang Srikandi ia membidikkan panah-panah kearah bagian tubuh Bhisma yang lemah. Belasan anak panah menancap dibadan Bhisma, tentu sakit bukan kepalang. Namun Putra Gangga masih sanggup berdiri tegak, dan ia justru tersenyum ketika anak-anak panah itu makin menghujani tubuhnya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ini pasti panah cucu terbaikku, Arjuna!”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hampir sekujur tubuh Bhisma tertembus panah Arjuna. Seperti pohon tumbang, Bhisma roboh ke tanah. Ketika ia roboh, konon dewa-dewa yang menyaksikannya dari langit menundukkan kepala, mengatupkan kedua tangan untuk member penghormatan terakhir kepada Bhisma. Berdasarkan versi seorang dalang kawakan dari dusun Plelen (Kampung ibuku) Solo dalam Lakon “Bhisma Gugur” yang ku saksikan bersama Pakde 18 tahun lalu, Saat Bhisma roboh itu, tersebar semerbak harum bunga dan hujan turun membasahi seluruh medan kurusetra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan Bhisma tidak menyentuh tanah. Ia terbaring ditopang panah-panah yang menembus sekujur badannya. Kedua belah pihak menghentikan pertempuran. Semua ksatria berlari mendekati Bhisma dan mengelilingi ksatria besar itu. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Kepalaku terkulai, tidak beralas”&lt;/span&gt;, kata Bhisma. Para ksatria Kurawa disekitarnya sibuk mencari dan membawakan bantal. Tapi ksatria tua itu menolak dengan tersenyum dan menoleh pada Arjuna cucu favoritnya. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Cucuku, berikan aku bantal yang pantas untuk seorang ksatria".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arjuna, yang panah-panahnya menembus sekujur tubuh Bhisma, segera mengambil tiga anak panah, dan langsung menancapkan ketiganya ke tanah sehingga menopang kepala sang kakek. Dalam sekaratnya Bhisma masih meminta Duryudhana untuk menghentikan perang dan berdamai dengan Pandawa. Namun sekali lagi, hati Duryudhana yang angkuh itu telah membatu. Ia menolak berdamai, dan akan terus berperang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika mendengar Bhisma sekarat, Karna (yang selama Bhisma memimpin pasukan Kurawa, memilih menyisihkan diri dari peperangan) segera mendatangi Putra Gangga yang tengah sekarat ditengah medan tempur. Lalu, ia bersimpuh didekat kaki Bhisma sembari memberi penghormatan. Kembali Bhisma meminta Karna untuk mewujudkan perdamaian dengan Pandawa. Namun Karna yang sudah berjanji setia dan berhutang budi kepada Duryudhana, tidak dapat memenuhi permintaan Bhisma. Dengan penuh rasa hormat, ia memohon izin pada Bhisma untuk turun ke medan perang membantu Kurawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapat restu dari Bhisma, Karna dengan gagah berani turut angkat senjata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Kesebelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duryudhana akhirnya menunjuk Mahaguru Durna menjadi senopati perang. Pertimbangannya adalah sepeninggal Bhisma, Durna-lah yang dianggap paling senior, yang tidak ada lagi tandingannya dalam hal kewibawaan, kecakapan, kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan. Durna menyanggupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Durna mengatur pasukan Kurawa dengan formasi bola. Lubang besar pasca tewasnya Bhisma, dapat terobati dengan hadirnya Karna di kubu mereka. Karna adalah putra sais kereta Destarata. Namun sesungguhnya ia adalah putra sulung Dewi Kunti (ibu Pandawa) dan Bathara Surya, yang dibuang lalu ditemukan dan dibesarkan oleh sang Sais. Dalam hal ketangkasan senjata ia setara dengan Arjuna atau Krishna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Durna memimpin Kurawa dengan sangat cakap. Meski sudah berumur, ia bergerak sangat lincah dan bertarung tak kalah dengan para ksatria muda. Sang mahaguru bertarung ganas, menghadapi Satyaki, Bima, Arjuna, Dristadyumna, Arjuna dan Drupada tanpa rasa gentar. Semua kalah oleh Durna, meskipun tak ada korban jiwa. Mahaguru kawakan itu mendemonstrasikan kemahirannya bersenjata dengan energy yang luar biasa. Melesat menghancurkan bak api membakar kayu-kayu. Ia berhasil memotong formasi Pandawa menjadi dua bagian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sektor lain, Sadewa bertarung satu lawan satu dengan Sengkuni. Bima melawan Wiwimsati. Nakula versus Salya sang paman. Dristaketu melawan Kripa. Satyaki melawan Kritawarma. Wirata melawan Karna. Serta Abimanyu yang bergulat melawan keroyokan Paurawa dan Jayadrata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Durna memutuskan membangkitkan semangat tempur Kurawa dengan menyerang langsung Yudhistira. Duel keras. Namun Durna berhasil mematahkan busur Yudhistira yag membuat sulung Pandawa ini terdesak. Dristadyumna berusaha menghadang Durna, tapi sia-sia. Durna merengsek mendekati Yudisthira. Namun tiba-tiba muncul Arjuna datang membantu. Dengan Gandewa, Arjuna sangat merepotkan Durna sehingga sang mahaguru urung mendekati Yudhistira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Durna mundur dan tidak berhasil mengalahkan Yudhistira, Pertempuran pun berhenti karena hari sudah gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Keduabelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang makin ganas. Kurawa makin memburu Yudhistira dengan sangat ambisius. Susarma dan Pasukan Trigarta yang dikomando Durna untuk meringkus Arjuna bergerak cepat mengaplikasi strategi sang senapati. Namun Arjuna yang piawai berhasil memukul telak mereka. Arena kembali menjadi lautan mayat dan potongan tubuh yang tercabik-cabik berserakan dimana saja. Mengerikan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Durna memerintahkan penyerangan ke posisi Yudhistira. Dristadyumna pun tak tinggal diam menyaksikan rajanya diserang, ia berusaha menahan Durna. Pasukan sang panglima pun mendapat serangan gencar dari Durna, banyak yang terluka dan mati. Durna makin mendekati Yudhistira, namun masih ada Satyajit dan Wrika yang coba menghadang. Namun malang bagi ksatria Panchala itu. Keduanya tewas ditangan Durna. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat itu Satanika maju menahan Durna yang trengginas. Putra Wirata itu bukan tandingan sang mahaguru. Ia tewas, konon kepalanya putus dengan sumping warna keemasan yang masih utuh ditelinga. Ketama dan Washudana juga menyerbu Durna, tapi lagi-lagi kekuatan mereka belum sepadan. Keduanya juga menemui ajal. Hari itu Durna menggila. Ia berhasil membunuh banyak ksatria Pandawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun semangat gigih ksatria Pandawa (di pimpin Bima) dalam melindungi Yudhistira, membuat usaha Durna menangkap sang raja gagal juga. Duryudhana memimpin pasukan gajah untuk melawan Bima. Bima yang selalu punya motivasi berlipat setiap melawan Duryudhana, berhasil mendesak sulung Kurawa itu mundur. Raja Angga yang berusaha membantu Druyudhana tak dapat berbuat banyak. Ia kalah telak dari Bima, bahkan terbunuh. Kekalahan Duryudhana membuat kekacauan di kubu Kurawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kekacauan ini Bhogadetta tidak tinggal diam. Dengan gagah berani ia menantang Bima. Terjadilah duel megadahsyat. Bima agak kerepotan menghadapi serangan gajah raja Prajogtisa itu.  Satyaki datang membntu Bima. Namun ia ikut terdesak. Bhogadetta menggila dan kian mengacaubalau barisan pertahanan Pandawa. Arjuna ikutan panas. Dengan seizin Krishna ia turut bantu menyerang Bhogadetta. Setelah berhasil melumpuhkan gajah raksasa sang raja, Ksatria tampan itu menyerang balik dengan dahsyat. Serangan tombaknya berhasil melukai mata Bhogadetta. Lalu dengan secepat kilat Arjuna melancarkan serangan susulan yang tak kalah mematikan, tombak bermata bulan sabit miliknya tepat membelah dada Bhogadetta. Ksatria Kurawa itupun tumbang sekeketika. Kurawa tambah panik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wrishna dan Achala lantas mengeroyok Arjuna dari depan belakang. Tapi sial bagi mereka, Arjuna terlalu tangguh bagi kedua saudara Sengkuni itu. Mati-lah mereka ditangan Arjuna. Sengkuni sangat marah kedua saudaranya yang berani itu terbunuh. Ia menyerang Arjuna dengan sengit. Senjata gaib milik Sengkuni berhasil ditangkis Arjuna dengan tenang. Bahkan serangan balasan Arjuna mampu memaksa Sengkuni untuk menyingkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhasil, pasukan Pandawa berhasil memorak-porandakan bala tentara Kurawa sampai saat senja membenamkan mentari. Perang terhenti. Pandawa kembali memperoleh kepercayaan diri pasca kemenangan hari ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-3974469163671441950?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/3974469163671441950/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=3974469163671441950' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/3974469163671441950'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/3974469163671441950'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2010/10/cerita-ulang-bharatayudha-dalam.html' title='Cerita Ulang Bharatayudha dalam Aransemen Generasi MTV (Bagian 3)'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TLKakdOIz-I/AAAAAAAAALA/WJD4DfLkgqA/s72-c/wayang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-6708878789117056419</id><published>2010-10-06T01:34:00.000-07:00</published><updated>2010-10-06T01:38:43.661-07:00</updated><title type='text'>Segelas Air Tumpah</title><content type='html'>Semua sepakat serentak melongok ke luar jendela saat hujan tumpah dengan derasnya.. Semua kecewa. Sampai seorang teman melayangkan seuntai protes yang paling humanis pada hampa udara. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Kenapa kau (hujan) harus turun, saat aku mau pulang”&lt;/span&gt;.  Aaaah, Hujaaan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seno Gumira Ajidarma punya kata-kata yang mudah diingat tentang hujan.&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hujan yang turun tidak sekedar sebagai air turun dari langit yang “netral”.  Hujan dikehendaki punya makna“&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin romantik.. (sepasang kekasih berjalan di bawah satu payung berjalan ditengah hujan lebat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sentimental (seorang berusia paruh baya memandang keluar jendela ketika hujan lebat sembari mengenang masa lalunya), &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang kurang personal : Mungkin duka. (banjir lagi alias lagi-lagi banjir)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali, beragam kesan tentang hujan terlanjur bersemayam pada setiap jiwa.  Karena hujan begitu akrab, menginspirasi dan tak terduga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore ini mungkin hujan akan menyebalkan bagi beberapa kepala.  Paham kan kenapa ada yang kecewa dengan ini? Hujan tak Cuma menunda. Membuat jadi menunggu. Tapi pasti sudah terbayang bermacam ketidaknyamanan perjalanan pulang ke rumah saat hujan turun atau setelah ia berhenti turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau tak mau aku tergerus dengan sebal ini. Sampai aku tulisan ini selesai, hujan belum juga reda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Hujan, Kenapa kau harus turun, saat aku mau pulang?”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-6708878789117056419?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/6708878789117056419/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=6708878789117056419' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/6708878789117056419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/6708878789117056419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2010/10/segelas-air-tumpah.html' title='Segelas Air Tumpah'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-8380850995069173452</id><published>2010-10-02T09:13:00.000-07:00</published><updated>2010-10-02T09:29:30.957-07:00</updated><title type='text'>Jazz dan Mendoan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TKdboIzW_yI/AAAAAAAAAK4/2ilx5ClaWA0/s1600/john-coltrane-757011.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TKdboIzW_yI/AAAAAAAAAK4/2ilx5ClaWA0/s400/john-coltrane-757011.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5523484213108997922" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikmati pertunjukan musik Jazz (dalam panggung paling kecil sekalipun) adalah sebuah kegemaran spesifik bagi Kampleng. Dia paham betul bagimana Jazz mampu membuat malam-malam tertentu menjadi menarik, bergelora, mengajak bernyanyi tanpa suara dan rasa penasaran sekaligus. Atau bagaimana Jazz sanggup menghadirkan kesegaran seperti kicauan burung di pagi yang cerah atau wajah bunga-bunga yang bermekaran seperti yang diceritakan dalam film atau novel. Ya, bagi Kampleng, Jazz ibarat kebun bunga. Kebun yang penuh warna-warni indah bermekaran sepanjang mata memandang, lengkap dengan tetesan embun yang kemudian menguap diajak naik oleh matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika Kampleng membaca sebuah novel berjudul “Jazz, Parfum dan Insiden”*. Disitulah ia coba mengeja kontinen makna Jazz. Bahwa Jazz bisa berarti apa saja, tergantung dari mana mulainya. Jazz bukan musik, melainkan bahasa, komunikasi. Jazz adalah hiburan, namun hiburan yang pahit, sendu dan mengungkit-ungkit rasa duka. Jazz adalah pembebasan jiwa, sebuah nyanyian diiringi suara rantai terseret. Itulah rantai yang mengikat tangan dan kaki para budak dimana mereka tidak menjadi bebas karena nyanyian namun tak ada rantai yang sanggup menghalangi mereka menyanyi. Jazz adalah dialog yang terjadi seketika, spontan dan tanpa rencana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toh tidak pernah ada jawaban final dan memuaskan dari sumber apapun mengenai Jazz. Namun Kampleng sepakat bahwa tidak penting Jazz itu apa. Yang penting kita dengar saja musiknya, rasa yang ditularkannya. Tidak usah tahu musiknya untuk memahami rasa, tidak usah pandai bermusik untuk menyukai Jazz! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang disepakati Kampleng soal Jazz adalah kebebasan yang hadir secara konkret dalam suatu ruang bernama improvisasi. Seperti yang ia baca dan pahami, memang ada kerangka sebuah lagu, namun setiap musisi bisa  memainkan instrumennya secara akrobatik di sekitar kerangka itu. Bersama waktu, suara-suara setiap instrumen itu mengalir bagai mengikuti suatu garis penunjuk, namun mereka tidak betul-betul selalu mengikuti garis itu, kadang-kadang mereka berbelok entah kemana, menghilang lantas kembali lagi, atau memang mengikuti garis itu. Sambil meloncat-loncat, menari, jungkir balik- semuanya secara imprivisatoris dan tidak saling merusak. Bila tiba saatnya satu instrument ditonjolkan, dimana sang musisi mendemonstrasikan kepiawaian individualnya, yang lain secara otomatis tahu diri untuk tidak mengacaunya. Penuh kompromi, dan sangat nikmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikmati tempe mendoan** juga tak kalah pentingnya bagi hidup Kampleng. Bukan sekedar kudapan murah meriah yang disajikan dalam keadaan hangat disertai dengan sambal kecap dan cabe rawit untuk menemani minum teh atau kopi saat santai. &lt;br /&gt;Tempe mendoan telah menjadi bagian masa muda yang bergegas. Begitu identik dengan tahun-tahun yang penuh petualangan dan sensasi : mengingat arti hidup, memahami lemparan nasib, memaknai segalanya. Menjadi saksi pembakaran energy atau mengkristalnya beban seorang belia yang labil. Sesuatu yang begitu akrab, tak bisa dijelaskan, tak pernah bisa dipastikan seluk beluknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempe mendoan adalah sempalan perjalanan, jejaring kenangan yang bisa dingat-ingat. Di kampus, di tempat kos, di trotoar, di taman, di gunung, di hutan, di terminal, di stasiun, di warteg, di angkringan, di pinggir sawah, di bawah jembatan. Begitu serasi mengantar diskusi, menulis, membaca buku, mencari tahu informasi untuk dikuliti,di urai atau di perdebatkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan malam tadi, Kampleng menikmati keduanya sekaligus, petunjukkan musik sebuah kuintet yang memainkan jazz standar dan sepiring tempe mendoan. Inilah peristiwa favoritnya. Masa dimana ia merasakan santai yang luas. Sebuah penjelajahan yang semoga tiada usai, tak pernah sampai, tak habis-habis. Kesenangan yang komplet, bak meteor, komet, bintang, bulan sabit dan benda langit lain bertebaran di malam jernih. Kegembiraan yang terang benderang, tidak mendung, tidak pekat, seperti warna-warna langit menggugah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiranya Kampleng begitu nyaman di meja itu. Senyumnya mengalir. Mari, ucapkan selamat padanya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Novel &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jazz, Parfum &amp; Insiden&lt;/span&gt; karya Seno Gumira Ajidarma ; Yayasan Bentang Budaya 1996&lt;br /&gt;**) Kata &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mendoan&lt;/span&gt; dianggap berasal dari bahasa Banyumasan, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mendo&lt;/span&gt; yang berarti setengah matang atau lembek. Mendoan berarti memasak dengan minyak panas yang banyak dengan cepat sehingga masakan tidak matang benar. Bahan makanan yang paling sering dibuat mendoan adalah tempe dan tahu (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wikipedia&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;***) Foto mendiang John Coltrane, salah satu legenda musik jazz…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-8380850995069173452?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/8380850995069173452/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=8380850995069173452' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/8380850995069173452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/8380850995069173452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2010/10/menikmati-pertunjukan-musik-jazz-dalam.html' title='Jazz dan Mendoan'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TKdboIzW_yI/AAAAAAAAAK4/2ilx5ClaWA0/s72-c/john-coltrane-757011.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-6849577894277017877</id><published>2010-09-24T20:37:00.000-07:00</published><updated>2010-09-24T20:49:29.922-07:00</updated><title type='text'>Bilur*</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TJ1w_5zbmzI/AAAAAAAAAKw/q6du1G2FHPw/s1600/44650_416019097875_353220042875_4934500_1143731_n.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 340px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TJ1w_5zbmzI/AAAAAAAAAKw/q6du1G2FHPw/s400/44650_416019097875_353220042875_4934500_1143731_n.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5520692961376705330" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akrab dengan kosakata ini?? Saya sama sekali tidak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemaren langsung buka kamus untuk paham artinya. Cuma ada penjelasan singkat :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“luka panjang pada kulit (bekas kena cambuk/pukulan)”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Benar-benar irit petunjuk tapi sangat tegas : Itu kata tidak jauh dari hal tragedi, kekerasan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah komposisi lagu berjudul “Bilur”. Sangat indah. &lt;br /&gt;Hal tragedi, kekerasan sangat indah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denting datar piano bernada sendu ditimpali suara perempuan dan seruling sunda yang menyayat-nyayat hati di bagian pembuka lagu, bagai gerbang masuk sebuah ruang maha luas yang penuh jeritan pilu dan duka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu perempuan itu bergumam :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Selendang bersulam sutra, biduri lembayung jingga...&lt;br /&gt;Saksi mati tuk bersaksi, gelimang pesona diri...&lt;br /&gt;Belia usia dulu, ruap cinta tlah menggebu...&lt;br /&gt;Samar kulihat dunia...tak sadar semua fana... “&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini karya dedikasi, tutur penulis liriknya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Sosok wanita ini biasa dipanggil...Mae. Dengan paras yang cukup cantik, dan talentanya yang luar biasa di dunia tarik suara seni tradisional mampu membuat banyak orang berdecak kagum untuknya. Tersirat bahwa hidupnya dulu bergelimang pesona. Dia suka menggunakan selendang dan biduri (batu permata) pada saat menyanyi diatas panggung. Pada masanya, beliau cukup tenar dikalangan seniman tradisional. Secara personal, dia adalah gadis penurut yang selalu ingin membahagiakan kedua orangtuanya, terlebih ibunya. Tapi disuatu saat, dia berontak tidak mau dikendalikan terus oleh sang ibu dan akhirnya memilih untuk menomorsatukan perasaannya dan menikah dengan laki-laki yang menurutnya adalah laki-laki yg dia "cinta"-i. Dia ingat, saat itu sang ibunda sangat menentang keputusannya, apa yang menjadi firasat ibunya tidak dia hiraukan.“&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Na.. na.. na.. na..    Na.. na.. na.. na..   Na.. na.. na.. na..&lt;br /&gt;Na.. na.. na.. na..   Na.. na.. na.. na..  Na.. na.. na.. na..&lt;br /&gt;Na.. na.. na.. na.. A…   Na.. na.. na.. na.. A…  A….&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Perempuan itu memilih berdendang untuk menyembunyikan tangisnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si penulis bercerita lagi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Tidak ada yang tahu bagaimana kisah hidupnya, sampai akhirnya ajal menjemputnya secara tiba-tiba, dari situ terkuak semua yang pernah terjadi padanya semasa hidup. Ini memang sangat janggal, karena proses menuju terkuaknya cerita seorang Mae sangat rumit dan tidak masuk akal. Berdasarkan cerita dari bibir ke bibir, sampailah cerita itu ke telinga saya. Saat itu juga saya merasa tergugah akan kisah hidupnya yang pilu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semerbak dupa iringi ku melangkah..&lt;br /&gt;Cungkupku hanya tanah...&lt;br /&gt;Bilur hati merambah...&lt;br /&gt;Akan datangkah bagiku...Kesempatan...&lt;br /&gt;Bila tak ada titian...&lt;br /&gt;Diri yang rupawan...&lt;br /&gt;Bila tak ada titian...Jalan yang....Rupawan...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini bagian yang paling membunuh! Tak usah bicara soal melodinya. Paling juara untuk didengar pagi senja siang atau malam!&lt;br /&gt;Si penulis bermaksud menyiratkan suara hati Mae yang terluka setelah kematiannya, dimana dia merasa apa yang dia inginkan selama hidupnya ternyata tidak tercapai dan hanya berakhir sia-sia. Dia terbangun dan rumahnya kala ini hanyalah tanah... Semakin dia meratapi kenangan semasa hidupnya semakin jauh dia merasakan keperihan di dalam hatinya. Kepergiannya memang sangat tiba-tiba, tidak ada yang menyangka apalagi saat itu dia tengah mengandung 8 bulan. Kejadian demi kejadian terungkap setelah dia dan janin yang ada di perutnya dikubur bersama. Sampai pada suatu kejadian dimana rohnya merasuki raga seseorang dan memberikan sebuah lirik yang berisi cerita kisah hidupnya kepada seorang temannya. Liriknya berbahasa Sunda, inti dari lagunya sendiri berisi tentang rasa sakit yang tak pernah hilang walau dibawa ke liang lahat dan permohonan maafnya kepada ibu saudara dan teman-teman yang pernah mengenalnya semasa hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tiba pada bagian lagu yang sangat mistis. Ketika raungan seruling dan kecapi Sunda yang makin memeras air mata, bersahutan dengan curahan hati paling getir. (dinyanyikan dalam bahasa Sunda dengan sempurna oleh Ambu Ida Widawati yang notabene adalah sahabat Mae semasa hidup)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Duh, teungteuingeun...tuntung lengkah...geuning...bet peurih..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Artinya kurang lebih &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“akhir langkahku ternyata tetap perih...dan selalu perih”&lt;/span&gt;. Kedukaan yang elegan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi si penulis lirik, walau singkat...tapi lirik ini mengandung makna sangat kaya yang sangat mewakili perasaan seorang Mae (berdasarkan cerita demi cerita tentangnya). Benar-benar menyakitkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita menarik soal kelahiran lirik ini. Si penulis pernah sangat kesulitan dalam membuat lirik bahasa sunda untuk lagu ini. Maka kemudian ia meminta agar Ambu Ida mengisi lirik bahasa sundanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Ambu...lirik ini benar-benar bagus dan membuat saya merinding" &lt;/span&gt;ujar si penulis setelah membaca lirik yang telah selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian Ambu Ida bercerita kalau sebenarnya dia juga sempat kesulitan saat mengisi lirik bahasa sunda ini. Tapi konon kemudian Mae Sahabatnya “datang” menghampirinya dan memberikan lirik itu.. Ini cukup janggal, tapi seketika itu juga membuat si penulis merasa sangat terharu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Sekilas lihatlah mega, anugerah tiada tara...&lt;br /&gt;Ini tak adil untukku, halimun hitam merasuk...&lt;br /&gt;Ceracau getir ibunda, gemertak sengap hatinya...&lt;br /&gt;Firasat tak penah salah...Hanya kuberbuat... Ulah....”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respek luar biasa untuk Risa Saraswati, si perempuan penyanyi sekaligus penulis lirik, serta Ambu Ida Widawati  atas inspirasi luka dalam hati yang sangat indah. &lt;br /&gt;Saya merapat dalam barisan kalian untuk ini :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Terimakasih Bu Mae....atas lirik yang indah...dan kisah yang bisa dijadikan pelajaran untuk siapa saja yang mendengarnya....saya yakin, Ibu sekarang sudah jauh lebih tenang... dan menemukan kebahagiaan disana, saya akan selalu berusaha mengingat dan mendoakan ibu..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Risa Saraswati sebelumnya dikenal sebagai ikon dari kelompok elektronik Homogenic yang kini bermetamorfosis dalam wujud &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Sarasvati”&lt;/span&gt;. Ia telah mengeluarkan karya musik bertajuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Story of Peter”&lt;/span&gt;. Sebuah karya yang sangat layak dikonsumsi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-6849577894277017877?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/6849577894277017877/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=6849577894277017877' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/6849577894277017877'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/6849577894277017877'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2010/09/bilur.html' title='Bilur*'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TJ1w_5zbmzI/AAAAAAAAAKw/q6du1G2FHPw/s72-c/44650_416019097875_353220042875_4934500_1143731_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-7913876676672962788</id><published>2010-09-20T07:14:00.000-07:00</published><updated>2010-09-20T07:20:28.615-07:00</updated><title type='text'>Cerita Ulang Bharatayudha dalam Aransemen Generasi MTV (Bagian 2)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TJds0SObuwI/AAAAAAAAAKo/j640QdYl3lY/s1600/arjuna+vs+Bhisma.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 205px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TJds0SObuwI/AAAAAAAAAKo/j640QdYl3lY/s400/arjuna+vs+Bhisma.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5518999513867205378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Keempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada sesuatu lain selain sekitar pertarungan dan saling membunuh. Kedua kubu bersiap dengan strategi mutakhir demi meraih kemenangan. Setelah fajar, perang dimulai. Para ksatria sedia menyongsong pertempuran, tampak seperti langit berpetir ditengah hujan badai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bhisma memimpin penyerbuan, pasukan Pandawa siap melawan.. Aswatama, Burisrawa, Salya dan Citrasena mengepung dan menyerang Abimanyu yang tiada gentar setitikpun. Melihat putranya dikeroyok, Arjuna langsung datang membantu. Duel makin sengit. Dristadyuma juga datang menopang duo Arjuna – Abimanyu dengan sejumlah infanteri. Ketika posisi Kurawa terdesak, Duryudhana pun datang membantu, lengkap dengan pasukan gajahnya. Pertarungan makin panas, setelah Bima ikutan terjun ke gelanggang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bima mengamuk dengan senjata Gada nan berayun-ayun. Pasukan gajah Duryudhana kocar-kacir. Delapan saudara Duryudhana-pun tewas ditangan Bima, hal yang membuat putra sulung Raja Destarata ini naik pitam. Lantas ia menyerang Bima habis-habisan. Tarung kedua musuh bebuyutan ini berlangsung keras. Namun malang, Bima terluka terhunus panah Duryudhana. Ia tersentak dan nyaris jatuh. Gatotkaca yang melihat ayahnya terluka, amat marah. Ia langsung menantang pamannya dan menyerang pasukan Kurawa. Ia berkelabat sangat cepat melancarkan sengatan menusuk nadi pasukan Kurawa. Putra Bima dari istrinya Dewi Arimbi itu terkenal sangat sakti. Konon ia dapat terbang dan mampu berubah menjadi sebesar raksasa. Kurawa kewalahan. Bhisma memerintahkan pasukannya untuk mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu harinya Gatotkaca. Ia mampu memenangkan Pandawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Kelima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam sebelum hari kelima perang. Bhisma sesungguhnya telah menasihati Duryudhana untuk menghentikan perang. Melihat ribuan nyawa telah melayang sia-sia, terutama dari kubu Kurawa membuat Putra Gangga itu bersedih hatinya. Ia menyarankan Duryudhana untuk berdamai dengan Pandawa sebagaimana mestinya. Namun nasihat baik itu tidak diindahkan oleh Duryudhana yang angkuh. Ia tidak ingin berdamai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esok paginya perang dilanjutkan. Krishna bereksperimen dengan formasi baru Pandawa. Bima berdiri di ujung depan. Dristadyumna, Srikandi, Satyaki dibelakangnya menyokong pusat formasi. Yudhistira, Nakula dan Sadewa menjaga disisi belakang. Namun Bhisma yang berinisiatif melancarkan gempuran duluan melalui serangan panah. Pasukan Pandawa terpukul mundur.  Menyaksikan barisannya terdesak, Arjuna segera menantang Bhisma. Durna datang dibelakang Bhisma, dan Satyaki mencoba menghadangnya. Namun Durna masih terlalu kuat bagi Satyaki. Bima pun lantas datang membantu, menghadapi Durna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duel jadi makin sengit. Durna, Bhisma dan Salya bersekutu menyerang Bima. Srikandi (yang terlahir sebagai perempuan) datang membantu Bima dengan melancarkan serangan panah pada Bhisma. Ketika Srikandi maju, Bhisma yang  berprinsip tidak akan menyerang perempuan segera menarik diri. Melihat Bhisma mundur, Durna segera menyerang Srikandi dan memaksa Srikandi mundur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sudut yang lain, Duryudhana mengirimkan pasukannya untuk menyerang Satyaki. Tapi dengan mudah Satyaki menghancurkan mereka. Burisrawa datang untuk membantu Duryudhana. Ksatria yang terkenal jago pedang itu berhasil memaksa Satyaki bertahan. Kesepuluh putra Satyaki yang melihat ayah mereka terdesak segera datang membantu. Namun panah-panah Burisrawa terlalu tangguh bagi petarung-petarung muda itu. Tragis, kesepuluh putra Satyaki menemui ajal. Satyaki pun marah, ia lantas menyerang Burisrawa. Namun sekali lagi, Burisrawa terlalu tangguh bagi kerabat Krishna itu. Ilmu pedang Burisrawa memang tiada tandingannya. Kemudian Bima datang menyelamatkan Satyaki. Putra Pandu itu tak ingin Satyaki mati di ujung pedang Burisrawa.&lt;br /&gt;Akhir pertempuran sore itu, Arjuna berhasil mengoyak barisan tentara Kurawa dan kembali memberikan kemenangan pada Pandawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Keenam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yudisthira memerintahkan Senapati Dristadyumna menggunakan formasi makarabyuha, pola berbentuk ikan raksasa dengan kepala bertanduk sebagai bakal strategi Pandawa hari itu. Sementara pasukan Kurawa menyusun formasi kraunchabyuha dengan bentuk burung bangau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang hari ini langsung panas dengan tewasnya lebih banyak prajurit di kedua pihak, bahkan ketika hari masih pagi. Di kubu Kurawa Durna tampil menggila. Sementara Bima menyerbu saudara-saudara Duryudhana. Mereka serentak menyongsongan tantangan itu. Bima pun dikeroyok Dursasana, Durwisaha, Jayasina, Citrasena, Wikarna, Carucitra  dan belasan lainnya. Seru. Mereka ingin menangkap Bima hidup-hidup, demi menuntut balas atas serangan Bima yang membunuh kedelapan saudara mereka kemarin. Melihat Bima dikepung bala Kurawa, Dristadyumna tak tinggal diam. Dengan senjata saktinya, putra Panchala itu dapat menyelamatkan Bima dan menangkis balik serangan lawannya. Tidak berapa lama kemudian datang pasukan kiriman Duryudhana untuk menghajar Dristadyumna. Namun tidak lama Abimanyu datang membantu sang Paman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu ditandai dengan pertarungan missal yang tidak pandang bulu. Darah membanjir dan padang Kurustra penuh dengan mayat-mayat prajurit, kuda, gajah serta puing-puing kereta perang. Pandawa mengalami kekalahan, meskipun tidak telak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Ketujuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi perang kedua kubu dirombak. Pandawa membentuk formasi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Wajrawyuha&lt;/span&gt; (halilintar), sementara Kurawa mengusung formasi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cakrabyuha&lt;/span&gt;, bentuk melingkar. Genderang dan terompet berbunyi bersahutan memulai perang hari ini. Makin hari makin sengit. Makin panas seperti diesel. Arjuna menyerang dan dihadang Bhisma. Wirata terlibat pertarungan sengit dengan Durna. Srikandi versus Aswatama. Nakula dan Sadewa berkolaborasi melawan Salya, paman mereka. Gatotkaca versus Bhogadetta. Satyaki versus Alambasa. Bima dikeroyok Kritawarma, Citrasena, Wikarna dan Durmasha. Yudhistira melawan Srutayu. Dristaketu versus Burisrawa, Chekitana adu tangguh lawan Kripacarya, serta Dristadyumna bertarung dengan Duryudhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duet Bapak anak Arjuna dan Abimanyu menggelar pertarungan dengan sang kakek Bhisma. Sengit. Namun sang kakek mampu menahan mereka sampai matahari terbenam. Perang hari ketujuhpun berakhir cukup seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Delapan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hari masih pagi saat Bima berhasil membunuh delapan kurawa saudara Duryudhana. Kematian ini sangat menyayat hati putra sulung raja Destarata itu. Nampaknya Bima benar-benar ingin menuntaskan sumpahnya menghabisi Kurawa. Sumpah yang diucapkannya saat Pandawa dan Drupadi dipermalukan dalam permainan dadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun hari itu Arjuna juga mengalami kedukaan. Irawan, putranya dari Dewi Ulupi tewas ditangan Alambasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui sepupunya tewas, Gatotkaca murka. Ia mengamuk menerjang pasukan Kurawa dengan ganas. Kurawa pun menjadi kacau balau. Melihat itu, Duryudhana mencoba menahan Gatotkaca. Awalnya pertarungan berjalan imbang. Keduanya saling melukai. Namun dendam membara atas kematian Irawan membuat Gatotkaca seperti punya motivasi berlipat untuk menghukum Kurawa. Hal ini membuat Duryudhana kewalahan. Bhisma-pun memerintahkan Wanga dan Durna untuk membantu Duryudhana. Pertarungan makin alot, ketika Bima datang membantu putranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja datang, perang hari kedelapan harus dihentikan. Hari itu, enam belas Kurawa saudara Duryudhana menemui ajal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Kesembilan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang dimulai lagi. Abimanyu melawan Alambasa. Satyaki dengan Aswatama, Arjuna versus Durna, serta Yudistira, Bima, Nakula dan Sadewa menyerbu Bhisma yang dibantu Dursasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai perang hari ini, Arjuna masih belum bertarung sungguh-sungguh tiap melawan Bhisma dan Durna, kakek dan guru yang sangat ia cintai. Sedikit informasi, Bhisma dan Durna membela Kurawa bukan dimaksudkan untuk membela para putra Destarata, melainkan karena harus membela Hastinapura, tanah air mereka. Sebagaimana yang pernah dilakukan Kumbakarna saat harus menghadapi Sri Rama dalam babad Ramayana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krisna sang sais kereta mampu menangkap gejolak keraguan dalam diri Arjuna. “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kau tidak bertarung dengan sepenuh hati, Arjuna!”&lt;/span&gt; Ia kembali turun dari keretanya dan mengancam akan membunuh Bhisma dengan tangannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun lagi-lagi Arjuna berhasil menahan Krishna agar tidak melanggar sumpahnya untuk tidak angkat senjata dalam perang ini. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ini perangku, Wasudewa (Panggilan Krishna). Aku tidak akan mengecewakanmu lagi. Aku akan sungguh-sungguh!&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu, pasukan Pandawa menderita kekalahan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-7913876676672962788?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/7913876676672962788/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=7913876676672962788' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/7913876676672962788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/7913876676672962788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2010/09/cerita-ulang-bharatayudha-dalam_20.html' title='Cerita Ulang Bharatayudha dalam Aransemen Generasi MTV (Bagian 2)'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TJds0SObuwI/AAAAAAAAAKo/j640QdYl3lY/s72-c/arjuna+vs+Bhisma.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-8889045361897393577</id><published>2010-09-16T21:22:00.000-07:00</published><updated>2010-09-16T21:34:10.185-07:00</updated><title type='text'>Belajar Pramuka di Afrika Selatan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TJLuCJZQ_kI/AAAAAAAAAKg/Me1okgqsYjM/s1600/DPR%2520MPR%2520Gedung%2520OK_0.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 203px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TJLuCJZQ_kI/AAAAAAAAAKg/Me1okgqsYjM/s400/DPR%2520MPR%2520Gedung%2520OK_0.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5517734214131318338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Itu judul editorial di sebuah koran pagi hari ini.  Mau tau isinya tentang apa??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rencana Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk Studi Banding Soal Kepramukaan ke Afrika Selatan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa basa-basi Editorial langsung menembak ke pusat keanehan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“DPR ternyata institusi yang tidak kehabisan akal mengarang alasan untuk bisa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;plesiran&lt;/span&gt; ke luar negeri.. Lihat saja betapa kreatifnya Panitia Kerja RUU Kepramukaan DPR mengemas agenda itu secara mentereng : studi banding ke Jepang, Korea Selatan dan Afrika Selatan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sungguh tak masuk nalar sebuah RUU Kepramukaan  memerlukan studi banding nun jauh ke Afrika!”, keluh Editorial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kepramukaan? Kepanduan? Ya, berbaris-baris, disiplin, keterampilan, ketahanan fisik dan mental, membangun kesetiaan dan kebersamaan. Apakah untuk itu DPR merasa harus mengaisnya hingga ke Afrika Selatan dan menghamburkan uang rakyat hingga mendekati Rp800 juta?!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afrika Selatan? Bukan tidak ada yang bisa dipelajari dari negeri ini. Kalo soal bagaimana memaafkan dan melupakan politik apartheid  kemudian belajar membangun kerukunan dan toleransi berbangsa, mungkin banyak yang bisa dipelajari. Tapi soal kepramukaan?? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan ini kian membuktikan dewan memang tidak memiliki urgensi agenda. Kian wajar kalo kesan yang kemudian muncul adalah mereka sekedar menghabiskan anggaran yang telah dialokasikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi banding sama sekali tidak salah. Hakikatnya studi banding adalah uji kecerdasan dan keunggulan antara contoh satu dengan lainnya sebelum mengambil keputusan untuk diterapkan di negeri ini. Tapi dari yang sudah – sudah, Publik tak pernah mendengar adanya paparan hebat mengenai hasil studi banding DPR setelah kunjungan keluar negeri. Walhasil, studi banding ala dewan rakyat ini terkesan hanyalah akal-akalan penuh lelucon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ga&lt;/span&gt; emosi coba?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking kesalnya mungkin, Editorial sempat meledek:&lt;br /&gt;“Mungkin kita tidak memahami jalan pikiran DPR. Atau DPR yang kerap bertindak suka-suka dan mengabaikan suara rakyat ini yang memang sulit dipahami? Karena itu jangan kaget jika suatu hari DPR berkunjung ke Somalia untuk mempelajari cara-cara menumpas bajak laut atau berkunjung ke Sudan mempelajari bagaimana Negara itu mengelola taman kanak-kanak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komentar pembaca di situs Koran juga beragam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang kesal tapi mencoba bersabar, &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“kondisi yang memprihatinkan, namun itulah kenyataannya... dan lebih miris lagi, tidak adanya tindakan NYATA yang dilakukan untuk menghentikan itu semua. Sepertinya kuping mereka sudah tebal. Doakan sajalah, dan tetap berkata positif”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berbaik hati mendoakan,&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Ya, Allah hukumlah mereka Ya Allah, jadikan satu mata mereka sebesar bola tenis, jadikan hidung mereka belalai gajah, jadikan mulut mereka sebesar mangkuk bakso, jadikan lidah mereka sepanjang 40 cm, jadikan telinga mereka sebesar asbak, dan beri mereka penyakit kelamin yg paling menjijikkan.. Amin Ya Rabbal 'Alamin..”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dan ada juga yang benar-benar emosi (barangkali),&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sejujurnya DPR RI memang membutuhkan banyak studi banding ke manca negara...karenai rata2 anggota parlemen kita ini memang secara kualitas nol besar.. perlu belajar banyak.. maklumlah kemampuan utama ilmu mereka adalah membohongi rakyat.. kadal mengkadali... akal-akalan... korupsi... dan terutama ahli sulap menyulap... bayangkan kerugian negara 6,7 T kasus Century disulap seolah olah negara tidak dirugikan.... jangan kaget bila kelak mereka akan studi banding ke neraka di biayai negara..!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jadinya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Editorial menutup kegelisahaan ini dengan sebaris kata “Studi banding yang dilakukan DPR jelas adalah kebodohan yang tiada bandinganya”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan dicerna. Boleh setuju. Boleh tidak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-8889045361897393577?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/8889045361897393577/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=8889045361897393577' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/8889045361897393577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/8889045361897393577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2010/09/belajar-pramuka-di-afrika-selatan.html' title='Belajar Pramuka di Afrika Selatan'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TJLuCJZQ_kI/AAAAAAAAAKg/Me1okgqsYjM/s72-c/DPR%2520MPR%2520Gedung%2520OK_0.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-2964874784539363893</id><published>2010-09-13T20:15:00.000-07:00</published><updated>2010-09-13T20:26:33.065-07:00</updated><title type='text'>Cerita Ulang Bharatayudha dalam Aransemen Generasi MTV (Bagian 1)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TI7rVSaR7iI/AAAAAAAAAKY/x1JzVQmSaf8/s1600/watang+rame2.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 125px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TI7rVSaR7iI/AAAAAAAAAKY/x1JzVQmSaf8/s400/watang+rame2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5516605344527281698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gemuruh pertempuran membelah angkasa. Genderang perang bertalu membahana. Terompet ditiup menderu kencang-kencang. Kuda dan gajah perang meringkik dan melengking. Prajurut bersorak, panah berterbangan bak meteor. Masing-masing sudah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ready combat&lt;/span&gt;, siap saling serang. Ini adalah perang gila yang mengerikan.  Saudara sepupu, Kakek dan cucu, Paman dan Kemenakan, Guru dan Murid saling bunuh di tegal kurusetra. Pandawa mengangkat Sweta, Uttara dan Wratsangka Putra-putra Wirata sebagai panglima perang dan Kurawa menunjuk Bhisma Putra Gangga sebagai sang Senopati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bhisma tancap gas, langsung bergerak menggila bagai tarian sang malaikat penghancur. Sebelum tengah hari, pasukan Pandawa banyak mengalami kekalahan. Abimanyu putra Arjuna, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Rising Star&lt;/span&gt; kubu Pandawa yang tangkas berperang tak tinggal diam, ia maju menantang sang kakek. Tetua keluarga dan cucu itu bertarung keras. Konon para dewa turun untuk melihat pertempuran itu. Panji-panji berlambang pohon karnikara milik Abimanyu berkibar gagah. Dengan tangkas Abimanyu menangkis serangan-serangan Bhisma yang tajam, sekaligus melayangkan counter attack dengan memenggal kepala sais kereta Bhisma dan menjatuhkan panji-panji pohon palem milik sang Kakek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Putra Gangga sangat senang melihat keberanian anak muda itu. Dengan berat hati, ia harus mengerahkan seluruh kesaktiannya melawan si cucu. Uttara, Dristadyumna putra Drupada dan Bima segera datang membantu menyerang Bhisma yang ditopang Prabu Salya. Uttara dengan berkendara Gajah gigih menyerang Salya hingga kereta kudanya hancur berantakan. Tetapi secepat kilat, Salya melesatkan tombaknya menghujam jantung Uttara. Uttara roboh seketika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Swetta menyaksikan bagaimana Salya menghabisi adiknya. Amarahnya memuncak, ia lantas memburu Salya yang segera dilindungi tujuh ksatria Kurawa. Makin sengit, Swetta bertarung bak singa lapar. Ribuan prajurit Kurawa tewas dan kereta perang rusak. Bhisma datang untuk menahan Swetta yang mengganas. Bhisma dan Swetta duel, beradu tombak. Sengit, namun akhirnya Swetta kalah. Tombak Bhisma menembus dadanya, dan tewaslah panglima perang pandawa itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama, pasukan Pandawa mengalami kekalahan. Duryodana, Dursasana dan Kurawa lainnya menari-nari merayakan kemenangan hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tewasnya Prabu Swetta, pasukan Pandawa mengangkat Dristadyumna, saudara Drupadi Putra Raja Panchala sebagai Senapatinya. Pasukan Kurawa yang dipimpin Bhisma sekali lagi mengantam lawannya dengan keras. Formasi perang milik Pandawa hancur berantakan. Bhisma menggila!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Jika hal demikian berlarut, Pasukan kita akan dihabisi. Kakek Bhisma harus dihentikan,”&lt;/span&gt;ujar Arjuna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arjuna merengsek maju menyerang Bhisma. Duryudhana langsung memerintahkan pasukannya untuk melindungi sang kakek. Ketangkasan Arjuna menggunakan busurnya, mampu memporakporandakan bala tentara yang dikirimkan Duryudhana. Arjuna dan Bhisma, keduanya ksatria terbesar di muka bumi. Pertempuran keduanya tampak seimbang dan berlangsung sengit. Anak panah melesat bagai petir, saling serang. Kereta mereka bergerak sangat cepat. Konon, para dewa turun dari kahyangan menyaksikan laga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibagian arena yang lain juga terjadi duel maut antara Durna dan Dristadyumna. Pedang dan anak panah mereka menderu dengan kebencian membara. Dristadyumna akhirnya terluka, bahkan sampai terlempar dari kereta perangnya. Pada saat kritis itu, BIma segera datang menyelamatkan mahasenapatinya. Melihat Bima menyerang Durna, Duryudhana segeram mengirim pasukan Kalinga-nya, semacam pasukan elite milik kubu Kurawa. Bima mengamuk bagai dewa kematian dan membunuh sejumlah besar pasukan itu.&lt;br /&gt;Menyaksikan itu, Bhisma segera datang membantu pasukan Kalinga. Abimanyu, Satyaki dan beberapa ksatria Pandawa segera datang juga membantu Bima. Serangan dahsyat mereka berhasil menewaskan sais kereta Bhisma. Akibatnya, Bhisma menjadi oleng, dan harus berlari meninggalkan medan laga untuk menyelamatkan diri. Kesempatan ini dimanfaatkan pasukan Pandawa untuk menghabisi lawannya. Tidak terhitung kehilangan prajurit yang dialami Kurawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senja datang, menutup perang hari kedua. Giliran Kurawa mengalami suasana kekalahan yang dialami Pandawa pada hari pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Ketiga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bhisma mengatur pasukan kurawa dengan formasi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Garudawyuha&lt;/span&gt; (burung garuda). Ia sendiri berdiri paling depan, dan Duryudhana berada dibelakang melindungi bagian ekor. Segala sesuatu diatur dengan cermat, agar tidak menelan kekalahan lagi. Sementara Dristadyumna dan Arjuna mengatur pasukan Pandawa dengan strategi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ardhacandrabyuha&lt;/span&gt; (bulan sabit) untuk mengimbangi strategi lawan. Bima berdiri di ujung kanan formasi dan Arjuna disisi sebelah kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang kian sengit, deru senjata dan darah membanjir. Serangan serempak kurawa pada posisi Arjuna, masih dapat dihalau putra Pandu dengan ketangkasan yang mengagumkan. Ditempat lain, Sengkuni, paman kurawa bertarung hebat dengan Abimanyu dan Satyaki. Durna dan Bhisma sama-sama menyerang Yudhistira yang dibantu Nakula dan Sadewa. Bima dan putranya, Gatotkaca menyerang pasukan Duryudhana. Duryudhana terluka parah dibagian punggungnya.. Durna dan Bhisma pun segera datang untuk melindungi Duryudhana yang nyaris ambruk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah siang, Bhisma mengamuk dimedan perang. Ia kerahkan pasukan dan menyerang begitu dahsyat. Bhisma bergerak kilat dari satu tempat ke tempat lain dengan hantaman mematikan. Setiap lawan yang menghadangnya dipukul mundur. Srikandi dan Wasudewa gagal menahannya. Gantian pasukan Pandawa yang kacau balau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat keadan ini, Krishna (yang telah bersumpah untuk tak angkat senjata dan memilih menjadi sais kereta Arjuna) sang pengatur strategi perang Pandawa memperingatkan Arjuna untuk menghentikan Bhisma. Demikianlah, Krishna memacu kereta Arjuna mendekati Bhsima. Ksatria tua itu menyambut dengan tembakan ratusan anak panah persis mengarah ke sasaran. Panah-panah sang kakek menerjang dengan trengginas. Tapi Arjuna melawan tidak dengan sepenuh hati,ia sangat menghormati kakeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krishna tidak puas dengan cara Arjuna menghadapi Bhisma. Menurutnya jika Arjuna terus bersikap demikian, pasukan Pandawa yang saat itu mentalnya sedang down akan semakin kacau dan mudah ditaklukkan. Arjuna masih belum melawan dengan sungguh-sungguh, sementara Bhisma makin menguasai keadaan. Hal ini membuat Krishna gatal, ia tidak sabar lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Aku tidak sabar lagi Arjuna. Akan ku bunuh Bhisma sendiri!”&lt;/span&gt; ia berseru pada Arjuna sambil melompat turun dan mengambil kuda-kuda untuk melepas senjata Cakra andalannya kearah Bhisma. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arjuna terpana melihat kemarahan Krishna. Ia pun merasa malu, dan mengejar Krishna. Akhirnya ia berhasil membujuk Krishna untuk mundur kembali dan berjanji untuk berperang dengan lebih semangat. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Aku berjanji untuk memenuhi kewajibanku memenangkan pertempuran ini!”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek “ancaman” Krishna sukses, Arjuna balik mengganas. Ia menyerang balik Bhisma dan tentara kurawa bak banteng terluka. Ksatria sakti itu berhasil meremukkan bangunan formasi Kurawa. Sore itu itu Kurawa kembali mengalami kekalahan. Arjuna putra Pandu Dewanata keluar sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Man of the Match&lt;/span&gt; dalam perang hari ketiga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-2964874784539363893?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/2964874784539363893/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=2964874784539363893' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/2964874784539363893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/2964874784539363893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2010/09/cerita-ulang-bharatayudha-dalam.html' title='Cerita Ulang Bharatayudha dalam Aransemen Generasi MTV (Bagian 1)'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TI7rVSaR7iI/AAAAAAAAAKY/x1JzVQmSaf8/s72-c/watang+rame2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-4790141556402060447</id><published>2010-09-07T08:23:00.000-07:00</published><updated>2010-09-07T09:03:42.335-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Editorial'/><title type='text'>Perjalanan Dimulai (Lagi) dari Banda Naira</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZa6QAQU3I/AAAAAAAAAJI/HHGkL9ppiXg/s1600/Copy+of+Banda+Naira.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 386px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZa6QAQU3I/AAAAAAAAAJI/HHGkL9ppiXg/s400/Copy+of+Banda+Naira.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5514194750536700786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hujan agak deras tiba-tiba turun, tidak lama setelah saya dan seorang karib tiba disebuah café di sekitar Tamansari Bandung. Untuk sebuah reuni kecil sekaligus buka puasa. Pertemuan yang tidak dirancang jauh-jauh hari. Kebiasaan  yang serba mendadak. Kebetulan ketika itu pekerjaan saya dan seorang teman sudah selesai.  Kebetulan jam kuliah seorang teman yang lain juga sudah habis. Kebetulan juga ada berita dari akun Dira Sugandhi (seorang penyanyi jazz muda), bahwa ia akan bernyanyi di Café itu pada senja yang sama untuk sebuah acara Charity. Dan kebetulan kami memang sudah lama tak berkumpul. Klop…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menu makanan dan minuman dan perbincangan sore itu tidak akan dibahas. Saya lebih tertarik bercerita tentang panggung kecil disitu.  Panggung sederhana dan akustik.. Pemusik-pemusik lokal Bandung tampil, beberapa diantaranya adalah artis atau personel band mayor label yang kerap saya lihat di televisi. Suasananya hangat, penonton ramai memberi apresiasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam setengah delapan lewat saat pemandu acara menyuarakan bahwa setelah ini yang akan tampil adalah Banda Naira! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hah? Banda Naira? Irsa Destiwi? Lea Simanjuntak? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bener saja, mereka berdua muncul di panggung. Irsa memang selalu cantik dan sungguh elegan dibalik pianonya. Tapi malam itu make-upnya agak lebih tebal dari biasanya. Dan Lea memang selalu pintar menyapa penonton dan bercerita. Tiga lagu saja malam itu dari album independen mereka : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Journey of Indonesia&lt;/span&gt;. Penampilan singkat tapi cukup pas dan menggelora. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya jadi tertarik dengan album itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah mendengar sedikit tentang album ini akhir tahun lalu, tapi saya belum sempat menyimaknya. Kebetulan (lagi) saja, di belakang panggung ada yang jual dan tidak butuh pikir panjang untuk segera membelinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu acara selesai, perjumpaan kembali berakhir dan saya pulang dengan CD album itu. Sampai jumpa kawan lama,..  Selamat datang di Banda Naira… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banda Naira adalah duet piano-vocal kedua orang tadi. Nama Banda Naira diambil dari sebuah pulau di perairan Maluku. Entah kenapa mereka memilih Banda Naira sebagai bendera, jelas bukan sekedar turut menamai diri dengan tapak geografis seperti Halmahera, Karimata, Krakatu, mungkin. Hingga kemudian terpilihlah konsep ini, dan saya setuju dengan ulasan wartajazz tentang pilihan mereka : Ada kesan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;noir&lt;/span&gt; dari citra penyanyi solo yang bersanding anggun dengan pemain piano tunggal. Atribut minimalistik yang melambungkan ingatan kita pada crooning beriringkan piano stride dari Édith Piaf (legenda pemilik &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“La Vie En Rose”&lt;/span&gt;). Piaf menarasikan “Milord” dalam gestur monolog mendongak, menghayati drama rayuan lagu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibuka dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Indonesia Pusaka&lt;/span&gt;, salah satu dari empat karya komponis Ismail Marzuki yang masuk dalam Album ini. Langsung terasa solidnya. Duet ini berpadu manis dengan rhythm yang dibangun pemain bass Doni Sundjoyo dan permainan perkusi seorang bule, Philippe Ciminato.  Track selanjutnya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Cinta Indonesia&lt;/span&gt; ciptaan Guruh Sukarno Putra.  Komposisi aroma latino yang ceria. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Cinta Indonesia, padamu beta t’lah menyatu, padamu beta kan setia membela. Oh tanah tumpah darah nan suci mulia”&lt;/span&gt;.  Penuh rangsangan untuk memacu rasa bangga pada tanah air. Saya suka dengan suara tebal Lea di lagu ini, sangat memunculkan karakter yang dinamis..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sepasang Mata Bola&lt;/span&gt; (Ismail Marzuki) dimainkan secara memikat di urutan ketiga. Saya sangat suka dengan model aransemen macam ini. Suara mute trumpet yang dimainkan dengan lirih oleh Indra Artie Dauna (seperti kata Arif Kusbandono), seolah memindahkan kabut malam di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bourbon street&lt;/span&gt; ke Yogyakarta. Sepintas saya membayangkan seperti seorang pemuda pejuang yang sedang berada dalam perjalanan kereta api dari Batavia menuju Jogja, membawa propaganda Indonesia Merdeka. Pepat dengan bisikan patriotik nan romantic.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Jakarta Broadway Singers turut unjuk sentuhan di album ini. Memberi latar yang gempita dan penuh gizi ketika mengiringi nyanyian Lea nan centil menggoda dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sersan Mayor&lt;/span&gt; (Ismail Marzuki). Lea sepertinya paham betul bagaimana melantunkan barisan kata-kata kekaguman pada sosok “idaman hasrat hati” dengan vocal impresif :  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Alangkah manisnya, Miring pecinya. Aku namakan dia burung garuda nan istimewa”&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banda Naira secara gagah berani merekam kembali lagu-lagu wajib jaman SD dulu. Macam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Maju Tak Gentar&lt;/span&gt; (C. Simandjuntak), &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hari Merdeka &lt;/span&gt;(H.Mutahar), &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ibu Kita Kartini &lt;/span&gt;(WR. Supratman) atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Desaku &lt;/span&gt;(L. Manik). Dalam racikan Banda Naira lagu-lagu itu bagai menjadi muda kembali. Istimewa, lezat, benar-benar dalam kemasan anyar nan beda. Hingga nomor-nomor yang kerap terlupa itu singgah kembali dalam deretan playlist , bersanding dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Starlite Carrousel&lt;/span&gt; – Frau, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Speak for Your Self&lt;/span&gt; -  Imogen Heap, atau Sarasvati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun aksen-aksen menawan Banda Naira pada dua lagu yang akan selalu lekat di ingatan sepanjang masa, seperti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Payung Fantasi&lt;/span&gt; (Ismail Marzuki) dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Dibawah Sinar Bulan Purnama&lt;/span&gt; (Maladi). Kian mengukuhkan respek luar biasa atas pilihan bermusik mereka.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;The Journey of Indonesia&lt;/span&gt; sungguh  terasa futuristik. Peluang intepretasi dan menggubah “bait-bait muda patriotik” dan “pesona abadi” para penggubah Indonesia dimanfaatkan seluas-luasnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-4790141556402060447?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/4790141556402060447/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=4790141556402060447' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/4790141556402060447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/4790141556402060447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2010/09/perjalanan-dimulai-lagi-dari-banda.html' title='Perjalanan Dimulai (Lagi) dari Banda Naira'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZa6QAQU3I/AAAAAAAAAJI/HHGkL9ppiXg/s72-c/Copy+of+Banda+Naira.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-5831216772047960039</id><published>2009-06-02T23:30:00.000-07:00</published><updated>2009-06-02T23:31:19.564-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Little Swing'/><title type='text'>Dinosaurs Song</title><content type='html'>Dari sudut sebuah restoran junk food di dekat stasiun Bogor, aku memperhatikan dua orang itu. Seorang calo penumpang angkot, dan seorang lagi pedagang Koran. Mereka berinteraksi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian hanyalah hal biasa di pintu penyebrangan kereta itu??&lt;br /&gt;Bukan.. Bukan itu, yang ku intip…&lt;br /&gt;Tapi ada permainan symbol nan imajiner…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si calo memakai kaos bergambar salah satu Capres.. &lt;br /&gt;Si pedagang Koran juga memakai kaos bergambar, Capres yang lain..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka jual beli canda.. Bekerja sambil bercengkerama..&lt;br /&gt;Ikhlas, dengan senyum dan murni. Tanpa peduli Ultraviolet membumihanguskan ribuan sel di kulit mereka…&lt;br /&gt;Tak nampak tanda-tanda saling bertukar sindiran, seperti yang kemarin ditiupkan tokoh-tokoh yang gambarnya ada di dada mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman menulis : ini sudah jadi gejala.&lt;br /&gt;Dan dua orang itu, bagian yang sempal. &lt;br /&gt;Barangkali juga adalah roda, dalam kendaraan sang elit.&lt;br /&gt;Mereka yang dijual dalam statistic bahan kampanye. &lt;br /&gt;Atas nama rakyat, sebagai wong cilik, sebagai konstituen….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang, tokoh-tokoh didada mereka resmi berkompetisi. &lt;br /&gt;Nomor urut sudah di undi.. Perang didepan mata..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah, bakal ada saling sikut apa dibelakang.. &lt;br /&gt;Tapi aku percaya, kedua manusia itu tiada bergeming dalam perkenalan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mereka tak di dalam lingkaran..&lt;br /&gt;Karena mereka tak paham apa-apa tentang politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan itu yang cukup membahagiakan,.. &lt;br /&gt;(Silahkan,.. Silahkan teruskan canda kalian)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-5831216772047960039?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/5831216772047960039/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=5831216772047960039' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/5831216772047960039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/5831216772047960039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2009/06/dinosaurs-song.html' title='Dinosaurs Song'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-8799750484183527088</id><published>2009-05-21T02:50:00.000-07:00</published><updated>2009-05-21T02:56:47.565-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Little Swing'/><title type='text'>Dear Parmin</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Lha kog&lt;/span&gt; kamu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gak&lt;/span&gt; pernah pulang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tho&lt;/span&gt; min?? Sudah 5 kali lebaran ini kamu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gak&lt;/span&gt; ada kabarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamu disana ngapain &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tho&lt;/span&gt;?? Kerjamu apa??&lt;br /&gt;Saya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gak&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ngerti&lt;/span&gt; min, Memangnya di Jakarta ada apa?? &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kog&lt;/span&gt; bisa sampai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bikin&lt;/span&gt; kamu lupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya liat ditivi sepertinya tinggal di Jakarta memang enak ya???&lt;br /&gt;Mobil dimana-mana, Gedungnya tinggi-tinggi, tempat belanja dan hiburannya juga banyak… Mau apa aja, ada. Gak seperti disini. Sepi, gak ada apa-apanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa di Jakarta mudah dapat uang?&lt;br /&gt;Habis, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kog&lt;/span&gt; sepertinya banyak yang lari untuk mencarinya disana.. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gak&lt;/span&gt; Cuma kamu. Bagong, Gareng, Petruk semuanya sekarang ikutan merantau ke Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan disana juga cantik – cantik ya min??&lt;br /&gt;Makanya, kamu betah disana!!&lt;br /&gt;Lagi-lagi kalo lihat di tivi sepertinya di Jakarta banyak yang &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ayu&lt;/span&gt;.. Yang main di sinetron-sinetron atau di infotemen itu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;lho&lt;/span&gt;??. Cakep-cakep’e…    &lt;br /&gt;Si Sembadra anak pak Carik, pasti kalah ya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oiya min, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Blekberi&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;fesbuk&lt;/span&gt; itu apa?? Katanya semua orang dikota, kalo &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gak&lt;/span&gt; punya itu berarti payah, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gak&lt;/span&gt; gaul.. Kamu punya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tho&lt;/span&gt;??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya nulis surat ini cuma mau bertahu kalau Bapak-mu itu kangen sama kamu.&lt;br /&gt;Jangankan datang, mengirim surat tanda memberi kabar pun kamu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gak&lt;/span&gt; pernah.&lt;br /&gt;Setiap ketemu saya, dia selalu mengeluh. Selalu heran, kenapa kamu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gak&lt;/span&gt; pernah pulang..&lt;br /&gt;Setiap ada berita tentang Jakarta di tivi, dia selalu semangat. Katanya, “Siapa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ngerti&lt;/span&gt; bisa ada Parmin di tivi??”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Mbok&lt;/span&gt; ya kamu kasih kabar &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tho&lt;/span&gt; min?? Di sana kan pasti kamu punya HP, bisa sms kan?? Pak lurah punya HP, nomernya 08123456789. Sms ke beliau saja, kasih tau kabar kamu, nanti pasti disampaikan ke Bapakmu.&lt;br /&gt;Kasian bapakmu dirumah min, sendirian.. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nggarap&lt;/span&gt; sawah juga sendiri. Dia sudah makin tua, tenaganya udah berkurang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sudah, mudah-mudahan surat ini bisa sampai ke kamu. &lt;br /&gt;Syukur – syukur kamu mau pulang kemari. Saya pengen denger cerita kamu tentang Jakarta min. Saya kan juga pengen punya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;blekberi&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;fesbuk&lt;/span&gt;. Biar &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gak&lt;/span&gt; taunya Cuma &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nanem&lt;/span&gt; padi atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nyari&lt;/span&gt; belut saja&lt;br /&gt;Kalau kamu ketemu Luna Maya atau Sandra Dewi, saya titip salam ya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temanmu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kampleng&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-8799750484183527088?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/8799750484183527088/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=8799750484183527088' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/8799750484183527088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/8799750484183527088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2009/05/dear-parmin.html' title='Dear Parmin'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-5998843861947075375</id><published>2009-05-17T20:06:00.000-07:00</published><updated>2009-05-17T20:11:40.818-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dari catatan harian'/><title type='text'>Bulan Diatas Jalan Veteran*</title><content type='html'>Bulan sedang penuh. Bulat menggoda. &lt;br /&gt;Aku masih mengendara dengan kecepatan tetap.&lt;br /&gt;“Disitu, dulu tempat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ketemu&lt;/span&gt;-nya” Laki-laki senja itu berujar. Menunjuk pada sebuah gedung yang nampak renta, agak tak terawat. &lt;br /&gt;Gedung PWI disebuah ruas di Jalan Veteran.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;“Wah, udah lama.. sekitar tahun 73an,“ ia menambahkan ,” dulu sama-sama kerja disitu”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tidak bercerita banyak,.. tapi aku menarik kesimpulan : jalan itu punya kesaksian atas kisah masa mudanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya, kaya anak muda sajalah. Biasa jalan, nyari makan bareng di sekitaran Pecenongan..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Atau sebulan sekali, kalo tanggal muda biasa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nraktir&lt;/span&gt; makan es krim Italia di Ragusa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih menyimak ceritanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dulu, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gak&lt;/span&gt; punya kendaraan. Jadi kalo mau anter pulang ya naik bis kota. “ ujar-nya  lagi. Lalu?? &lt;br /&gt;“Biasa, kalo pulang kerja jalan dulu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nyari&lt;/span&gt; bis di Lapangan Banteng. Dulu ada terminal bis disitu”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesekali juga, iseng jalan ke Pasar Baru. Jalan Kaki”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Cerita berhenti sampai disitu saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada imajinasiku yang menyusul kemudian.. Membayangkan jalan itu di 36 tahun yang lalu.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepasang anak muda, tengah mengejar isyarat. &lt;br /&gt;Mencarinya di sepanjang jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saling bertukar cerita, berbagi kata.&lt;br /&gt;Melepas canda, meledakkan tawa.. Berdua saja..&lt;br /&gt;Dalam media yang paling sederhana. &lt;br /&gt;Tanpa ponsel, tanpa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;facebook&lt;/span&gt;, atau &lt;span style="font-style:italic;"&gt;yahoo messenger&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan Veteran masih menyisakan ruang, dalam ingatan senja laki-laki itu. Ia hanya bercerita dengan datar. Tanpa emosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah pertemuan pertama, juga pertemuan-pertemuan selanjutnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mungkin pertemuan tak pernah terjadi. &lt;br /&gt;Mungkin juga tiada pernah aku menulis diblog ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laki-laki itu, bapakku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Mengambil struktur "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Moon Over Bourbon Street - Sting&lt;/span&gt;"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-5998843861947075375?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/5998843861947075375/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=5998843861947075375' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/5998843861947075375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/5998843861947075375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2009/05/bulan-diatas-jalan-veteran.html' title='Bulan Diatas Jalan Veteran*'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-4991363899301472898</id><published>2009-05-12T06:46:00.000-07:00</published><updated>2009-05-12T07:00:33.090-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sound like Sonnet'/><title type='text'>Seniman KRL</title><content type='html'>Baru beberapa detik kereta listrik itu melaju dibawah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;fly over&lt;/span&gt; Jagakarsa. Bergerak ke selatan. Matahari sudah naik menuju sepenggal galah, saat saya menengok ke jendela.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria tambun serba hitam lusuh,  bersandal jepit datang masuk dari gerbong depan.. Kulitnya gelap, wajahnya agak kumal, dan ada beberapa butir keringat disekitar dahinya. &lt;br /&gt;Di tangan kirinya tergantung plastik bungkus permen, seperti yang biasa digunakan untuk menampung uang receh.. Ia pengamen (tanpa alat musik sama sekali) ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba ia duduk, bersila.. seperti tapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memejam mata, sebentar.. ada tarikan nafas.&lt;br /&gt;Ia menyanyi : tembang jawa !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Damn&lt;/span&gt;, bagus banget!! Menjadi letupan di waktu sepagi itu…&lt;br /&gt;Orang ini pasti tidak bernyanyi dengan sembarangan.. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Power&lt;/span&gt; oke. dan yang paling &lt;span style="font-style:italic;"&gt;basic&lt;/span&gt; :  mengartikulasi tembang itu dengan melodius. Menggamit nuansa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang susah itu, bisa ia capai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;gak&lt;/span&gt; paham lirik apa yang ia senandungkan. Bahasa jawa klasik. Yang saya ngerti Cuma beberapa kata saja : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;surya&lt;/span&gt; (matahari), &lt;span style="font-style:italic;"&gt;candra&lt;/span&gt; (bulan), &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bayu&lt;/span&gt; (angin), &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bhumi&lt;/span&gt; (bumi), &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tirta&lt;/span&gt; (air), &lt;span style="font-style:italic;"&gt;agni&lt;/span&gt; (api). Orang itu nampak menghayati tembang sekuat tenaga. Sepanjang bernyanyi ia banyak memejamkan mata. Seolah mencari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;soul&lt;/span&gt;¬nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia bernyanyi, seperti berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau sepenggal kalimat hampir utuh di ujung-ujung tembang :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nguribi jagad tan leren&lt;/span&gt;,… &lt;br /&gt;kalo saya gak salah artinya kurang lebih :&lt;br /&gt;Menghidupi dunia tanpa berhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa makna dari tembang itu. Sepertinya ada hal vertikal yang menempel pada muatan sang tembang. Seperti kebanyakan tembang-tembang jawa yang dramatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak pernah mudah bisa melantun tembang jawa sedemikian baik. Orang itu pasti punya pengalaman yang cukup dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;nembang&lt;/span&gt;. Tapi kenapa ia sampai di kereta ini??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini secuil dari rahasia kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia lalu berdiri, pamit. Lalu memohon kontribusi se-ikhlasnya dari orang-orang seantero gerbong. Seribu rupiah dari kantong jaket, mungkin terlalu tak berharga dibanding kelangkaan itu. Di rimba bernama Jakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-4991363899301472898?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/4991363899301472898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=4991363899301472898' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/4991363899301472898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/4991363899301472898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2009/05/seniman-krl.html' title='Seniman KRL'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-6081743750696501127</id><published>2009-05-10T23:18:00.000-07:00</published><updated>2009-05-10T23:21:52.920-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dari catatan harian'/><title type='text'>Sore Tugu Pancoran</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tak ku pelajari dimana pelangi itu,&lt;br /&gt;Diantara kabut ku cari jemari itu&lt;br /&gt;(Mata Berdebu – SORE)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketar – ketir. Menteng basah, .&lt;br /&gt;Senja hampir habis, apa di selatan hujan juga??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum hujan. Sehabis adzan magrib berangkat. jadi juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek Rumah kaca memulai dengan “Jalang”,&lt;br /&gt;SORE menutup dengan “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Funk The Hole&lt;/span&gt;”&lt;br /&gt;Suka gak ??&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Semoga Cepat sembuh&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tribun mulai gelap,…&lt;br /&gt;Leher pegel… pinggang agak gak karuan&lt;br /&gt;posisi duduk tidak menguntungkan..&lt;br /&gt;Demikianlah teater…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak ada&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt; yang tersedia selain&lt;span style="font-style:italic;"&gt; junk food&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;Hampir tengah malam&lt;br /&gt;Hajar saja-lah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kijang 1 tiba di markas dengan selamat&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macet,.. Berjejalan.. mencuri lahan parkir..&lt;br /&gt;Tiba juga akhirnya.&lt;br /&gt;Manik – manik. Kain. Apa sajalah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blok S..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film Komersil di bioskop... Mendadak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Gusi juga agak nyeri. Sama gak dengan tamblan gigi yang hampir habis&lt;/span&gt;?? )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentara Budaya&lt;br /&gt;Paling rame sepanjang sejarah.. ada GIGI&lt;br /&gt;Kuat berdiri seperti nonton bola??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Byuurr&lt;/span&gt;... Hujan kan??&lt;br /&gt;Payung membentang...&lt;br /&gt;Macam nonton layar tancep ya??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pulang...  &lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pameran foto. Pasar baru yang tua.&lt;br /&gt;Panas berhenti.. Tanpa berita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sendiri-lah… &lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore, diatas &lt;span style="font-style:italic;"&gt;fly over &lt;/span&gt;pancoran&lt;br /&gt;Kembali ke kantor..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iseng di atas Meja kerja&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Judul lagu Iwan fals, asal &lt;span style="font-style:italic;"&gt;comot&lt;/span&gt; saja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-6081743750696501127?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/6081743750696501127/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=6081743750696501127' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/6081743750696501127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/6081743750696501127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2009/05/sore-tugu-pancoran.html' title='Sore Tugu Pancoran'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-729986296834683851</id><published>2009-05-06T02:51:00.000-07:00</published><updated>2009-05-06T02:57:03.032-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Little Swing'/><title type='text'>(Memaksa) Sting Bertanya, (Memaksa) Sapardi Menjawab</title><content type='html'>&lt;em&gt;How could I be this way when I pray to God above&lt;/em&gt;? &lt;br /&gt;( &lt;em&gt;Moon Over Bourbon Street&lt;/em&gt;; 1985)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia pun suatu saat ingin meloloskan dirinya ke dalam doa,&lt;br /&gt;Tetapi tak pernah mengetahui awal dan akhir sebuah doa.&lt;br /&gt;Barangkali seluruh hidup adalah sebuah doa yang panjang.&lt;br /&gt;(Pada Suatu Malam; 1964)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Have you seen a bright lily grow Before rude hands have touched it&lt;/em&gt;? &lt;br /&gt;(&lt;em&gt;Have you seen the bright Lily Grow&lt;/em&gt;?; 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada alasan untuk memahami&lt;br /&gt;Kenapa wanita yang selama ini rajin menyiraminya&lt;br /&gt;dan selalu menatapnya dengan pandangan cinta ini&lt;br /&gt;kini wajahnya anggun dan dingin,&lt;br /&gt;menanggalkan kelopaknya selembar demi selembar &lt;br /&gt;dan membiarkannya berjatuhan menjelma pendar-pendar di permukaan kolam&lt;br /&gt;(Bunga,2,; 1975) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Whenever the TV makes me mad, whenever I'm paralyzed with fear &lt;/em&gt;? &lt;br /&gt;(&lt;em&gt;Whenever I Say Your Name&lt;/em&gt;; 2003)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hafalkan namamu. Tikungan demi tikungan,&lt;br /&gt;Warna demi warna tanda-tanda jalanan yang menunjuk ke arah kita,&lt;br /&gt; yang kemudian menjanjikan arah yang kabur&lt;br /&gt;(New York, 1971; 1971)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Turn on the radio, the static hurts my ears. Tell me, where would I go&lt;/em&gt;? &lt;br /&gt;(&lt;em&gt;When The World Is Running down, You Make The Best of What’s Still Arround&lt;/em&gt;; 1986)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cahaya bertebaran disekitarmu,&lt;br /&gt;Butir-butirnya membutakan dua belah matamu.&lt;br /&gt;Lupakah kau bahwa baru saja meninggalkan dermaga?&lt;br /&gt;(Cahaya Bertebaran; 1970)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Convince an enemy, convince him that he's wrong, Is to win a bloodless battle where victory is long  &lt;/em&gt;? &lt;br /&gt;(&lt;em&gt;History will teach us nothing&lt;/em&gt;; 1987)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saksikan saja dengan teliti bagaimana Matahari &lt;br /&gt;memulasnya warna-warni sambil diam – diam&lt;br /&gt;membunuhnya dengan hati-hati sekali dalam kasih sayang;&lt;br /&gt;Lihat, ia pun terkulai perlahan-lahan&lt;br /&gt;dengan indah sekali&lt;br /&gt;(Sonet : Hei! Jangan Kau patahkan; 1967)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;After the tears have washed your eyes, You'll find that I've take nothing&lt;/em&gt;? &lt;br /&gt;(&lt;em&gt;After The Rain Has Fallen&lt;/em&gt;; 1999)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku kirim padamu beberapa patah kata &lt;br /&gt;yang sudah langka -&lt;br /&gt;jika suatu hari nanti mereka mencapaimu, &lt;br /&gt;rahasiakan, sia-sia saja memahamiku;&lt;br /&gt;Dalam setiap kata yang kau baca &lt;br /&gt;selalu ada huruf yang hilang –&lt;br /&gt;kelak kau pasti kembali menemukannya&lt;br /&gt;di sela-sela kenangan penuh ilalang&lt;br /&gt;(Sajak-Sajak Empat Seuntai;1989)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Every place around the world (it seemed the same) can't hear the rhythm for the drums &lt;/em&gt;? &lt;br /&gt;(&lt;em&gt;Jeremiah Blues&lt;/em&gt;(&lt;em&gt;Part &lt;/em&gt;1); 1991)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barangkali sudah terlalu sering ia mendengarnya,&lt;br /&gt;dan tak lagi mengenalnya&lt;br /&gt;(Hujan Dalam Komposisi, 1; 1969)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;In the cold weather, a hand needs a glove, At times like this, a lonely man like me needs love &lt;/em&gt;? &lt;br /&gt;(&lt;em&gt;Epilouge&lt;/em&gt;; 1993)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti engkau berbicara di ujung jalan&lt;br /&gt;-Waktu dingin, sepi gerimis tiba-tiba&lt;br /&gt;seperti engkau memanggil-manggil dikelokan itu &lt;br /&gt;untuk kembali berduka-&lt;br /&gt;untuk kembali kepada rindu panjang dan cemas&lt;br /&gt;seperti engkau yang memberi tanda tanpa lampu-lampu&lt;br /&gt;(Gerimis Kecil di Jalan Jakarta, Malang; 1968)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Red the port light, Starboard the green, How will she know of the devils I've seen &lt;/em&gt;? (&lt;em&gt;Valparaiso&lt;/em&gt;; 1996)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan mengirim air matanya &lt;br /&gt;ke tanah-tanah cahaya, ke kutub-kutub bulan&lt;br /&gt;ke landasan cakrawala; kepalanya diatas bantal&lt;br /&gt;lembut bagaikan bianglala&lt;br /&gt;(Pertemuan; 1968)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;When the map you have leads you to doubt, When there's no information, Does the compass turns to nowhere that you know well &lt;/em&gt;?? &lt;br /&gt;(&lt;em&gt;Let Your Soul Be Your Pilot&lt;/em&gt;; 1996)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendadak kau mengabut dalam kamar, &lt;br /&gt;mencari-cari dalam cermin&lt;br /&gt;Tapi cermin buram kalau kau entah dimana, &lt;br /&gt;kalau kau mengembun dan menempel dikaca, &lt;br /&gt;kalau kau mendadak menetes dan terpercik kemana-mana; &lt;br /&gt;dan cermin menangkapmu sia-sia&lt;br /&gt;(Cermin, 2; 1980)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;All the bloodshed, all the anger, All the weapons, all the greed, All the armies, all the missiles, All the symbols of our fear, There is a deeper wave than this&lt;/em&gt;?? &lt;br /&gt;(&lt;em&gt;Love Is The 7th Wave&lt;/em&gt;; 1985)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih adakah?&lt;br /&gt;Alangkah angkuhnya langit&lt;br /&gt;Alangkah angkuhnya pintu yang akan menerima kita seluruhnya&lt;br /&gt;Seluruhnya kecuali kenangan &lt;br /&gt;pada sebuah gua yang menjadi sepi tiba-tiba&lt;br /&gt;(Sehabis Mengantar Jenazah; 1967)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;To save his farm from the banker's draft, The farmer took out a book on some old witchcraft, (then) He made a spell and a potion on a midsummer's night &lt;/em&gt;?? &lt;br /&gt;(&lt;em&gt;Heavy Cloud No Rain&lt;/em&gt;; 1993)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan, yang mengenakan mantel, sepatu panjang, &lt;br /&gt;dan payung, berdiri disamping tiang listrik.&lt;br /&gt;Katanya kepada lampu jalan, “Tutup matamu dan tidurlah.&lt;br /&gt;Biar Kujaga malam”.&lt;br /&gt;“Kau hujan memang suka serba kelam serba gaib serba suara desah,&lt;br /&gt;Asalmu dari laut, langit, bumi.&lt;br /&gt;Kembalilah, jangan menggodaku tidur.&lt;br /&gt;Aku sahabat manusia. Ia suka terang&lt;br /&gt;(Percakapan Malam Hujan; 1973) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Must I praise the leaves where no fruit I find&lt;/em&gt;? &lt;br /&gt;(&lt;em&gt;Can She Excuse My Wrongs&lt;/em&gt;?; 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat tiada pun tiada, aku berjalan &lt;br /&gt;(tiada gerakan, serasa isyarat)&lt;br /&gt;Kita pun bertemu&lt;br /&gt;Sepasang Tiada tersuling &lt;br /&gt;(tiada gerakan, serasa nikmat) :&lt;br /&gt;Sepi meninggi&lt;br /&gt;(Dalam Doa : II; 1968)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sometimes I see your face, The stars seem to lose their place. Why must I think of you&lt;/em&gt;? &lt;br /&gt;(&lt;em&gt;Why Should I Cry for you&lt;/em&gt;; 1991)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sehabis suara gemuruh itu yang tampak olehku, &lt;br /&gt;hanyalah tubuhmu telanjang dengan rambut terurai &lt;br /&gt;Mengapung dipermukaan air bening yang mengalir tenang –&lt;br /&gt;Tapi,.. tak kau sahut panggilanku&lt;br /&gt;(Sehabis Suara Gemuruh ; 1973)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Did you ever wonder what you'd been carrying since the world was black&lt;/em&gt;? &lt;br /&gt;(&lt;em&gt;Dead Man’s Rope&lt;/em&gt;; 2003)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya. Di ruangan ini kita gaib dalam gema.&lt;br /&gt;Diluar malam hari mengendap, kekal dalam rahasia&lt;br /&gt;Kita pun setia memulai percakapan kembali&lt;br /&gt;seakan abadi, menanti-nanti lonceng berbunyi&lt;br /&gt;(Dalam Sakit; 1967)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;It's a shaggy kind of story, Would I tell you if I thought it was a lie&lt;/em&gt;? &lt;br /&gt;(&lt;em&gt;Perfect Love Gone Wrong&lt;/em&gt;; 1999)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak usah.&lt;br /&gt;Pada suatu hari nanti jasadku tak akan ada lagi&lt;br /&gt;Tapi dalam bait-bait sajak ini, &lt;br /&gt;kau takkan kurelakan sendiri&lt;br /&gt;Pada suatu hari nanti impianku pun tak dikenal lagi&lt;br /&gt;Namun disela-sela huruf sajak ini, &lt;br /&gt;kau takkan letih-letihnya kucari&lt;br /&gt;(Pada Suatu Hari Nanti; 1991)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;The sky turned to black, Would he ever come back&lt;/em&gt;? &lt;br /&gt;(&lt;em&gt;Tea In The Sahara&lt;/em&gt;, 1987)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki tua yang rajin itu, mati hari ini&lt;br /&gt;Sayang bahwa ia tak bisa menjaga kuburnya sendiri&lt;br /&gt;(Tentang Seorang Penjaga Kubur yang Mati;1964)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;My comfortable existence is reduced to a shallow meaningless party&lt;/em&gt;? &lt;br /&gt;(&lt;em&gt;Driven To Tears&lt;/em&gt;; 1986)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entahlah. Aku memesan rasa sakit &lt;br /&gt;yang tak putus dan nyaring lengkingnya, &lt;br /&gt;memesan rasa lapar yang asing itu&lt;br /&gt;(Di Restoran; 1989)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-729986296834683851?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/729986296834683851/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=729986296834683851' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/729986296834683851'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/729986296834683851'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2009/05/memaksa-sting-bertanya-memaksa-sapardi.html' title='(Memaksa) Sting Bertanya, (Memaksa) Sapardi Menjawab'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-5658700833726862357</id><published>2009-05-03T21:42:00.000-07:00</published><updated>2009-05-03T21:51:40.548-07:00</updated><title type='text'>Cambodia</title><content type='html'>Khmer Merah hanyalah segelintir dari rezim yang penuh darah dan sangat gawat. Antara 1975 – 1979, Kamboja benar – benar dibuat rata dengan tanah oleh sejumlah kecil penganut Marxisme-Leninisme yang berhati batu. Dengan pengalaman yang minim dalam pemerintahan, “Organisasi Revulusioner” ini membangun rencana muluk dalam mencapai tatanan baru komunis hanya dalam semalam.  Lantas mereka memperkosa hak hidup rakyat kamboja  demi memulai revolusi Marxis-Leninis paling instant, paling kejam dan paling ambisius sepanjang sejarah.&lt;br /&gt;Khmer mengambil jutaan rakyat sebagai mesin pekerja demi mencapai “kedaulatan” Kamboja. Rakyat yang menolak bergabung dengan “revolusi” dan menghindari kerja paksa dicap sebagai musuh bangsa, diperlakukan dengan kasar.  Perpaduan akibat rencana sembrono, kepemimpinan buruk, kerja paksa diluar batas itu kemudian memicu malapetaka. Perekonomian rontok, rawan pangan, beras habis, dan kelaparan merebak. Dalam kurun waktu tersebut, sekurangnya 1,4 juta rakyat kamboja mati. Ada yang mati karena kurang makan, kesehatan buruk dan  dihukum mati secara teratur dan massal.&lt;br /&gt;Demikian secuil gambaran yang satir tentang &lt;em&gt;the killing fields &lt;/em&gt;dalam pengantar : &lt;em&gt;Stay Alive, My Son &lt;/em&gt;sebuah kisah pribadi seorang rakyat Kamboja bernama Pin Yathay. Sebelum kebijakan kader-kade Khmer merah yang paranoid itu meletus di 1975, Yathay adalah seorang insinyur berusia sekitar 30an yang bekerja pada Kementrian Pekerjaan Umum yang hidup normal dengan istri dan anaknya. Tapi kemudian “revolusi” itu meledak kesetanan, meruntuhkan system social ke titik tragis dan Phnom Penh pun menjadi tempat yang tidak lagi nyaman. &lt;br /&gt;Hidup mereka jadi semakin menderita. Revolusi yang membabi buta tanpa kemanusiaan menghantarkan kehidupan yang miris. Hidup super prihatin, dalam  siang malam yang gelisah digentayangi hantu represif tentara Khmer. Selama dua tahun pertama Kamboja berubah menjadi penjara tani besar-besaran. Rombongan keluarga Yathay  terus dipindah-pindah dari satu daerah ke dareah kerja yang berakhir diwilayah barat laut yang buas dibawah pengawasan kader Khmer Merah. Mereka dipaksa bekerja di luar batas, Semua mati dengan sangat mengenaskan. Merasa ngeri karena terancam hukuman mati, Yathay bertekad kabur melintasi pegunungan yang ganas menuju Thailand.&lt;br /&gt;Hal yang paling mencekam dari buku ini adalah drama pelarian itu. Saat demi memudahkan pelarian Yathay dan istrinya harus meninggalkan Nawath, putra mereka berusia 6 tahun yang sedang sakit ditangan orang yang bersedia merawat anak itu. Setidaknya saya mencatat dua konflik maha dahsyat yang berkecamuk dalam diri Yathay. &lt;br /&gt;Pertama, pada detik-detik meninggalkan Nawath yang sedang sakit. Dimana Yathay mati-matian menekan airmata, bergulat dengan perasaan, menemukan kata-kata perpisahan yang elegan pada Nawath. &lt;br /&gt;Kedua, sesaat setelah Any, istrinya hilang ditengah kobaran api di hutan..  Artinya, hanya dalam tempo duapuluh tujuh bulan, ia kehilangan tujuhbelas anggota keluarganya. Dalam kecamuk gundah itu Yathay masih sempat menggumam :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sesaat aku sadar bahwa dia telah memilih pengorbanan teragung seorang ibu. Orang bilang bahwa pengorbanan teragung seorang ibu adalah mati bersama anaknya. Keliru – bila kematian sudah tak terelakkan, pengorbanan paling mulia seorang ibu adalah meninggalkan anaknya, bila hal itu memperpanjang hidup anak itu"&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dintara semua anggota keluarganya, (mungkin) hanya Nawath saja yang masih hidup. Atau begitulah harapan Yathay. Setahun sebelum itu ayahnya sendiri yang sedang sekarat telah memohon padanya agar “bertahan hidup”. Permohonan serupa pula yang diucapkannya pada Nawath sebelum pelarian yang menguras tenaga itu. Belakangan, Yathay tak lagi mendengar berita tentang Nawath. Masih hidup atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, bagaimana sejarah manusia harus dibasahi kedukaan segawat itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagasan &lt;em&gt;Stay Alive My Son &lt;/em&gt;sama menggetarkannya dengan auto-genocide yang menjadi benang merah &lt;em&gt;A Cambodian Odyssey &lt;/em&gt;(1987). Sama-sama membuka mata tentang revolusi yang kesasar dan tentang ratusan ribu jiwa yang jadi korban sia-sia demi serangkaian gagasan kosong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Kau harus bertahan hidup. Ingatlah : Pertahankan Hidupmu, Putra-ku….”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Nawath mendengarkan dengan diam, mengangguk, matanya tetap kering dan tampak serius – terlalu serius bagi seorang anak laki-laki berusia 6 tahun. Tapi aku bangga dengan dirinya dan keberaniannya. Keberanian yang melebihi keberanianku&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;(Pin Yathay)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-5658700833726862357?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/5658700833726862357/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=5658700833726862357' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/5658700833726862357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/5658700833726862357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2009/05/cambodia.html' title='Cambodia'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-3384256876472763145</id><published>2009-04-30T21:53:00.000-07:00</published><updated>2009-04-30T21:54:53.322-07:00</updated><title type='text'>Pintu</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jauh perjalanan mencari intan pujaan&lt;br /&gt;Aduhai, dimana puan mengapa pergi tanpa pamitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembah Ku turuni, bukit nan tinggi ku daki&lt;br /&gt;Aduhai, tak kunjung jumpa mengapa hilang tak tertentu rimba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laut, hempaskan ku padanya&lt;br /&gt;Bintang tunjukkan arah, oh angin bisikkanlah dimana dia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati cemas bimbang, harapan timbul tenggelam..&lt;br /&gt;Permata hati, mungkinkah kelak berjumpa lagi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak banyak informasi tentang lirik di atas. SORE – Pergi Tanpa Pesan. Cuma sebaris kata ini : &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“a reworking of a forgotten Indonesian classic from the late 1950s&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Forgotten?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya lagu secanggih ini (in my opinion) masih ada yang mengapresiasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SORE,..  SOREZEBAND&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SORE ?? Siapa SORE?? Baru kemarin magrib seorang drummer kidal menggulirkan itu lagi. Mengulang ketidaktahuan banyak orang..  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena SORE jarang nongol di tivi??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi, tapi memang saya yang beruntung. Bisa jatuh hati pada “Pergi Tanpa Pesan”,.. lalu kenal SORE. &lt;br /&gt;Lagu itu tanpa basa-basi membuat saya tidak bisa menghindar. Pintu untuk pencarian yang makin penasaran.. Apa lagi yang dilakukan SORE?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa lagu di beberapa album soundtrack.. Dua album studio mereka “Centralismo” dan “Ports of Lima” sudah saya dapat. Semuanya sudah nyaman dalam playlist sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya putar tak tentu waktu, saya simak. Dan kebanggaan saya atas musik negeri dalam negeri hari ini seperti terselamatkan. &lt;br /&gt;Saya suka SORE. Titik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa musik SORE?? E&lt;span style="font-style:italic;"&gt;lectrical pop absurd? Indonesiana Rock Revival ? College Rock ? Chamber Pop ? Indie Rock ? Psychedelia??&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;.., &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Monggo monggo wae…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Atau, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Imagine The Beatles grew up in the Pacific, listening to the music of Steely Dan, Morrissey, Interpol, and Antonio Carlos Jobim?? Their music is a curious blend of traditional pop song-writings and mood explorations, ranging from the calmest whisper to the Wagnerian exuberance of the horn sections and fuzz guitars??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sak-karepmu &lt;/span&gt;lah.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling penting : Saya suka SORE. Titik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-3384256876472763145?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/3384256876472763145/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=3384256876472763145' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/3384256876472763145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/3384256876472763145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2009/04/pintu.html' title='Pintu'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-7711332536386548303</id><published>2009-04-28T18:41:00.000-07:00</published><updated>2009-04-28T19:07:25.631-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Editorial'/><title type='text'>Entry</title><content type='html'>Koesalah tak ingat lagi untuk keperluan apa pada hari Rabu di bulan Juli 1996 itu ia berkunjung ke rumah kakaknya. Karena datang sekitar tengah hari, ia dipersilahkan makan dan diterimanya tawaran itu. Ditengah makan itu kakaknya berujar dengan bangga : “Lihat itu, aku dapat award!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menengok ke atas buffet yang ditunjuk sang kakak, tapi karena sedang makan, tidak sempat Pak Koes mengamatinya.&lt;br /&gt;“Award apa?’’&lt;br /&gt;“Dari Partai Rakyat Demokratik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habis makan, Pak Koes gak ingat lagi pada award itu. Tapi sewaktu mau pulang dan sudah di depan rumah, ia ingat dan bertanya pada kakaknya :&lt;br /&gt;“Megawati mau dihajar, ya?”&lt;br /&gt;Ia tanya demikian karena pemberitaan gencar surat – surat kabar sekitar tindakan rekayasa pemerintah untuk menjatuhkan Mega sebagai pempimpin Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Rekayasa itu terlihat sangat gambling, bahkan oleh orang yang buta politik sekalipun. Megawati dan para pendukungnya berkeras menolak paksaan dan pemerintah semakin tidak sabar menghadapinya, dimana angkatan bersenjata sudah tentu siap bergerak.&lt;br /&gt;Apa jawaban kakaknya ia tak ingat lagi. Kalau tak salah, sang kakak mengatakan bahwa sewaktu – sewaktu bisa saja terjadi kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang menuju rumahnya di Depok, Koesalah naik metromini sampai Megaria dan dari situ meneruskan perjalanan dengan KRL dari stasiun Cikini.&lt;br /&gt;Belum lagi masuk persimpangan depan Megaria, jalanan sudah macet, sehingga ia terpaksa turun dan selanjutnya berjalan kaki. Jalan Dipoegoro macet. Yang dinamakan “mimbar bebas” digelar disitu. Banyak orang bergerombol, dan orasi pembicara pun terdengar dari jauh.&lt;br /&gt;Dari kereta ia sempat melongok ke jendela. Tampak memang manusia membludak, Orang – orang di kiri-kanan pun melongok, tapi tanpa komentar. Karena kereta berjalan cepat, tidak jelas siapa yang berbicara dan apa yang dibicarakan.&lt;br /&gt;Tidak disangka, tiga hari kemudian meletus apa yang dinamakan “Peristiwa 27 Juli”. Hari itu juga televisi menjadikannya headline. Semua orang pun membicarakannya.&lt;br /&gt;Pertama, kantor PDI telah diserbu anak buah Surjadi, ketua PDI hasil kongres di Medan.&lt;br /&gt;Kedua, polisi hadir tetapi tidak bertindak apa-apa.&lt;br /&gt;Ketiga, militer campur tangan, lalu terjadi kekerasan termasuk pembunuhan, dengan korban dalam jumlah banyak.&lt;br /&gt;Keempat, massa menjadi beringas dan membakar sejumlah gedung dan mobil.&lt;br /&gt;Kelima, kerusuhan menjalar sampai ke Salemba, Cikini dan Senen.&lt;br /&gt;Suara umum mengecam pemerintah dan tindakan represif aparat. Sebaliknya pemerintah lewat media massa mengkambinghitamkan PRD!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah yang dirangkum dari sebuah entry catatan pribadi Koesalah Soebagyo Toer tentang sang kakak, Pramoedya Ananta Toer. Sang kakak adalah sebuah monumen. Sudah banyak yang mengupas tentang beliau, baik yang berhubungan dengan karya sastranya, Lekra ataupun Pulau Buru.  Sang Adik sadar, bahwa kakaknya bukan hanya lagi milik keluarga. Sang kakak yang telah melambung, melintasi sekat-sekat budaya dan organisasi itu telah menjadi milik bangsa, bahkan telah pula melintasi batas-batas negeri yang menjadikannya menjadi milik internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi “Mas Pram dan PRD” adalah kurva lain. Cuma satu dari sekian banyak sekali entry catatan, beraneka rupa warnanya dan ditulis secara sangat personal, dari seorang adik kepada kakaknya. Ini yang sangat jarang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-7711332536386548303?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/7711332536386548303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=7711332536386548303' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/7711332536386548303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/7711332536386548303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2009/04/entry.html' title='Entry'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-5733778282919382003</id><published>2009-04-26T19:04:00.001-07:00</published><updated>2009-04-26T19:04:51.229-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sound like Sonnet'/><title type='text'>Tisu Bekas</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CINSTAL%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Blues punya sejarah sosial, politik dan rasial yang mengusik pikiran. Dalam sejarah awal musikal yang hanya didapat melalui tradisi lisan dimana hampir semua pelakunya adalah kulit hitam yang pada zaman itu masih banyak yang berstatus sebagai budak. &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; budak menyanyikan lagu-lagu yang menceritakan penderitaan berat dan kemalangan mereka sebagai bentuk reaksi terhadap ketertindasan. Seperti penderitaan yang ditampilkan dalam nyanyian dan teriakan berirama juga penghayatan akan kesenduan hidup. Memberi suara untuk rasa terasing dan terbuang yang muncul, akibat perbudakan yang memaksa, semena – mena bahkan sampai membunuh. Mereka melantunkan barisan kata lirih, lalu gitar mereka menyahut dengan melodi selaras melengking menembus dasar hati, konon itulah Blues.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang pernah menuturkan singkat “Bertahun -&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tahun musik ini hanya terekam dalam ingatan, dimainkan spontan dan hanya bagi dirinya sendiri”. Menjadi saksi atas perbudakan, perang sipil, kerja paksa, kematian, pembunuhan, pelacuran, penjara. Blues memang identik dengan kegusaran yang pekat dan depresif.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Tapi aku mengenal Blues lewat jendela yang sebaliknya. Lewat seorang Eric Clapton. Ia bukan seorang musisi blues murni, tapi ia menggunakan blues sebagai dasar dalam berkembang. Ia bermain lirih, khas blues. Tapi tak melulu &lt;i style=""&gt;blue&lt;/i&gt;, masih ada kehangatan sinar matahari dan romantisme yang seimbang. Sejak itu aku mulai mengintip Blues dari sebilik kamar di sebuah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; kecil. Tidak luas, hanya sedapatnya saja. Aku mulai mengenal Willie Dixon yang gemar berpuisi dengan Blues. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; sebuah rekaman Willie yang aku dapat, katanya itu rekaman tahun 50an. Sangat kental aroma delta mississipi –nya. Repertoir Willie saat itu makin menyajikan harapan bahwa Blues bisa jadi formula yang magis untuk menghasilkan semangat memulai garap skripsi. Beruntun kemudian aku menemukan Kenny Wayne Shepherd Band, Joe Louis Walker, Clarence G. Brown, Chet Atkins.. Semuanya ku lahap mentah-mentah dan efek sampingnya adalah Blues semakin meradang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Aku mulai tertarik dengan B.B King . Orang ini memang racun, ia &lt;i style=""&gt;mixed&lt;/i&gt; tangga nada dan reperoir blues dengan teknis jazz ala &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Memphis&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;. Hasilnya memang bener-bener racun.. Aku jadi semakin bergairah menelusuri jejak pemain blues orisinil dengan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;gaya&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; setipe B.B dalam kiprah Buddy Guy, Otis Rush, Clapton sampai ke Robert Cray dan Stevie Ray Vaughan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;Sebuah catatan : “Asal usul blues tidak seperti asal usul hidup, ia tak terlempar begitu saja di dunia”. Demikian itu kembali ikut bergerak dan melayang di pikiran setelah beberapa malam terakhir aku sibuk menyimak DVD konser BB King : Live In &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Memphis&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;.. Sebelumnya aku agak jarang menyimak Blues seliat dulu,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tapi bisa menyaksikan B.B bermain Blues dengan tulus saat ia tak lagi kuat berdiri, seolah membangkitkan kembali perhatianku pada Blues. Aku jadi ingat, aku masih belum mencicipi Muddy Waters, John Lee Hooker, T-Bone Walker dan Bassie Smith dengan memadai. &lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Terima kasih atas B.B King Live In &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Memphis&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; yang tiba-tiba itu. &lt;i style=""&gt;So Thankfull&lt;/i&gt;.. Blues terdengar sejuk di siang yang menyengat ini.. Telingaku nyaman saat diperdengarkannya.. Kalaupun aku masih bekeringat, masih ada tisu bekas yang membantu… &lt;i style=""&gt;Everything would be fine,..&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-5733778282919382003?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/5733778282919382003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=5733778282919382003' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/5733778282919382003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/5733778282919382003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2009/04/tisu-bekas.html' title='Tisu Bekas'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-7466237077109514527</id><published>2008-12-30T00:23:00.000-08:00</published><updated>2008-12-30T00:36:59.886-08:00</updated><title type='text'>Drupadi Versi Dian Sastro (saya tidak belajar jadi kritikus)</title><content type='html'>Ada pujian, tapi cukup banyak ketidakpuasan pada Drupadi. Entah kenapa, saya tidak tau. Ada ratusan kepala yang menunggu, mengintai Drupadi sejak premiernya kemarin. Banyak penonton disetiap pemutaran, dan setiap pemutarannya adalah cawan yang mau tidak mau harus menampung bergulirnya subyektifitas yang masing-masing itu. Dari atas kebawah, hulu atau hilir, kanan kiri, belakang depan, punggung ke muka.&lt;br /&gt;Bagi penggemar pada epik Mahabarata, pasti akan mudah menggulirkan tebakan pada (semacam) monolog di pembuka film : Amuk murka Drupadi kepada seluruh ksatria yang pada purnama itu larut dalam sebuah permainan dadu di ruang kebesaran Hastinapura. Drupadi yang bertanya, meramal dosa keturunan Barata di kemudian hari , menunjuk pada muka kekejian, menangisi diam pandawa, mencari sisa nurani Destarata, Dorna, Kripacarya atau Widura... Monolog itu melatari pilihan visual atas Bharatayudha (ditulis di program guide Jifest sebagai puncak film ini). Pilihan berpuisinya jatuh pada gambar. Mengirim pesan dari medan kurusetra.&lt;br /&gt;Bagian pertama adalah Sayembara. Tidak ada Panchala (yang saya lihat begitu), hanya Drupadi yang menjadi perhatian. Ada pesona, yang ingin digambar dari wajah kecantikan Dian Sastro. Ada Pandawa, yang lima. Yudhisthira, Bima (yang kali ini badannya tidak lebih besar dari sang kakak), Arjuna dengan teknik &lt;em&gt;voice over&lt;/em&gt; yang mirip Soe Hok-Gie, Nakula-Sadewa yang sepertinya sulit mencari orang kembar.  Dan dari kubu Kurawa saya hanya melihat Karna. Ada proses yang terlewati (mungkin sengaja dilewati) dalam penolakan Karna oleh Drupadi. Tanpa keengganan yang keras dari Drupadi, kekecewaan kurawa, dan rasa terhina Karna yang dahsyat. Selanjutnya mengalir, kemenangan Arjuna (disini sang ksatria berhasil membidik setangkai bunga, dan memecahnya menjadi 5 bagian), diikuti senyum puas drupadi, dan Pandawa memboyong Drupadi pada Dewi Kunti&lt;br /&gt;Bagian kedua adalah janji Dewi Kunti. Pilihannya jatuh bukan pada versi jawa. Kira-kira adalah bahwa segala sesuatu yang dimiliki Pandawa adalah untuk mereka berlima. Ada bagian, dimana Drupadi tengah membagi dirinya untuk kelima pandawa. Kata teman saya, itu ”gak jadi”. Katanya, Sosok Drupadi jadi kehilangan keanggunan.. Tapi biarlah, warna air laut juga gak harus biru di surealis.&lt;br /&gt;Bagian Ketiga adalah Undangan bermain Dadu. Buat saya disinilah awal mula kesulitannya si pembuat film menyingkap detil mahabarata. Kalo orang inggris bilang, pembuat filmnya mulai &lt;em&gt;keteteran&lt;/em&gt;. Yudhistira diceritakan langsung menimang undangan kurawa untuk bermain dadu. Sempat ada ajakan penolakan dari pandawa lainnya, tapi justru tidak dijelaskan sama sekali (entahlah kalau adegan ini sudah dibuat tapi kena sunting) yaitu : alasan kenapa Kurawa (yang diprovokasi Sakuni) mengajak Pandawa bermain dadu.&lt;br /&gt;Bagian keempat, permainan dadu. Percobaan visualisasinya berhasil &lt;em&gt;kog&lt;/em&gt;. Kalo kemarin saya sempat baca ada seorang kritikus yang bilang pada bagian ini banyak sekali kelemahan ya entahlah, ilmu saya gak setinggi itu untuk menemukan titik-titik lemahnya dimana. Karena buat saya ada bagian yang unik. Seumur hidup saya, mulai dari cerita Ayah, sampai saya beberapa kali nonton wayang orang, tokoh Sakuni selalu dibikin ”dingin”, tapi kali ini engga. Sakuni disini agak komikal, tengil, tapi tidak kehilangan aura liciknya. Mas Butet emang jago. Produsernya gak salah pilih pemain. Adegan main dadunya masuk di saya. Tapi harus adil juga, buat orang yang sedikit tau tentang cerita mahabarata mungkin bisa tanggap, tapi yang asing sama sekali ??&lt;br /&gt;Pembuat filmnya bilang bahwa disini Drupadi adalah drupadi sebagai perempuan yang menolak  menjadi komoditas. Tapi sampai saya keluar studio, saya masih bingung, bagian mana yang membangun konsep itu.. Diakhir permainan dadu (sesaat setelah Drupadi dipertaruhkan lantas berusaha ditelanjangi Dursasana dan Kurawa), dan adegan melompat jauh ke kurusetra, saya masih juga menimbang, dimana? Saya tidak mau mengeluhkan drupadi yang tiba-tiba jadi banyak omong.. Mungkin ini soal intepretasi saja, apa salahnya kan memperdengarkan jeritan batin Drupadi?&lt;br /&gt;Ending-nya Bharatayudha.. Dengan pilihan yang sama dengan awal. Gambar, puisi, dan tembang jawa. Ada Drupadi yang menepati janjinya untuk keramas dengan darah kurawa, tapi tak pernah cukup untuk menjelaskan proses selanjutnya yang justru sangat agung : Drupadi adalah satu-satunya istri pandawa yang diajak dalam perjalanan menuju khayangan...   &lt;br /&gt;Tetap Two thumbs up buat film ini.. Soal transfer pandangan itu biasa.  &lt;em&gt;Gak fair&lt;/em&gt; kalo epik sesulit mahabarata harus bisa dicover semuanya dalam 45 menit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-7466237077109514527?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/7466237077109514527/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=7466237077109514527' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/7466237077109514527'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/7466237077109514527'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/12/drupadi-versi-dian-sastro-saya-tidak.html' title='Drupadi Versi Dian Sastro (saya tidak belajar jadi kritikus)'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-8413413330878913091</id><published>2008-12-22T20:05:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T20:13:33.176-08:00</updated><title type='text'>Swing Ada Dibawah Pohon</title><content type='html'>Daun – daun disekitar situ masih basah, masih melekat sisa-sia hujan sore. Penonton mulai beranjak pulang, karena besok masih harus kerja. Aku menyusul dibelakang mereka, sendirian. Memandang panggung yang sudah ditinggal para pemain, hanya tersisa kibord, drum, gitar dan sebuah contra bass.&lt;br /&gt;Ny. Kamarie dan pengiringnya sudah menghilang dibalik dinding kayu, beristirahat. Mereka baru saja menyelesaikan dialog, membagi kecintaan atas musik mereka.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Lullaby for love&lt;/em&gt;, adalah mukadimahnya. Nuansa New Orleans sudah mulai terasa disetengah delapan lewat sedikit itu. Suara vokalnya memang benar unik, sangat special buat swing. Dan memang benar kemampuan &lt;em&gt;scat singing-&lt;/em&gt;nya itu, langsung memacu perhatianku untuk segera berkonsentrasi pada pertunjukan.. Jitu.&lt;br /&gt;Swing mulai turun dari atas pohon. Aku gak kaget saat mereka mengusung &lt;em&gt;Mistaken&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Fly me to the moon&lt;/em&gt; dalam set repertoire mereka.  Konfigurasi yang tepat untuk merangsang gairah swinging mereka, dan menebarnya lewat angin malam. Out of tempo dibeberapa bagian, gak masalah karena overall adalah bagian yang disajikan sesuai takaran.&lt;br /&gt;Mungkin seperti yang dibilang si Beben, bahwa langit tak selamanya biru dalam galaksi bernama jazz. Artinya menurut pemahaman dangkalku mengkonklusi (tentang jazz itu sendiri), ada sikap yang saling mengkonversi yang terbentuk ketika jazz dipilih untuk mentransfer berbagai aliran musik lain ke dalam dirinya. Paling tidak, lewat dua nomor standar yang selalu laris manis dalam panggung jazz : &lt;em&gt;My Funny Valentine&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Fragile&lt;/em&gt;. Keduanya dimainkan lagi, tentu dengan metode yang berbeda. Dan celakanya saya tidak pernah bosan! Malah ada tambahan ilmu, bahwa progesi luar biasa ciptaan Sting itu ternyata bisa dinikmati dengan sedikit kasar sekalipun dan jadi semakin psychedelic.    &lt;br /&gt;Ada satu kesempatan dimana Ny. Kamarie bercerita tentang (aku menyebutnya) idealita dalam bemusik. Aku jadi ngerti kenapa dia memilih keluar dari konsep dewi-dewi (padahal kayanya disitu lebih bisa jadi mesin penghasil rupiah), Mungkin swing atau jazz lebih nyaman buatnya.&lt;br /&gt;Dia tidak canggung memainkan nomor-nomor popish seperti &lt;em&gt;Loving you&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Kisah Cintaku&lt;/em&gt; (Dalam bentuk bosanova, yang lebih maskulin dibanding peterpan), dan sebuah lagu penghormatan untuk Daniel Sahuleka, &lt;em&gt;Don’t Sleep Away&lt;/em&gt; tentu dengan orisinalitasnya.&lt;br /&gt;Dan memang, Langit sah-sah saja kalau tidak berwarna biru. &lt;em&gt;I Will Survive&lt;/em&gt;, jelas bukan lagu jazz. Tapi sekali lagi jazz sanggup mengendapnya sebagai sebuah sajian.. Pun Dengan &lt;em&gt;No Woman No Cry&lt;/em&gt; yang meski sulit untuk menghilangkan kulit reggae-nya, Tapi juga sudah dibuktikannya, bahwa tak ada yang tak mungkin dalam jazz…&lt;br /&gt;Ditengah, kerinduan untuk mendengarkan orang memainkan swing, malam itu sangat menghibur. Aku menunggu lagi, menunggu seorang pemain contra bass memainkan lagu tua Duke Ellington dengan elegan seperti yang dihidangkan pengiring Ny. Kamarie kemarin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-8413413330878913091?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/8413413330878913091/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=8413413330878913091' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/8413413330878913091'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/8413413330878913091'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/12/swing-ada-dibawah-pohon.html' title='Swing Ada Dibawah Pohon'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-7554891993435185763</id><published>2008-12-08T21:19:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T21:28:38.975-08:00</updated><title type='text'>There Goes Your Captain</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/ST4B53HforI/AAAAAAAAAGU/CIFsHTULuh4/s1600-h/Captain+Abu+raed.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5277657906884354738" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 214px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/ST4B53HforI/AAAAAAAAAGU/CIFsHTULuh4/s320/Captain+Abu+raed.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Itu adalah pernyataan sindiran yang keluar dari mulut seorang anak kecil. Menunjuk pada seorang laki-laki tua, yang sedang membersihkan lantai dengan puluhan butir keringan disekujur badannya.. “ &lt;em&gt;Abu Raed is a liar&lt;/em&gt;,” lanjut Anak kecil lainnya. Sekelompok anak-anak itu seperti menyimpan kekecewaan, memandang orang tua itu dengan sinis. Semua kesal, kecuali seorang anak yang paling pendiam diantara mereka, Murad, tetangga dekat Abu Raed.&lt;br /&gt;Abu Raed, hanyalah seorang tukang bersih-bersih di sebuah kantor maskapai Penerbangan di bandara. Badannya gemuk, rambutnya telah memutih, dan gerakan badannya sudah demikian lambat. Kemana pergi ia selalu menggenggam buku sejarah, mengenakan jas tua kesayangannya lengkap dengan sebuah topi kapten penerbang.&lt;br /&gt;Anak-anak kecil yang bertetangga dengan flat-nya disebuah pemukiman kumuh di pinggiran Amman, semula mengira Abu Raed adalah seorang pilot. Mereka sering meminta Abu Raed untuk menceritakan pengalamannya terbang ke berbagai tempat diseluruh penjuru bumi. Abu Raed menyanggupi, meskipun ia harus mengarang cerita dan setiap hari berbohong. Ia selalu semangat bercerita, dan anak-anak itu selalu menyimak cerita demi cerita dengan penuh antusias. Abu raed tak punya pilihan lain, demi harapan membahagiakan dan sejenak membantu anak-anak itu keluar dari kesulitan hidup mereka, meski dengan cerita-cerita nan semu. Sampai hari itu di bandara.&lt;br /&gt;Abu Raed yang sebatangkara paham atas kekesalan anak-anak itu. Tapi ia tetap menyayangi mereka, terutama pada sosok Murad. Murad tinggal di rumah yang penuh kesedihan. Ayahnya adalah seorang pedagang pakaian di pasar yang frustasi dan selalu pulang ke rumah dalam keadaan mabuk. Perangai kasar sang Ayah, yang kerap menyiksa ibunya secara fisik menghadirkan sebuah trauma dalam diri Murad. Murad gelisah, tak sanggup membebaskan ibunya sekaligus harus bersusah payah memberikan pengertian kepada adiknya Hilal terhadap penderitaan itu, sementara ia sendiri, juga jadi korban.&lt;br /&gt;Abu Raed, berteman seorang perempuan karir berusia 30an yang kaya raya, Nour namanya. Nour juga seorang yang resah. Orang tua, keluarga, teman-temannnya selalu mengganggunya dengan perjodohan-perjodohan dan menekannya dengan pertanyaan yang nyaris sama setiap saat : “Nour, kapan kamu akan menikah?”. Hanya kepada Abu Raed-lah, Nour kerap menumpahkan kegusaran itu. “Nour, saat terbang kita bisa melihat alam dan bumi ada dibawah kita, dan saat kita telentang dibawah atap langit, kita juga bisa melihat alam ada diatas kita. Kamu harus mengikuti pilihanmu sendiri, bukan pilihan orang lain,”ujar Abu Raed di suatu sore. Sebaliknya, dengan Nour juga-lah, Abu Raed menceritakan kesedihannya ditinggal anak laki-laki satu-satunya karena kecelakaan, juga istrinya, “&lt;em&gt;He is gone, and One day Ummu Raed got sick, and then … She’s died.. When Ummu Raed died, everything’s died&lt;/em&gt;,” ungkap Abu Raed lirih dan pilu.&lt;br /&gt;Hal spesial yang sering dilakukan Abu Raed adalah membeli bungkusan berisi wafer pada seorang anak kecil dan membagikannya kepada teman-teman kerjanya. Anak itu setiap pagi selalu menunggu Abu raed di tempat orang tua itu menunggu bis. Kasihan anak itu, ia tak boleh bersekolah oleh orangtuanya kalau wafer-wafer itu tak laku terjual. Demi membantu sang pedagang kecil agar bisa bersekolah, Abu raed selalu memborong habis dagangan anak itu, meski ia sendiri tak doyan wafer.&lt;br /&gt;Abu Raed, sangat sedih menyaksikan penderitaan Murad dan Ibunya yang semakin hari semakin menjadi. Suatu kali ia pernah melapor ke polisi, tapi tindakan itu tak berhasil. “Ayah bisa membunuh ummi, ini akan sangat serius” ujar Murad pelan saat Abu Raed mengobati luka bakar di tangan kiri Murad karena tindakan Ayahnya. Ini semakin memprihatinkan Abu Raed, ia ingin sekali menolong Murad, tapi ia tak tau apa yang harus dilakukan. Pernah disebuah tengah malam Abu Raed, menemukan Ayah Murad tergeletak di pinggir jalan karena mabuk berat. Saat itu ia sempat berpikir, bahwa itu adalah waktu yang tepat untuk menghabisinya demi Murad. Tapi Abu Raed, batal mengeksekusinya, ia tak tega, batu besar itu dibuangnya.&lt;br /&gt;Abu Raed hanya punya pilihan terakhir, Nour. Ia menemui Nour, dan meminta Nour membantu melarikan Murad dan Ibunya. Nour setuju. Suatu malam, mereka berdua mendatangi rumah Murad, saat sang Ayah belum kembali. Awalnya Ibu Murad menolak, tapi demi menjauhkan Murad dan Hilal dari penderitaan itu, akhirnya ia bersedia. Mereka pun merancang pelarian malam itu juga. Murad akhirnya berhasil kabur dari rumah, bersama ibu dan adiknya, bersama topi pilot pemberian Abu raed.&lt;br /&gt;Setelah berhasil mengevakuasi Murad dan ibunya, Abu Raed memilih menunggu didalam rumah Murad yang telah kosong. Ia Cuma punya satu tujuan : bertemu dengan ayah Murad, lalu mengajaknya berbicara mengenai masalah di rumah mereka itu, sambil berharap itu bisa menyadarkan sang ayah. Tapi malang bagi Abu Raed, sang ayah yang mabuk memang sedemikian gelapnya. Bukan dialog dengan akal sehat yang ada, tapi berakhir pada sebuah kebrutalan : Abu Raed tewas terbunuh..&lt;br /&gt;Bagian akhir adalah adegan seorang kapten penerbang yang sedang berdiri kaku. ia menggenggam sebuah topi penerbang yang sudah lapuk. Ia menghela nafas, dan berusaha kuat menguasai dirinya. Matanya seperti menyimpan sebuah perjalanan emosional, dan topi tua itu seperti sangat berarti baginya. Kapten penerbang itu adalah Murad dewasa. Ia mengingatnya. Ia mengingat Abu Raed.&lt;br /&gt;Itu adalah ingatan saya atas Film, &lt;em&gt;Captain Abu Raed&lt;/em&gt; judulnya. Itu Film pertama yang saya tonton di JIFfest tahun ini. Jiffest hanya 5 hari, dan sayang saya tak punya banyak waktu untuk menikmatinya. Bentrok dengan lebaran haji, bos… Saya Cuma punya kesempatan 4 film.. Film pertama cukup impresif, semoga yang lain juga. Tak percuma saya bersusah payah merayap melewati jalur lambat Sudirman yang macet total malam itu, &lt;em&gt;Captain Abu Raed&lt;/em&gt; telah menceritakan penerbangan terbaiknya..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-7554891993435185763?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/7554891993435185763/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=7554891993435185763' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/7554891993435185763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/7554891993435185763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/12/there-goes-your-captain.html' title='There Goes Your Captain'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/ST4B53HforI/AAAAAAAAAGU/CIFsHTULuh4/s72-c/Captain+Abu+raed.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-3308297315426845749</id><published>2008-12-04T01:13:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T16:10:23.319-08:00</updated><title type='text'>Magnet Sang Komponis</title><content type='html'>Tidak banyak yang tahu kalau ternyata ada suatu kekuatan magnetis dari musik Ismail Marzuki. Saya salah satunya, paling tidak sampai disuatu malam saat saya menyaksikan sebuah string ensamble menggelar tribute memainkan lagu-lagu ‘sang komponis’.&lt;br /&gt;Musik yang terpinggirkan oleh zaman. Saya berani bertaruh pasti sedikit dari anak-anak muda zaman ini yang memasukkan musik Ismail ke dalam inspirasi mereka, termasuk saya. Tapi kemudian saya merasa jadi orang yang bahagia, karena masih ada sekelompok anak muda yang mau menyelamatkan musik Ismail, dengan cara dan kebisaan mereka.&lt;br /&gt;Siapa yang kira &lt;em&gt;Melati Di tapal Batas&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Sabda Alam&lt;/em&gt;, punya struktur melodi yang kuat? Nuansanya verbal, dan saya baru sadar. White Shoes and The Couples Company pernah meng-cover version &lt;em&gt;Sabda Alam&lt;/em&gt; dalam sebuah kompilasi Soundtrack Film, dan itu disukai banyak orang. Semua tahu itu lagu lawas, tapi apa banyak yang tahu itu musik Ismail? &lt;em&gt;Aryati&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Juwita Malam&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Kopral Jono&lt;/em&gt; akan selalu melekat dengan nilai keabadian. Saya punya keyakinan kuat untuk itu sekarang. Slank pernah me-&lt;em&gt;remake&lt;/em&gt; nomor ini ke dalam dua versi, Blues dan Punk. Keduanya asik. Romeo juga pernah berbuat serupa, tentu dengan rasa mereka.&lt;br /&gt;Musik Ismail akan semakin matang dalam sejarah. &lt;em&gt;Gugur Bunga&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Halo-Halo Bandung&lt;/em&gt; selamanya akan menjadi &lt;em&gt;anthem&lt;/em&gt; dalam waktu tertentu kapan mereka akan dinyanyikan. Dan saya, tidak lagi hanya akan mengingat &lt;em&gt;Selendang Sutra&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Sepasang Mata Bola&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Rayuan Pulau Kelapa&lt;/em&gt;, dan &lt;em&gt;Indonesia Pusaka&lt;/em&gt; tak hanya sebagai deretan lagu-lagu perjuangan yang harus dihapal saat SD, tapi merangkum dalam jejak yang lain, seperti jejak Hendrikx yang meleburkan diri ke dalam raungan gitarnya. Musik Ismail sama sekali tidak bisa diduga, yang mengalir dan bisa diadaptasi ke berbagai musik lain. Dan itu adalah jawaban pertanyaan usang saya : kenapa Jamaica café pernah “permak” Indonesia Pusaka dengan warna ‘tak terduga’ ala Acapella mereka. Jamaica Café brilian, dan bidikan itu semakin terarah karena komposisi dasar musik ismail yang memang canggih.&lt;br /&gt;Warna lain musik Ismail adalah goresan yang spesial pada musik keroncong yang ia beri perhatian. Saya jadi tertarik dengan &lt;em&gt;Bandung Selatan di Waktu Malam&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Selamat Datang Pahlawan Muda&lt;/em&gt; yang orisinil. Katanya itu nomor keroncong standar. Berarti, Keroncong ternyata macho! Hidup Musik Indonesia!&lt;br /&gt;Saya, jujur, baru tahu tentang lagu &lt;em&gt;Jangan Ditanya Kemana Aku Pergi&lt;/em&gt;, &lt;em&gt;Payung Fantasi&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Sersan Mayorku&lt;/em&gt;. Tapi saya ingin mendengar musik itu lagi, dan saya semakin merasa bangga dengan musik Ismail sebagai musik Indonesia.&lt;br /&gt;Sekarang tidak cuma Lennon yang jenius, Morrison yang sakral, Sting yang tajam, atau Clapton yang melodic. Saya punya tambahan nama, tak perlu jauh-jauh. Cukup dari Kampung kwitang saja : Ismail Marzuki….&lt;br /&gt;Saya bermimpi melihat dia di MTV&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-3308297315426845749?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/3308297315426845749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=3308297315426845749' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/3308297315426845749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/3308297315426845749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/12/magnet-sang-komponis.html' title='Magnet Sang Komponis'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-8148403489210805170</id><published>2008-12-02T03:16:00.000-08:00</published><updated>2008-12-02T03:26:04.321-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Editorial'/><title type='text'>Kejatuhan Albert Camus</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/STUaSCAdZGI/AAAAAAAAAGE/Z1eK05_NBFk/s1600-h/camus.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275151435613168738" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 167px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/STUaSCAdZGI/AAAAAAAAAGE/Z1eK05_NBFk/s200/camus.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Ada yang menyebutkan &lt;em&gt;La Chute&lt;/em&gt; (dalam Bahasa Indonesia artinya kurang lebih “kejatuhan”) adalah novel terakhir Camus yang sempat ia selesaikan. Tapi ada sumber lain menyebutkan kalau kumpulan cerpen &lt;em&gt;L'exil et le royaume&lt;/em&gt; (Kerajaan dan Pengasingan) yang ditulis tahun 1957 (setahun setelah &lt;em&gt;La Chute&lt;/em&gt; rampung) adalah penutup. Atau ada yang lain lagi yang bilang bukan keduanya, melainkan &lt;em&gt;Le premier homme&lt;/em&gt; yang terakhir, meskipun tidak pernah diselesaikan.&lt;br /&gt;Tanpa mengurangi rasa hormat saya pada dua novel lain diatas, buat saya &lt;em&gt;La Chute&lt;/em&gt; adalah simbol dari keseimbangan baru dalam pencapaian estetika Camus. Mendahului ledakan &lt;em&gt;Nouveau-Roman&lt;/em&gt; yang enggan terstruktur, teknik yang sangat tidak lazim sekaligus keluar dari pakem yang konvensional. &lt;em&gt;La Chute&lt;/em&gt; begitu penting bagi pembaca Camus karena setelahnya pasti mereka tidak akan berhenti menyesali riwayat kepengarangan Camus yang terputus tiba-tiba karena sebuah kematian tragis dalam kecelakaan mobil.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;La Chute&lt;/em&gt; mengangkat kisah seorang bekas pengacara terkenal di Paris yang meninggalkan karir suksesnya dan menjadi seorang ”hakim pengaku” di Amsterdam. Suatu malam ia berjumpa dengan seseorang yang kemudian selama beberapa waktu mendengar dan menyimak ”pengakuan”-nya tentang segala unsur kehidupan. Camus hanya ingin membicarakan tentang hakekat keberadaan manusia lewat bentuk monolog yang menggiring pembaca untuk menyimak perkataan si tokoh utama yang ditujukan kepada lawan bicaranya. &lt;em&gt;”Di puncak kelelahan, sedetik saya merasa bahwa akhirnya saya memahami rahasia dari hakekat manusia dan dunia. Tapi kelelahan itu lenyap pada pagi harinya dan bersamaan dengannya lenyaplah pula rahasia itu. Saya harus kembali memburunya. Maka saya berlari, dalam keadaan sangat girang, tanpa pernah puas, tanpa saya tahu dimana akan berhenti”.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Camus mengajak pembaca mempertanyakan hal-hal yang sangat melekat dalam hidup manusia, sedemikian melekatnya hingga seringkali luput dari pandangan manusia itu sendiri : kemanusiaan, keadilan, persahabatan, cinta. ”Kejatuhan” si tokoh utama dalam berbagai segi kehidupan sosial, moral, psikologi merujuk pada kejatuhan Adam dari Surga. Istilah ”Hakim Pengaku” atau &lt;em&gt;juge-penitent&lt;/em&gt; sangat jarang. Istilah ini adalah parodi dari istilah hukum pidana dan agama (Maaf, Camus dikenal banyak orang sebagai seorang atheis). &lt;em&gt;Juge&lt;/em&gt; berarti 'hakim', &lt;em&gt;penitent&lt;/em&gt; dalam kosakata Prancis dikiaskan sebagai 'pengakuan dosa'. Camus membuat analog Hakim adalah orang yang bertugas membuat orang mengaku, namun si tokoh utama melihat setiap manusia adalah hakim, bagi dirinya sendiri maupun orang lain, sekaligus terdakwa yang harus mengakui segala perbuatannya.&lt;br /&gt;Camus adalah absurdis itu sendiri. Ia menyapa ide bunuh diri lewat percakapan yang liar. &lt;em&gt;Saya seolah-olah sudah dapat mendengarnya : ”Dia bunuh diri karena tidak kuat menanggung... ” Ah! Sahabat, betapa manusia amat miskin imajinasi! Mereka selalu mengira orang bunuh diri karna satu alasan, padahal mungkin juga mereka bunuh diri karena dua alasan atau lebih. Jika demikian, buat apa sukarela mati, berkorban demi ide bahwa manusia bersedia menyerahkan nyawa? Anda mati, mereka memanfaatkan kematian anda untuk menyematkan pada anda motif-motif idiot dan vulgar. Para martir, sahabat, harus memilih antara dilupakan, ditertawakan, dimanfaatkan. Sedangkan berharap utnuk dipahami, tidak akan pernah.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Konon &lt;em&gt;La Chute&lt;/em&gt; adalah adalah kembalinya semangat Camus. Novel yang tadinya hanya disiapkan sebagai cerita pendek ini ditulis Camus setelah perpecahannya dengan serangkai eksistensialisnya, Jean Paul Sartre dan Simone de Beauvoir. Sedikit cerita, sebelumnya Camus pernah menyerang simpati Sartre pada gerakan komunis Sovyet dalam &lt;em&gt;L’homme revolte&lt;/em&gt;. Hal ini memicu keretakan pertemanan mereka, yang berujung pada tersisih dan dikucilkannya Camus oleh kubu Sartre-Beauvoir yang menguasai mayoritas cendekiawan Prancis saat itu. Karya ini dianggap mempunyai nuansa biografis karena dianggap (pula) terdapat pararelisme antara La Chute dengan &lt;em&gt;Les Mots&lt;/em&gt;, karya otobiografis Sartre.&lt;br /&gt;La Chute memang benar tidak lazim. Saya termasuk orang yang ”belum terlatih” dengan kebiasaan Camus, yang terseret dalam kesulitan dalam memahami isinya. Terutama pada bagian awal, karena Camus sukses menyimpan ”kunci” memahami novel ini di bagian akhir. Novel ini kental dengan spontanitas. Meskipun hanya sedikit sumber ide dan konsepsi yang saya ketahui, karya ini bernuansa sangat dalam dan personal dari karya Camus yang pernah saya sentuh.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-8148403489210805170?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/8148403489210805170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=8148403489210805170' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/8148403489210805170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/8148403489210805170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/12/kejatuhan-albert-camus.html' title='Kejatuhan Albert Camus'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/STUaSCAdZGI/AAAAAAAAAGE/Z1eK05_NBFk/s72-c/camus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-1323227008688482239</id><published>2008-12-01T02:42:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T02:53:28.017-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Editorial'/><title type='text'>Teror</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/STPBUQaMZfI/AAAAAAAAAF8/L7skXWUkmNk/s1600-h/mumbai.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5274772142327358962" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 243px; CURSOR: hand; HEIGHT: 210px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/STPBUQaMZfI/AAAAAAAAAF8/L7skXWUkmNk/s320/mumbai.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Teror belum usai. Kira-kira ratusan orang disandera, 125 orang tewas, lebih dari 300 orang luka parah. Tragedi Mumbai menumpahkan duka, berdesir lengkap dengan bau amis darah. Rentetan senjata api, ledakan granat tangan, kebakaran, melayangkan nyawa-nyawa polos tanpa tahu kenapa.&lt;br /&gt;”Mereka membunuh banyak orang, ” tutur seorang pria tua. Ia tengah membeli tiket di terminal victoria rabu malam itu, ditemani ketujuh anggota keluarganya. Tapi,.. rentetan suara tembakan yang membabi buta tiba-tiba menyerangnya. Ia selamat, tapi anak perempuan dan cucunya terluka.&lt;br /&gt;Ini pertanyaan yang tak berjawab. Alasan apa yang ada dikepala sang pelaku aksi teror? Belum ada yang melansir secara akurat, siapa pihak yang bertanggungjawab atas tragedi itu. Tapi Rabu malam itu buat saya tetap kembali merefleksikan sikap, menarik alasan.&lt;br /&gt;Saya jadi ingat seorang Guy Fawkes, atau sosok lain dalam diri V Vor Vendetta. Suatu hari di Bulan November diawal 1600an, Pemerintah Inggris mencatat sebuah hari pengkhianatan yang dilakukan Guy, pejuang itu melakukan aksi peledakan gedung parlemen sebagai bentuk perlawanan. Perlawanan yang ditulis dalam sejarah Britania : Guy mati di tiang gantungan. Setelah 4 Abad, dimana tragedi Guy Fawkes semakin dilupakan pemerintah dan rakyat, V vor Vendetta muncul untuk mengingatkan tanggal mengenaskan itu. Ambisi Guy menitis pada V, yaitu ingin mengubah tatanan birokrasi Inggris, menyebarkan pesan kebencian pada pemerintah, menebar ancaman dan teror, serta peledakan gedung-gedung sebagai simbol kekuatan rakyat. Aksi V berlanjut pada pembunuhan orang-orang pemerintah yang dianggapnya semena-mena terhadap rakyat. Rezim itu tidak tinggal diam, mereka menugaskan seorang perwira untuk menangkap V, pria misterius yang bertopeng Guy Fawkes. Namun V selalu selamat berkat perlindungan warga kota yang mendukung aksinya.&lt;br /&gt;V vor Vendietta, ada disebuah film yang penuh teror. Film itu merefeksikan ulah para teroris di bumi akhir-akhir ini dan berakhir, (lagi-lagi) ke sebuah pertanyaan : Apa selalu ada pandangan lain dalam kacamata seorang pelaku aksi teror?&lt;br /&gt;Itu pertanyaan mustahil. Tapi Dunia butuh orang (meski dengan wujud fiksi) seperti tokoh Spurlock dalam &lt;em&gt;When In The World is Osama Bin Laden&lt;/em&gt;. Hal pertama yang menggelitik adalah harapan Spurlock yang menginginkan dunia tanpa teror. Sangat simpel, Spurlock bercita-cita akan dunia yang aman karena saat itu ia tahu kalau istrinya sedang mengandung, dan ia ingin anaknya kelak lahir, tumbuh, dan besar di dunia yang aman, tanpa kekerasan, tanpa perang, tanpa teror. Hal yang menggelitik kemudian adalah, ide Spurlock untuk menyisir jejak &lt;em&gt;”Most Dangerous Man”&lt;/em&gt; di bumi : Osama Bin Laden... Spurlock berkeliling dunia, menjumpai berbagai agama, suku, budaya, bahasa, adat yang kemudian menyajikan pengalaman unik baginya, sekaligus membentuk simpul yang nyata : semua perbedaan memiliki harapan yang sama akan kedamaian...&lt;br /&gt;Para pelaku aksi teror di Mumbai semakin menciptakan keanehan. Mereka adalah entitas, dan korban mereka juga entitas. Guy fawkes adalah entitas, demikian pula dengan V for Vendetta. Osama Bin laden adalah entitas, juga Spurlock. Tapi entitas – entitas itu tidak akan pernah bertemu, untuk duduk dalam satu meja, lantas bercakap-cakap penuh respek dengan segelas kopi hangat di atas meja tadi. Ternyata memang ada ya yang tidak butuh kesimpulan?? Subhanaallah...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-1323227008688482239?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/1323227008688482239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=1323227008688482239' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/1323227008688482239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/1323227008688482239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/12/teror.html' title='Teror'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/STPBUQaMZfI/AAAAAAAAAF8/L7skXWUkmNk/s72-c/mumbai.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-2965453734607150735</id><published>2008-11-25T02:59:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T03:18:04.137-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Editorial'/><title type='text'>Jangan Halangi Lastri</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/SSve4p2Oe8I/AAAAAAAAAFU/-FwB258dT5A/s1600-h/lastri-dalem.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272552853654633410" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 258px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/SSve4p2Oe8I/AAAAAAAAAFU/-FwB258dT5A/s320/lastri-dalem.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saya kuatir, andai Saya benar-benar gagal ”bertemu” dengan Lastri dalam sebuah setting 1965.. Rencana penciptaan Lastri masih mengendap penuh ketidakpastian dalam berita. Bisa terus, bisa gagal. Tapi saya doakan semoga yang pertama.&lt;br /&gt;Dari layar monitor Saya menangkap kemuraman seorang perempuan. Ia gelisah, dalam debutnya sebagai seorang Produser dengan pilihan yang jauh dari zaman hari ini (dengan memilih Lastri). Tidak Cuma kantongnya yang rugi, pasti juga batinnya sangat. Ia seperti seni yang dilecehkan.&lt;br /&gt;Saya yakin si perempuan tidak sedang menabur propaganda, atau dalam arti yang paling tragis : Komunisme. Perempuan itu hanya akan menyajikan menu drama romantis dalam sosok Lastri. Hanya Cinta lintas ideologi yang kebetulan saja. Lastri adalah seorang aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang condong ke Partai Nasional Indonesia dan Rangga (tokoh kekasih Lastri), adalah anggota Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) yang berafiliasi ke Partai Komunis Indonesia. Di sinopsis Saya baca, sejak peristiwa G30S, Rangga lenyap tak jelas rimbanya demi menyelamatkan diri. Lastri yang kalut bertemu dengan seorang alumnus akademi militer. Lastri dipersunting. Tapi beberapa tahun kemudian, setelah situasi politik relatif tenang, Rangga muncul. Menciptakan komplikasi pada sisi batin Lastri, hal yang sebenarnya ingin ditampilkan pembuatnya. Tidak lebih.&lt;br /&gt;”Film ini berisi tentang &lt;em&gt;power of love&lt;/em&gt;. Kami tidak mebuat film dokumenter, bahkan &lt;em&gt;based on true story &lt;/em&gt;pun tidak,” jerit perempuan itu. Ia ditemani Erros Djarot, sang sutradara yang pasti juga terpukul dengan dahsyatnya. Erros boleh heran, karena ia jadi korban prasangka Front Pembela Islam dan Hizbullah Bulan Bintang. Dua brigade itu yang mencekal Lastri di sebuah desa di Solo. Alasan si komandan brigade, Lastri punya aroma ideologi komunisme, dan ”Kami menolak film Partai Komunis Indonesia”. Kasihan Erros, ia dikeroyok di tanah orang. Brigade yang (selalu) siap konfrontasi, ingin bubarkan paksa jika Erros meneruskan syuting. Sejumlah warga dilokasi syuting yang semula tidak mempersoalkan dan ingin terlibat, tiba-tiba ikut-ikutan menolak film itu.&lt;br /&gt;Erros tidak punya tujuan apa-apa di desa itu selain Lastri sebagai sebuah karya. Ia butuh suasana 60an. Dan baginya desa itu cukup mewakili. Saya yakin awalnya Erros pasti antusias, demikian juga si perempuan dengan &lt;em&gt;soul&lt;/em&gt; yang ia sudah temukan. Tapi mimpi menciptakan pilihan yang langka itu harus berubah jadi runyam karna pemboikotan tadi. Yang saya tahu, semula Erros mau nekad melanjutkan syuting, tapi karena semakin hari ancaman semakin mengerikan dan selalu dipingpong tanpa jaminan keamanan, erros memilih mundur.&lt;br /&gt;Ada hal yang belakangan saya tahu, dan itu sangat saya sesalkan. Brigade itu memaksa Erros pergi tanpa berdialog dan membaca skenario Lastri secara utuh. Yang lebih suram Lastri, polisi setempat seolah-olah membenarkan langkah brigade-brigade itu. Saya Cuma kuatir, ”pembenaran” pak polisi dianggap sebagai angin yang mendukung tindakan represif brigade itu selanjutnya di wilayah-wilayah yang lain.&lt;br /&gt;Saya tertarik dengan pernyataan ini : melarang produksi sebuah film adalah tindakan defensif yang tidak sehat. Karya dilawan dengan karya. Kompetisi berlangsung tanpa represi dari siapapun. Potensi yang dimiliki suatu kelompok harus dikerahkan untuk menghasilkan karya (Yang selaras dengan ideologinya) daripada melarang karya orang lain yang tidak sesuai dengan ideologi mereka.&lt;br /&gt;Apalagi kalau mereka menyimak kesimpulan dari cerita Lastri lewat pengakuan seorang ideolog CGMI di bagian akhir : ”Komunisme adalah filsafat yang kering.”&lt;br /&gt;Ah, terlalu banyak hal-hal yang sulit saya mengerti akhir-akhir ini.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-2965453734607150735?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/2965453734607150735/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=2965453734607150735' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/2965453734607150735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/2965453734607150735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/11/jangan-halangi-lastri.html' title='Jangan Halangi Lastri'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/SSve4p2Oe8I/AAAAAAAAAFU/-FwB258dT5A/s72-c/lastri-dalem.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-1992779899350284614</id><published>2008-11-24T01:03:00.000-08:00</published><updated>2008-12-04T16:17:07.255-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dari catatan harian'/><title type='text'>Debu Kosmik</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/SSvgWmIO68I/AAAAAAAAAFc/wp79sGGVhHc/s1600-h/untitled.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5272554467564121026" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 296px; CURSOR: hand; HEIGHT: 267px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/SSvgWmIO68I/AAAAAAAAAFc/wp79sGGVhHc/s320/untitled.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Jakarta melenggang sendirian, tanpa deretan pedagang buku bekas di sepanjang Kwitang Raya.. Aku Berduka untuk itu. Memang konglomerasi itu tidak mati, hanya berpindah ruang. Tapi tetap saja, lengang di sore itu membekas..&lt;br /&gt;Aku memang belum terbiasa, apalagi siang itu disebuah kamar di Jogjakarta. ”Demi ketertiban dan menghidupkan kembali fungsi taman kota, semuanya harus dipindahkan...” Dan siang itu kenapa jadi semakin gerah?!&lt;br /&gt;Aku berhenti, ku parkir motorku didepan sebuah bank… Ku pandangi trotoar yang hampa. Tanpa jejak. Ku putar ingatanku kencang-kencang, demi menggarami sensasi sebuah buku yang pertama kali kutemukan disana 8 tahun lalu, &lt;em&gt;Letzte briefe au Stalingrad&lt;/em&gt;, sebuah kumpulan surat-surat ribuan tentara Nazi Jerman yang sedang menunggu ajal dalam hidup yang penuh tanda tanya. Ada senyum pahit, itu buku bagus yang sudah hilang entah kemana dan sekarang tempat asal muasalnya juga raib.&lt;br /&gt;Didepan lampu merah, aku mencoba sudut lain. Aku seperti orang gila, yang semakin berkabung kehilangan. Itu tidak mengembalikan apa-apa.&lt;br /&gt;Seminggu kemudian, ku coba singgah ke ruang baru bagi yang terbuang dari kwitang di sebuah sudut tanah abang. Alhamdulilah ramai, tapi entahlah, aku mengecap aroma yang lain.. Banyak yang tidak nampak.. Sekat-sekat baru disana menghilangkan daya magis yang sudah – sudah.&lt;br /&gt;Sudah. Semua sudah berpindah. Yang mutlak sekarang adalah penyesuaianku. Menghirup kembali debu.. yang berbeda&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-1992779899350284614?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/1992779899350284614/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=1992779899350284614' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/1992779899350284614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/1992779899350284614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/11/debu-kosmik.html' title='Debu Kosmik'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/SSvgWmIO68I/AAAAAAAAAFc/wp79sGGVhHc/s72-c/untitled.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-1630270877162835412</id><published>2008-09-16T03:20:00.000-07:00</published><updated>2008-09-16T03:24:58.942-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dari catatan harian'/><title type='text'>Inherent</title><content type='html'>Berhari – hari lewat, dan aku makin terkunci di barak ini. Orang – orang dan rutinitas yang sama. Semuanya campur aduk,  hingga bermuara di suatu subuh, aku jenuh...&lt;br /&gt;Aku seperti seorang penulis pesan, yang kemudian ku kirimkan dalam botol.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Just a cast away, an island lost at sea.&lt;br /&gt;Another lonely day and no none here, but me...&lt;br /&gt;More loneliness when anyone could bear&lt;br /&gt;Rescue me before i fall into despair&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Memang tidak seperti keresahan Robinson Crusoe ditengah tempat asing yang mati-matian mencari jalan keluar dari hari – hari sepi dan ketiadaan. Tapi kadang tempat ini seperti pulau terpencil ditengah laut itu, apalagi tanpa wacana, tanpa blues, tanpa Efek Rumah kaca, The Doors, Queen, Sting atau Maroon 5. Meski setiap ada kosong, dengan gitar pinjaman aku sering melolong blingsatan berteriak – teriak bosan.. Tapi tetap saja, tak ada bantuan. Dan aku benar – benar seperti orang gila.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I’ll send a S.O.S  to the world&lt;br /&gt;I hope that someone gets my ... Message In A Bottle&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Pengen rasanya lari sejauh-jauhnya dari tempat ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;A year has passed since i wrote my note&lt;br /&gt;I Should’ve known this right from the start&lt;br /&gt;Only hope can keep me together&lt;br /&gt;Love can mend your life, but love can break your heart&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ya...ya... hari – hari yang lewat ini seperti tahun – tahun yang paling ditunggu seorang terpidana. Si penulis lirik sempat membuat catatan atas dirinya. Tapi aku tidak. Bagaimana sempat, bung? Aku memilih tidur di sabtu dan minggu. Tanpa antisipasi, Apa yang pernah ku perjuangkan bahu membahu sekuat tenaga, akhirnya jebol juga.  Dan aku masih tak paham dengan konsep “hak” si penulis. Hak yang mana?? Hak yang diminta ayahku untuk tidak aku cengeng mengemisnya?? Hak-hak yang kian tak jelas, berseliweran menggagas suara-suara tak sedap?? Aneh!! Kemudian si penulis menarik selembar hak ideal tentang harapan dalam ruang hampa. Adem sih dengernya, tapi tidak disini. Dibarak ini harapan itu bisa jadi akan sangat mengada-ada. Aku tidak pesimis, tapi aku terlalu kecil dan rapuh untuk mengusung harapan itu tinggi – tinggi. Kita tak ingin patah hati maka kita tidak boleh jatuh cinta kan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I’ll send a S.O.S  to the world&lt;br /&gt;I hope that someone gets my ... Message In A Bottle&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Aku tidak ingin melihat matahari dari sini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Wake up this morning I dont believe what i saw&lt;br /&gt;A hundred billion bottle washed up on the shore&lt;br /&gt;Seems I’m not alone in being alone&lt;br /&gt;A Billion bottle cast away, looking for a whole...&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Konyol,...... Apakah kalau aku terbangun pagi nanti, akan ku ketahui banyak pula orang-orang yang sama-sama jenuh dan bosan?? Hmmm... ketidakpercayaan si penulis tidak mampir padaku. Stop!! Tidak ada kesamaan. Dan juta-juta botol itu tidak akan sempat ku pecahkan, dan kertas-kertas berisi pesan didalamnya urung ku bakar hidup-hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;I’ll send a S.O.S  to the world&lt;br /&gt;I hope that someone gets my ... Message In A Bottle&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dan pesan yang nanti terkirim pada kalian adalah “Tolong selamatkan orang bodoh ini!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sending out ..... Sending Out.....&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;               &lt;br /&gt;*) Cetak Miring adalah Lirik lagu The Police – Message In a Bottle yang sering kumainkan dalam kosong tadi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-1630270877162835412?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/1630270877162835412/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=1630270877162835412' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/1630270877162835412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/1630270877162835412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/09/inherent.html' title='Inherent'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-4420137314397880909</id><published>2008-09-10T07:57:00.000-07:00</published><updated>2008-12-04T16:21:27.839-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sound like Sonnet'/><title type='text'>In Memoriam : Danang Widjojo (1982-2008)</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/SThz-3IF9hI/AAAAAAAAAGM/09lAA-q-mJw/s1600-h/danang.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276094487251514898" style="DISPLAY: block; MARGIN: 0px auto 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px; TEXT-ALIGN: center" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/SThz-3IF9hI/AAAAAAAAAGM/09lAA-q-mJw/s200/danang.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kita tidak akan saling mengenal keinginan masing – masing andai Kara’s Flowers benar-benar tumbuh tanpa berganti nama. Beberapa tahun lalu dalam beragam kesempatan bermain musik, ada yang mempertemukan kita.&lt;br /&gt;Aku sempat sulit mendefinisikan kehendakmu. Aku pernah melihatmu sangat pop. Atau melihatnya sesekali bermain reggae kulit putih, ska, atau sedikit rock N Roll.. Dan kau meracau entah kemana, tak peduli apapun. Kau pun pernah bermain-main dengan musik core, juga bersama sahabat-sahabat kita dalam suatu Description Failed.. Semuanya butuh semangat ya kawan?? Dan kau menceburkan diri kedalamnya, sama seperti penjemput kesenangan waktu luangku..&lt;br /&gt;Musik terlalu dalam, untuk ku gerayangi akar-akarnya. Dan kau pun menarikku kedalam palung di tanah itu, termasuk dalam sbuah print out lirik unduhan. Dalam berbagai kesempatan tadi, akhirnya kita pernah seide juga. Pada sebuah musik yang tak terdefinisi. Entah itu Alternative, Rock, Swing, Funk atau apapun (yang setelah menjadi satu, perrnah sangat ingin aku mengambil tones untuknya).&lt;br /&gt;Ku kenang barisan lirik masa muda itu untukmu.&lt;br /&gt;“Paralyzed by the sight of you” , Absurd.....&lt;br /&gt;Dalam sebuah pandangan (entah milik siapa), semua berjajar memandang ke segala arah, tanpa kita tahu apa yang kita lihat.&lt;br /&gt;“You do not know how much this hurt me”, Absurd...&lt;br /&gt;Kadang kita sering terlalu cengeng-kah?? Tanpa tau betapa bahagianya bisa merasakan kedukaan..&lt;br /&gt;“Like a little girl cries, in a face of a monster who lives in her dreams”, Absurd....&lt;br /&gt;Tidak nyata. Tidak berbentuk.. Mengais-ngais waktu senggang, bukannya belajar malah bergosip.. Tanpa tau apa yang kita katakan (dalam sumpah serapah)&lt;br /&gt;“I Know I dont know you.. But i want you so bad”, Absurd....&lt;br /&gt;Kita memang sentimentil.. terutama dalam rasa yang platonik.. kadang ingin dimunafikkan.. tapi selalu dirindu...&lt;br /&gt;Sekarang kemana DVD Jamiroquai – Live in Venice yang kubelikan untukmu?? Mungkin hanya tertumpuk pada kardus di sudut rumah dimana aku tidak akan kembali lagi kesana..&lt;br /&gt;Aku ingin bertanya, harus secepat ini-kah?? Sebelum kita sama-sama sempat berbagi cerita kebanggaan dan beranjak tua.. Aku ngeri menjelaskan keadaan terakhir kita bertemu... Saat itu aku merasa Tuhan sedang mengedip padaku. Dengan sebuah harapan, semoga kau bertahan.&lt;br /&gt;Dan jika kemudian Tuhan telah mengambilmu dari aku dan teman-teman.. Mungkin inilah hal yang tidak selesai itu.. Kau telah menutup sebuah rahasia terpanjang.. Mendahului ku tanpa sepatah kata. Tanpa bahasa yang bisa kami mengerti.&lt;br /&gt;Kemarin ku kirim Yasin untukmu.. hanya itu yang mungkin bisa. Dan diperistirahatan terakhirmu, berbaringlah dengan tenang.. Meski pasti dingin didalam sana....&lt;br /&gt;“Aint no Sunshine, When it was gone.....”&lt;br /&gt;Selamat jalan.....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-4420137314397880909?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/4420137314397880909/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=4420137314397880909' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/4420137314397880909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/4420137314397880909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/09/in-memoriam-danang-widjojo-1982-2008.html' title='In Memoriam : Danang Widjojo (1982-2008)'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/SThz-3IF9hI/AAAAAAAAAGM/09lAA-q-mJw/s72-c/danang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-3421318917710989500</id><published>2008-07-11T09:40:00.000-07:00</published><updated>2008-07-26T10:58:32.858-07:00</updated><title type='text'>Strange Dayz</title><content type='html'>Pada suatu rentang detik di sebuah negeri kartun bernama Indonesia, si Kampleng memahat senyum pada deretan berita. Perutnya yang buncit kembang kempis. Tangan kurusnya gemetar menahan ujung lembar  surat kabar, matanya melotot pada tulisan, senyumnya perlahan mengembang, diikuti seringai deret giginya yang berantakan. Ada sebuah berita yang menyita perhatiannya "33 Partai Kartun siap ikut Pemilihan Umum 2009". Kampleng yang visioner itu, lantas menggumam ide bisnis, "Uhuy, sebentar lagi waktunya kampanye Partai-Partai Kartun, waktunya uang datang!!"&lt;br /&gt;Sebelum harga BBM di negeri kartun itu naik untuk kesekian kalinya, Si Kampleng adalah seorang buruh di sebuah pabrik kompor minyak. Tapi setelah musibah nasional itu terjadi, Si kampleng jadi kehilangan karirnya, ia diberhentikan.  Perusahaan tempatnya bekerja hampir bangkrut. Alasan yang diberikan oleh perusahaan adalah karena meningkatnya ongkos produksi yang tinggi karena meningkatnya ongkos bahan bakar pabrik dan menurunnya demand terhadap produksi kompor minyak (masyarakat negeri kartun mulai m&lt;a href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=136949416853688716&amp;amp;postID=3421318917710989500"&gt;&lt;/a&gt;eninggalkan kompor minyak karena harga eceran minyak tanah yang menggila), memaksa perusahaan untuk merasionalisasi pegawai  dengan pemutusan hubungan kerja itu tadi.&lt;br /&gt;Sebulan pasca pemecatan, Si Kampleng masih belum punya pekerjaan baru. Ia tidak punya penghasilan lagi. Bantuan Langsung Tunai, ia gak dapet karena buruknya pelaksanaan.Mau usaha, gak ada modal. Kredit Usaha Rakyat yang dipersiapkan pemerintah negeri kartun gak semudah yang dikomunikasikan di tivi. Padahal, buat makan sehari - hari Si Kampleng juga butuh dana, sementara uang tabungannya menipis. Si Kampleng butuh uang.&lt;br /&gt;Makanya begitu tau Komisi Pemilihan Umum negeri kartun itu mengundi nomor urut partai kartun peserta pemilu dan menentukan tanggal start kampanye partai, Si Kampleng langsung pasang kuda - kuda Troya. "Musim kampanye, partai-partai kartun pasti butuh massa bayaran biar kampanyenya rame. Gak perlu repot, cuma dateng ke panitia. Dapet Kaos + Ikat kepala. Ikut pawai, sambil teriak-teriak membela partai. Mendengarkan pidato. tepuk tangan. teriak-teriak lagi. kalo ada artis dangdut, ikut joged. lalu ambil honor kampanye dan nasi bungkus, trus kaos bisa dibawa pulang!!" Pikirnya singkat tapi jitu. "Anggap saja satu partai  membayar 25 ribu perak + makan siang per hari.  Kalau ikut kampanye  partai saja, saya bisa dapet sekian. Kalau 5 partai itu, berkampanye 10 kali saya jadi bisa dapet sekian," tambahnya sambil mengkalkulasi. "Lumayan!!"&lt;br /&gt;Dengan cepat Si Kampleng segera menginventarisir nama-nama partai kartun yang (ia pikir) punya dana besar. Sederhana saja, "Partai berdana besar, pasti ngasih bayaran yang besar dan "fasilitas" yang oke punya", pikirnya. Dengan cepat pula ia menyimpan nama, lantas susun strategi.&lt;br /&gt;"Hari pertama ikut kampanye &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;P&lt;/span&gt;artai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;D&lt;/span&gt;emokartun &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I&lt;/span&gt;ndonesia. Hari Kedua ikut kampanye &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;P&lt;/span&gt;artai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;K&lt;/span&gt;artun &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I&lt;/span&gt;ndonesia. Hari Ketiga ikut kampanye &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;P&lt;/span&gt;artai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;K&lt;/span&gt;artun &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;S&lt;/span&gt;elamanya. Hari keempat ikut kampanye &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;P&lt;/span&gt;artai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;K&lt;/span&gt;artun &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B&lt;/span&gt;anget. Hari kelima ikut kampanye &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;P&lt;/span&gt;artai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gol&lt;/span&gt;ongan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kar&lt;/span&gt;tun. Hari kelima &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;P&lt;/span&gt;artai &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;K&lt;/span&gt;artun &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;P&lt;/span&gt;ersatuan. Demikian dan seterusnya dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak hari itu si Kampleng memutuskan untuk melacur. Melacur yang bukan tanpa alasan.  "untuk apa menjadi konstituen sejati jikalau harapan tidak pernah didengar, dan janji dilupakan?". Beberapa tahun silam Si Kampleng pernah menaruh kepercayaan pada sebuah parti politik. Dengan sepenuh hati mencoblos sang wakil. Partainya dapet suara. Dan sang wakilpun naik ke parlemen dan duduk menjadi anggota dewan yang terhormat.&lt;br /&gt;Tapi kemudian, keadaan jadi semakin tak dikenalinya. Sang wakil berubah jadi sosok yang asing. Harapan, janji menguap entah kemana, bersama angin disela-sela ventilasi rumah rakyat.&lt;br /&gt;Si Kampleng pernah jengah, dalam panas yang terabaikan ia pernah ditipu mentah-mentah. Memang tidak ada komitmen sampai mati dan keingkaran sang wakil kian menjadi.&lt;br /&gt;Si Kampleng mungkin muak.. dengan muak yang tk berkekuatan apa-apa.. Ia hanya akar rumput yang bisa diracun herbisida sewaktu-waktu.&lt;br /&gt;Jika hari ini dan besok, Si Kampleng telah mamasung pikirannya, ia tak bisa disalahkan. Bukan karna tidak ingin jadi rakyat kartun yang taak. Atau abai terhadap politiknya. Si Kampleng hanya ingin mesra dengan Golput, takdirnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-3421318917710989500?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/3421318917710989500/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=3421318917710989500' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/3421318917710989500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/3421318917710989500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/07/strange-dayz.html' title='Strange Dayz'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-1250448109855238370</id><published>2008-07-08T22:52:00.000-07:00</published><updated>2008-07-08T22:54:13.657-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Editorial'/><title type='text'>Morrison Bagi The Doors</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;3 Juli itu benar-benar menjadi sebuah pintu masa depan, bagi John Densmore, Robbie Krieger, atau Ray Manzarek. Mereka bertiga menggantung malam di studio, menunggu kepulangan Morrison. Selang 3 bulan setelah sang vokalis meninggalkan L.A, ia tidak pernah kembali seutuhnya. Hanya nama, hanya kehilangan besar, hanya gejolak nafas panjang pecinta &lt;i style=""&gt;classic rock&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Jim Morrison pamit, mengucapkan selamat tinggal pada para personel The Doors April 1971. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Ia ingin pindah ke Paris, melarikan diri dari gejolak ketenaran, sambil menulis puisi. Tak ada yang bisa membiarkan, karena mereka setuju bahwa keberangkatan Jim akan berguna bagi dirinya, &lt;i style=""&gt;“Jim merusak dirinya sendiri, mengkonsumsi banyak alcohol, kelelahan. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Kami terancam kehilangan dirinya.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Densmore adalah anggota The Doors terakhir yang berbicara dengan Morrison. &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;“Jim menelpon saya dari Paris, menanyakan perkembangan L.A Woman. Saya ingin tahu apakah Jim mabuk, dan dia memang mabuk”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;. Morrison ditemukan tewas 3 juli itu, gagal jantung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Kematian Morrison adalah tragedi band besar itu. Seorang produser musik pernah mengungkapkan, “The Doors adalah satu”, dan kematian Morrison memecahkan ‘satu’ itu, lantas mengungkap keretakan dalam hubungan antar personil The Doors dikemudian hari (sesuatu yang tak pernah terungkap dalam musik agung mereka). &lt;i style=""&gt;“Tanpa Jim, kami semua lari kearah yang berbeda,” &lt;/i&gt;tutur Manzarek lirih, &lt;i style=""&gt;“Jim mengharuskan kami bertiga terjun ke dalam liriknya, dan menciptakan musik yang mengitarinya”&lt;/i&gt;. Densmore juga mengenang emosinya yang tumpah saat membangun pondasi musik The Doors &lt;i style=""&gt;“Saya tidak tahu kenapa saya melakukan itu. Jim terbawa arus. Dia menyerahkan dirinya kepada musik dan merasuki kami”. &lt;/i&gt;Manzarek dan Densmore benar, tanpa Morrison The Doors kehilangan ‘satu’ dari perpaduan empat orang, empat ego yang saling mengimbangi. &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;“Dinamika itu menjadi kacau, karena orang keempat tak ada,” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;ujar Krieger.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Pasca kematian itu visi musik sisa personel The Doors bubar. Densmore, Manzarek dan Krieger mencoba mencari vokalis baru, tapi gagal karena Morrison terlalu sakral. Tapi untunglah mereka sepakat (pasca kematian Morrison) dalam menjaga warisan musik, membawa presentasi sejarah dan rekaman asli The Doors ke generasi berikutnya. Katalog The Doors terus dirilis ulang, sampai ke soundtrack film pada tahun-tahun sesudahnya. The Doors menjadi daya tarik, menjual 1,5 juta keeping setiap tahunnya, mengalami regenerasi sebagai salah satu keajaiban terbesar dalam dunia musik rock. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt; sebuah detail yang unik. Bahwa musik The Doors ternyata tidak pernah muncul dalam iklan televisi (paling tidak sampai hari ini). Konon Morrison pernah dengan berang ingin memveto sebuah iklan yang hendak menggunakan &lt;i style=""&gt;Light My Fire&lt;/i&gt; pada 1967. Memang penuh tanda Tanya, kenapa Morrison bersikeras menolak musik the Doors dalam iklan tivi. Dan beberapa tahun kemarin, Densmore pernah menolak tawaran dari Apple dan Cadillac, &lt;i style=""&gt;“Beberapa orang berkata seandainya Jim masih hidup, sikapnya akan berubah karena zaman telah berganti. Tapi saya sangat menghormati gagasan Jim!”.&lt;/i&gt; Kendati untuk itu Densmore harus berbeda paham dengan Manzarek dan Krieger.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Perselisihan Manzarek, Krieger dan Densmore tak hanya itu. Tahun 2003 lalu, Densmore pernah menuntut Manzarek dan Krieger (Yang melakukan tur sebagai The Doors of 21&lt;sup&gt;st&lt;/sup&gt; century bersama vokalis Ian Astbury) dengan tuduhan melanggar kontrak dan menyalahgunakan hak milik. 2 tahun berselang, Densmore memenangkan gugatan, termasuk keputusan larangan (bagi para personel The Doors yang tersisa) untuk menggunakan nama The Doors dalam bentuk apapun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Namun konflik itu belum juga reda, Manzarek dan Krieger naik banding. Memperdalam esensi perselisihan antara rekan-rekan Morrison. Alasannya, mereka bertiga meyakini bahwa mereka sedang memperjuangkan kehormatan dan nilai-nilai band yang asli dalam sebuah bisnis yang telah berubah sejak the Doors berdiri tahun 1965. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Tanpa Morrison, kini dalam Densmore dan Manzarek-Krieger tiada lagi ‘satu’ itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Cekcok itu pulalah yang memberi warna keanehan pada perayaan 40 tahun The Doors tahun lalu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka berdiri diblok-blok yang berbeda.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Manzarek berdiri di Cat Club (bekas klub London Fog), dimana The Doors tampil live untuk pertama kali di tahun 66. Krieger ada di Whiskey a Go Go, dimana The Doors mengasah &lt;i style=""&gt;stage show&lt;/i&gt; eksplosif yang menjadikan mereka bintang. Dan Densmore pun berdiri di Book Soup (bekas Cinematheque 16), dimana Morrison sering membaca puisi-puisinya disana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Saya memang belum lama memutuskan mencintai The Doors, tapi saya menyayangkan ini. Sayang karena, orang-orang yang melangkah keluar dari akal mereka (dari diri mereka sendiri) untuk memberikan energi yang menciptakan kancah musik L.A ini harus berada dalam ruang yang berbeda dalam mengenang Morrison.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;37 tahun setelah kematiannya, kehadiran suara spiritalitas yang krusial Morrison memang masih terasa setiap kali anggota The Doors yang masih hidup memperdebatkan masa lalu dan masa depan musik The Doors. Pada kenyataannya, Manzarek, Krieger dan Densmore harus bertanya kepada diri mereka sendiri, “Apa yang diinginkan Jim?” atau “Itu satu hal yang dapat kita katakan pada Jim. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Jika mungkin Jim akan berubah, kita tidak akan tahu Jim mau kemana sekarang”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Saya sekata dengan mendiang Pamela Courson (janda Morrison)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;“The Doors hanyalah Jim, Ray, Robbie dan John. Empat orang itu ajaib. Don’t F**k with it!”.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-1250448109855238370?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/1250448109855238370/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=1250448109855238370' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/1250448109855238370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/1250448109855238370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/07/morrison-bagi-doors.html' title='Morrison Bagi The Doors'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-6083808990344157098</id><published>2008-07-07T05:58:00.000-07:00</published><updated>2008-07-07T06:01:13.205-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Little Swing'/><title type='text'>Lagu Cinta Untuk Lenin</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;Saya hanya ingin tahu, apa yang dilakukan Lenin dikuburnya. Apakah ditengah persiapan pledoinya atas pertanyaan Munkar dan Nakir, Lenin masih sempat berpikir tentang sebuah ideology yang dimasa lampau pernah dibesarkannya dengan darah, yang kini berangsur membujur lemah dan hampir pudar?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;Mungkin Lenin marah, ketika angin Glasnost dan Perestroika tak biasa dicegah, ditahan. Sebab seketika itu pula, semua impiannya kandas, merosot ke keadaan terburuk, lebih buruk ketimbang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;The Communist Homeland&lt;/i&gt; yang merobohkan patung berbentuk dirinya. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Pun lebih buruk dari kematiannya (karena Lenin masih punya Stalin dan Chernenko).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Sepanjang umurnya, Lenin urung berhenti berpikir bagaimana organisasi revolusioner versinya harus dibangun. Bagaimana mempertautkan cendekiawan dan kelas buruh atau pekerja. Lenin punya konsep. Sentalistik, ketat, keras dan penuh rahasia. Lenin menciptakan Bolshevik, lantas ia menyetubuhi pengasingannya dengan gelora sosialime yang sexy. Berkeliling Eropa, untuk menggemakan ide sosialisnya yang segar, tanpa meninggalkan teori Marx dan menyusupi pandangannya dalam Marxisme Leninisme. Semangatnya berkobar, membara dalam sekam revolusi demi mempersatukan Negara-negara kecil di bumi Rusia dalam sebuah republik federasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Saya tidak pernah tahu, apakah ini adalah bagian dari impian masa kecil Lenin? Mimpi yang mulai mekar bersama bunga-bunga ditepian sungai &lt;st1:place st="on"&gt;Volga&lt;/st1:place&gt;? Lenin muda pernah tersentak, saudaranya dihukum gantung karena dituduh melakukan percobaan pembunuhan terhada Tsar Rusia. Konon sebab itu ia mulai terpanggil untuk menjamahi politik. Konon pula dihadapan Sungai Lena yang romantik itu (dalam sebuah pembuangan di &lt;st1:place st="on"&gt;Siberia&lt;/st1:place&gt;)&lt;span style="display: none;"&gt;ang romantik hi politikn masa kecil Lenin? Mimpi yang mulai mekar bersama bunga-bunga ditepi&lt;/span&gt;, Lenin mengikrarkan diri untuk terjun dalam Revolusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Lenin meulai mempelajari tulisan Marx atau Chernoshevsky, memulai kontak kelompok-kelompok revolusioner. Ia menepati janjinya untuk berkembang bersama kaum buruh, agar kelak bisa melahirkan orok perubahan, radikal. Namun, jalan yang ditempuh Lenin tidak mudah. Lenin jatuh bangun untuk sampai pada Revolusi Bolsheviks yang bersejarah itu. Ketika Tsar Nicholas II berkuasa dan membantai para pemogok, Lenin di buang ke &lt;st1:place st="on"&gt;Siberia&lt;/st1:place&gt;. Namun Lenin tak berhenti, ia masih tetap menulis propaganda dan memperkokoh jaringannya, ia bergerak cepat dibawah tanah, dibawah sepatu-sepatu tentara Tsar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;Saat Bolsheviks memperoleh mayoritas suara di Moskow, Lenin memimpin. Ia mengumandangkan revolusinya tak hanya disemenanjung timur Eropa, tapi sampai ke belahan lain dunia. Ia menjalarkan komunisme kemana-mana, merambat sebagai sebuah sistem.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;Seorang pengarang pernah menulis, “Tak sesaatpun Lenin merasa kuatir, tinggal seorang diri dalam perjuangan. Ia menciptakan sahabat sebanyak-banyaknya dan merontokkkan musuh-musuhnya. Lenin telah mengembalikan rakyat pada harga diri mereka. Bagi Lenin, cita-cita sosial bukan kepentingan diri sendiri.Semua itu tiada artinya jika tanpa kemenangan. kemenangan adalah segalanya.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;Karena demi kemenangan itulah, Lenin menjelma menjadi sebuah ketakutan sekaligus kekaguman. Lenin menganggap, untuk membangun revolusi yang sempurna, menghabisi lawan adalah keharusan. Tidak ada tempat bagi pembangkang, demikian juga dengan mereka yang membangkang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;"  lang="FI"&gt;Tangan Lenin memamng penuh darah. Tidak terkecuali untuk Anastasia dan keluarganya. Maxim Gorky berbisik, “Lenin, ampuni dia”. Tapi semua tanpa pengecualian. Konon hanya dengan mencoretkan sebuah tanda silang dikertas, Lenin bisa mengakhiri hidup ribuan manusia di kamp tahanan. &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Begitu beku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-6083808990344157098?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/6083808990344157098/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=6083808990344157098' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/6083808990344157098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/6083808990344157098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/07/lagu-cinta-untuk-lenin.html' title='Lagu Cinta Untuk Lenin'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-6843916723223489612</id><published>2008-07-07T05:56:00.000-07:00</published><updated>2008-07-07T05:57:39.963-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Editorial'/><title type='text'>Tibet Dalam Ingatan Seorang Jurnalis</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;Joshua Kurlantzik masuk ke dalam sebuah ruangan kecil, berbau sangat tak sedap. Joshua mendapati ada dua manusia disana. Seorang Lhundrub Zangmo yang mendung dan seorang wanita muda terbaring diatas sebuah ranjang besi,yang merintih lemah dan muntah darah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="NL"&gt;Joshua mengenang cerita Zangmo diruang itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="NL"&gt;“Zangmo dan beberapa biarawan-biarawati Budha meninggalkan Tibet berjalan kaki menembus Himalaya menuju tempat pengungsian rakyat Tibet di India. Mereka adalah yang pertama ditangkap tahun 1990, kerena berdemonstrasi di Lhasa, Ibukota Tibet. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Meneriakkan “Free Tibet!!”, menyuarakan kemarahan mereka terhadap kehadiran Cina di tanah kelahiran mereka. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;Polisi Cina yang bergerak cepat, memukul sampai jatuh dan menyeret mereka ke dalam penjara”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;Joshua mengenang lagi, &lt;i style=""&gt;“Di Drapchi (penjara menakutkan di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Lhasa&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt;) pada suatu hari ada 4 biarawati menolak untuk melepaskan kepercayaan Budha mereka didepan tentara Cina. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Mereka dipukul sampai mati” kata Zangmo Zangmo sambil menatap lantai dan mulai menangis, “Mereka mati bersama-sama”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Lhasa adalah ibukota dari sebuah kerajaan terpencil dimana para Dalai Lama memipin peradaban yang penuh dengan spiritualitas. Terisolasi dari dunia luar, penduduk Tibet membentuk sebuah agama yang penuh ritual dan tingkatan structural. Bagi orang Tibet, pusat pengabdian mereka adalah Dalai Lama, yang dianggap sebagai dewa. Hubungan spiritual Dalai Lama dan orang Tibet begitu besar. Dalam dunia modern yang penuh dengan perang dan konsumerisme, Dalai Lama yang sekarang (yang hidup dalam pengasingan di Dharamsala, India sejak Cina mengambil alih Tibet pada 1959) telah menjadi ikon dunia, menginspirasi jutaan orang di Barat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Namun waktu Tibet mungkin akan segera habis. Dalam decade terakhir Cina telah melancarakan perang diam-diam yang kejam terhadap masyarakat Tibet. melucuti “Atap Dunia” dari semua bentuk spiritualitas dan otonomi politik. Secara sistematis Beijing telah mengganti biksu (sebagai pusat kekuatan rakyat Tibet) dengan pimpinan boneka dan membunuh mereka yang menolak mengakui kekuasaan Cina. Cina membanjiri Tibet dengan ribuan imigran asal Chine sendiri, yang mengambilalih kendali atas bisnis local dan mendorong penduduk Tibet dalam kemiskinan dan pelacuran. Cina menegakkan kondisi di Tibet. Kondisi yang mengubah optimisme Dalai Lama menjadi kekhawatiran (secara perlahan-lahan), “Ini adalah masa kritis untuk Tibet, Kita akan menghadapi kepunahan.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Joshua berjumpa dengan Lhasang Tsering, seorang aktivis terkenal Tibet di pengasingannya sejak meninggalakan Tibet 20 tahun silam. Joshua menuliskan keputus-asaan Tsering, &lt;i style=""&gt;“Saya tidak punya harapan atas masa depan Tibet. Waktu mulai habis. Setiap hari ketika kita duduk disini berdoa untuk perdamaian dunia, Ratusan Cina berdatangan, sumber daya dari Tbiet keluar. Begitu orang Cina memiliki daerah untuk mereka sendiri, mereka mengkondisikan orang Tibet seperti anda orang Amerika melakukan (hal yang sama) dengan orang-orang Indian”&lt;/i&gt;. Joshua mengingat, Tsering meletakkan meletakkan kepalanya di tangan, bahunya terguncang hebat karena isakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Ketika Cina menduduki Tibet tahun 1959, mereka menghancurkan Negara itu, membiarkan tentara-tentara Mao menghancurkan kuil-kuil, membunuh hampir 1,2 juta orang. Ribuan lainnya dieksekusi, banyak yang meninggal karena kelaparan. Tapi taktik itu tidak berhasil menghancurkan identitas budaya Tibet. Pada akhir tahun 80an, rakyat Tibet yang mulai muak dengan tekanan Cina mulai menyerang balik, membanjiri jalan-jalan di Lhasa, menuntut kemerdekaan. Hu Jintao, seorang birokrat Beijing mengeluarkan perintah darurat perang, menerjunkan ribuan tentara untuk mengunci Tibet. Tapi taktik tangan besi ini justru mengakibatkan dukungan internasional terhadap Dalai lama dan Tibet.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Kini, Cina sudah mengadopsi pendekatan yang lebih lunak. Cina tahu bahwa bersikap keras hanya akan menghasilkan protes keras dari dunia Internasional, mendorong timbulnya perpecahan dibagian lain dari Cina. Cina juga menginginkan ribuan barel minyak dan gas yang baru saja ditemukan di Tibet, sumber daya yang dapat membantu kekurangan bahan baker untuk kemajuan industri Cina yang pesat. Beijing telah menerapkan kebijakan baru yang disebut “merangkul dua tangan”, mendekati rakyat Tibet sembari membungkam mereka yang masih menginginkan kemerdekaan. Beijing tidak lagi menerjunkan barisan tentara dijalan-jalan, menyegel kuil-kuil, namun mencoba mengikis inti dari identitas rakyat Tibet : kependetaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Cina telah mengumumkan kebijakan tentang toleransi terhadap Budha. Misalnya Beijing telah mengucurkan dana untuk memperbaiki Potala Palace, dan mebangun kuil baru untuk para Turis. Tapi diblok seberang Potala, seorang pendeta yang tinggal disebuah pondok menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi, &lt;i style=""&gt;“Polisi Cina berpakaian sipil berada ditiap-tiap kuil. Setiap pendeta berkumpul, mereka selalu mengawasi. Orang-Orang Cina melakukan ‘kampanye patriotik” dan semua pendeta dipaksa untuk meninggalkan Dalai lama,”&lt;/i&gt; kata pendeta itu pada Joshua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Disebuah perjalanan di gang kecil di Lhasa kemarin, Joshua bergegas. Ia mencatat &lt;i style=""&gt;“Saya tidak lagi melihat apapun yang yang pernah ada sekitar 25 tahun lalu, diaman para pedagang berkumpul di pasar terbuka, dan para peziarah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan jubah panjang menggumamkan doa. Kini Lhasa seperti kota modern. Para pekerja konstruksi menggali seluruh kota, membangun jalan baru yang berisi bank-bank dari China, toserba dan restoran cepat saji di depan Jokhang yang suci. Disepanjang jalan utama, taksi dan bus tour Cina memenuhi jalan. Ketika Lhasa dibangun kembali dari bawah, Orang-orang Tibet terdorong ke pinggiran, dibagian baru kota ini. Dan kecepatan perubahan itu semakin tinggi, Cina membuka jalur rel kereta apai ke Tibet, untuk mengangkut ribuan orangnya menduduki Tibet. Uang telah meningkatkan pertumbuhan dan mencipta kemakmuran, tapi itu bukan untuk rakyat Tibet. Tanpa kompnesasi apapun untuk rakyat yang lambat laun akan jadi kaum minoritas di Lhasa!”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Imigran Cina telah mengambil alih Lhasa, mengbah kebudayaan tradisonal Tibet menjadi sebuah panggung karnaval. Cina telah sukses menyengsarakan Tibet, merampas tanah mereka yang tidak mampu bersaing dengan para imigran. Tingkat kemiskinan Tibet bergerak ke level yang tinggi, mereka mengalami kurang gizi dan tingginya angka kematian bayi. Anak-anak muda jarang mendapat pekerjaan, yang didominasi para imigran. Banyak yang jadi gelandangan, dan terpuruk ke area prostitusi. Ini yang paling menyedihkan bagi Joshua. Di suatu malam ia bercerita, &lt;i style=""&gt;“Di gang belakang Toserba itu, seorang gadis yang masih seperti anak kecil menawarkan oral seks pada saya dengan 5 dollar. Saya menolak, ia lantas menurunkannya menjadi 3 dollar, memohon saya untuk tinggal. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;Ketika saya menolak lalu pergi menjauh, ia menjerit pedih.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;Dan pada sebuah kesempatan wawancara yang singkat dan ajaib di &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;New York&lt;/st1:State&gt;&lt;/st1:place&gt;, Joshua bertemu dengan Dalai Lama. &lt;i style=""&gt;“Saya tidak bisa menolak tanggung jawab ini, saya harus memikul itu meninggalkan masa remaja saya,”&lt;/i&gt; ujar Dalai Lama yang duduk diseberang Joshua sambil menunduk. Pada momen itu Dalai lama menggambarkan pada Joshua, ancaman-ancaman yang dihadapi &lt;st1:country-region st="on"&gt;Tibet&lt;/st1:country-region&gt;, sikap pemerintah &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Beijing&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; menurutnya tidak membantu. &lt;i style=""&gt;“Rel kereta baru menuju &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Lhasa&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; telah membawa pembangunan yang merajalela yang menyebabkan konsekuensi bagi ‘hewan liar dan lingkungan’. &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Kemudian tekanan demografis meningkat dan masalah ekologi menjadi sangat serius.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Tiba-tiba (kenang Joshua) wajah Dalai Lama menjadi cerah, Dalai bersikeras masih ada harapan di Tibet. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Ketika wawancara akan berakhir, Joshua berujar pelan pada Dalai Lama, bahwa ia baru kembali dari Tibet, sebuah daerah yang tidak bisa dikunjunginya selama hampir setengah abad. Dalai Lama tersentak, menampakkan keharuan. &lt;i style=""&gt;“Apakah anda melihat kota-kota baru sepanjang rel? saya mendengar ada banyak kota-kota Cina yang baru disana”.&lt;/i&gt; Ketika Joshua mencoba menggambarkan apa yang dilihatnya di Tibet, ia melirik pada pengawal Dalai Lama yang mulai gugup. Seorangterkemuka telah menunggu Dalai Lama untuk sebuah pemotretan. Tapi Dalai Lama mengacuhkan mereka, dan kembali bertanya pada Joshua&lt;i style=""&gt;, “Apakah anda melihat pengaruhnya pada rakyat dan lingkungan?”&lt;/i&gt; Dalai Lama begitu antusias menyodorkan keingintahuan pada tanah kelahirannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Akhirnya para pengawal, berhasil menarik perhatiannya. Dalai lama menggenggam tangan Joshua dan menatap mata Joshua dalam-dalam, “Terima kasih”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Ketika menyaksikan Dalai Lama pergi, Joshua teringat bahwa masa depan Tibet terletak pada orang tua ini. Dalam era terror seperti hari ini, pesan damainya dihadapan kehancuran negerinya telah menciptakan sebuah inspirasiluar biasa bagi banyak orang. Tapi terlepas dari pencapaian Dalai Lama, tak ada pemimpin yang bisa menggantikannya dan kekerasan di Tibet akan semakin meningkat jika ia tiada. Butuh waktu lama untuk menunggu Dalai Lama baru memimpin rakyatnya, dan selama itu pula Orang-orang Cina akan terus berdatangan dan generasi berikutnya akan makin menjauhi gerakan damai. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;Atap Dunia tidak akan dikenal lagi sebagai &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Tibet&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;“Ini seperti ada pistol ditodongkan dikepala kita dan didepan kita ada jurang”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-6843916723223489612?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/6843916723223489612/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=6843916723223489612' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/6843916723223489612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/6843916723223489612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/07/tibet-dalam-ingatan-seorang-jurnalis.html' title='Tibet Dalam Ingatan Seorang Jurnalis'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-4308684786314791092</id><published>2008-07-07T05:52:00.000-07:00</published><updated>2008-07-07T05:54:44.139-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Little Swing'/><title type='text'>Genocide</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;Malam ini saya sedang terikat pada kalimat ini “ Kita tahu sebabnya ada orang yang percaya bahwa pembunuhan bahkan pembantaian anak-anak bisa halal. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; orang yang percaya bahwa orang yang tewas itu adalah korban yang diperlukan untuk memperoleh sebuah efek”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;Bukan pada kekecewaan pada ketidaksempurnaan atau bukan pula kekecewaan pada demokrasi, saya merentangkan garis. melainkan pada sisi yang ganda, yaitu kehidupan beragama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Agama selalu menuntun agar kehidupan manusia tidak kacau balau. Setidaknya secara awam saya menerjemahkan pemahaman saya seperti itu. Tapi sejarah juga mencatat, pemahaman yang “unik” terhadap keagamaan menjadi faktor timbulnya pertentangan, bahkan meletuskan perang yang meluluhlantakkan sebuah bangsa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Balkan pada awal 1990an, terguncang dalam kisruh. Yugoslavia yang tangguh di era Joseph Bros Tito, remuk terpecah karena pertikaian yang berdarah. Bosnia-Herzegovina, Kroasia,Serbia dan Macedonia berai, memisahkan diri dan berperang atas nama perbedaan agama. “Sekarang pastilah sudah, pertikaian telah menghentikan belajar kami, menutup sekolah kami dan mengirim kami ke kamp pengungsian, bukan ke kelas”, demikian Zlata Filipovic menulis dalam diarinya pada 17 Mei 1992 diantara reruntuhan bangunan di puing-puing Sarajevo. Zlata yang saat itu berusia 13 tahun, bersaksi “Perang bukanlah lelucon. Perang benar-benar menghancurkan, membunuh, membakar, memisahkan, membawa kepedihan”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Hal serupa juga pernah meremukkan Lebanon. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;Dalam soal agama, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Lebanon&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; adalah negeri Arab yang plural. Tapi ancaman konflik tetap tak terbendung. Antar agama berperang, menghancurkan &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Beirut&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; yang mempesona. Mematahkan sajak-sajak Kahlil Gibran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;India&lt;/span&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt; pun terkoyak. Peperangan agama nyaris tak berujung. Medio 1940an, kemerdekaan yang baru seumur jagung, menjadi hambar. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;India&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; langsung terbelah. Ali Jinnah memutuskan memisahkan diri dan membentuk &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Pakistan&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Namun perpisahan itu bukan perpisahan yang manjur. Karena hingga saat ini konflik tetap meraja. Lihat saja pada kegelisahan di Kashmir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika juga punya catatan kelam. &lt;/span&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/st1:City&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;, &lt;st1:place st="on"&gt;Ambon&lt;/st1:place&gt;, Kupang, Situbondo menyimpan deretan duka karena kerusuhan berbau konflik antar agama, merasakan angin yang tak sejuk itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;Dan pastilah dibelahan dunia lain, dimana pengetahuan saya tak cukup untuk merangkum dan menceritakannya kembali. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;" lang="FI"&gt;Ah, tiba-tiba saya enggan. Ingin rasanya melepaskan ikatan itu. Terlalu tragis untuk malam ini. Takut nanti &lt;i style=""&gt;gak &lt;/i&gt;bisa tidur. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-4308684786314791092?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/4308684786314791092/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=4308684786314791092' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/4308684786314791092'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/4308684786314791092'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/07/genocide.html' title='Genocide'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-7431106797350639154</id><published>2008-06-30T22:44:00.000-07:00</published><updated>2008-06-30T23:24:00.695-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Editorial'/><title type='text'>Hatta</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Konon, ada seorang istri yang harus menyisihkan sebagian dari penghasilan yang diberikan suaminya untuk membeli sebuah mesin jahit. Namun pada suatu ketika, tiba-tiba rencana untuk membeli mesin jahit itu terpaksa harus ditunda, diurungkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Karena tiba – tiba saja pemerintah hari itu mengeluarkan kebijakan pemotongan nilai rupiah (sanering) dari Rp. 100 menjadi Rp.1. Jadinya, nilai perhitungan tabungan yang sudah dikumpulkan sang istri tidak cukup untuk sang mesin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Karena sedikit kecewa, sang istri menanyakan kepada suaminya, yang notabene merupakan pejabat tinggi Negara kenapa sang suami tidak memberitahukan akan ada sanering. Dengan kalem dan tenang, sang suami menjawab, “Itu rahasia Negara, jadi tidak boleh diberitahukan, sekalipun kepada keluarga sendiri”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Sang suami, seorang pemimpin yang langka. Lahir dengan nama (pemberian orang tuanya) Muhammad Athar, pada sebuah Agustus di Bukit Tinggi. Hatta lahir dan besar di keluarga ulama di ranah leluhurnya, Minang. Zaman itu, ia termasuk bocah yang beruntung karena punya kesempatan untuk studi sampai ke MULO di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;padang&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Pada masa belia, ia merantau ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Batavia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan pada masa inilah ia mulai menentukan arah. Ia mulai rajin menulis di Jong Sumatera.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ia mulai meretas kesadaran politiknya, terinspirasi dari Abdoel Moeis, sang idola. Tercatat, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ia pernah terjun di Jong Sumatranen Bond, Perhimpunan Indonesia, berkawan dengan seorang nasionalis Hindustan, Jawaharlal Nehru saat bergabung dalam Liga Menentang Imperialisme dan Kolonialisme di negeri Belanda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Hatta yang sederhana itu pernah akrab dengan terror. Ia sering ditangkap. Dibuang ke tempat yang asing dan sunyi, Digul, Banda, atau &lt;st1:place st="on"&gt;Bangka&lt;/st1:place&gt;. Pengasingan sebagai sebuah risiko dari arah yang ia tentukan tadi. Ia berjuang bersama Sukarno, Founding Father negeri ini. Meski dalam perjuangan yang sering dialiri perbedaan persepsi politik dan cara dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Mereka pernah jalan bertentangan, tapi dalam sebuah malam mereka menyadari bahwa mereka harus bersatu demi suatu tugas yang jauh lebih besar daripada yang dapat dilakukan oleh salah seorang dari mereka. Sukarno dan Hatta yang menanam tekad, janji yang jantan untuk berjuang bersama, memimpin Negara, mengusung sebuah revolusi untuk merdeka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Hatta memimpin dengan penuh sahaja. Dia rela berjalan satu langkah dibelakang, berbicara dengan nada lebih rendah dan sama sekali tidak bermimpi merebut jabatan presiden. Hatta semakin langka, karena ia adalah pemimpin yang mampu menguasai keadaan, banyak berpikir dengan tenang dan dalam, cermat dan bertanggungjawab atas setiap keoutusannya. Hal yang ia sadari, dalam memimpin republic yang masih sangat muda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Namun, sejarah kemudian menceritakan pada saya. Perjalanan Hatta menemani Sukarno berhenti juga. Klimaks yang muncul ke permukaan karena perbedaan visi dengan Sukarno dan konstelasi politik yang saat itu menghendakinya demikian. Hatta memilih mundur, dan secara terbuka ia tidak sepaham dengan kebijakan politik dan konsepsi demokrasi Terpimpin sang pemimpin besar revolusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; ikhwal yang menarik perhatian saya perihal kemundurannya. Hatta pernah curhat pada seorang anak angkatnya, Des Alwi Abubakar. “Om Cuma disuruh &lt;i style=""&gt;ngurus&lt;/i&gt; koperasi. Segala keputusan politik tidak dikonsultasikan kepada saya. jadi, &lt;st1:place st="on"&gt;Om&lt;/st1:place&gt; berhenti saja.” Entah itu adalah tragedy atau bukan. tapi setelah itu, &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt; terpuruk dan rakyat menderita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Hatta adalah monumen, untuk mengenang kesehajaan seorang politisi. Hatta pasti bahagia, karena ia tidak hidup hari ini (menurut saya). Hatta juga pengingat, dan sekali lagi, ia sosok yang langka&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-7431106797350639154?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/7431106797350639154/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=7431106797350639154' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/7431106797350639154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/7431106797350639154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/06/hatta.html' title='Hatta'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-1804905209853217214</id><published>2008-06-30T22:41:00.000-07:00</published><updated>2008-06-30T22:44:23.612-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Editorial'/><title type='text'>The Glory Belongs To El Nino at The Moment</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Joachim Loew diam dan gelisah di sebuah sudut  Ernst Happel, Wina. Sesekali ia melongok ke arah jam ditangannya. Memperhatikan  waktu. Ia galau, Tim Panser hanya punya sedikitnya 8 menit untuk  menyelamatkan diri. Detik-detik lewat, Roberto Rosetti meniup peluit tanda  perang usai dan kegalauan itupun berubah menjadi pusaran yang  menariknya untuk segera menguasai perasaan yang campur aduk. Loew tertunduk  lesu, bersama keresahan Angela Merkel di tribun kehormatan, juga jutaan rakyat  seantero bumi manusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;EuRO 2008 sudah tiba pada ujung. Spanyol menjadi  kampium, setelah terapung pada 44 tahun penantian. Luis Aragones membalas  tamparan banyak pihak, yang gemar mengkritiknya. Matador-matador itu memenangkan  sejarah. Menundukkan Eropa dangen segala keperkasaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Malam itu adalah malam yang langka untuk Fernando  Torres, 24 tahun. Ia berlari sekencangnya sambil mengukur timing. Ia berpikir,  untuk bisa lolos dari duet palang pintu Jerman. Ia sukses, dan hanya membutuhkan  ketenangan untuk menaklukkan Jens Lehmann dengan sekali sontekan. Dan ia  berhasil lagi, membunuh Lehmann dengan begitu dingin. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Torres membukukan gol, satu-satunya dipertandingan itu. Gol yang tak  akan sirna dari ingatannya sepanjang masa. Gol yang membenamkan jerman dan  membawa spanyol ke tangga juara. Juara Piala Eropa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;El Nino, melengkapi sensasinya musim ini. Meski  tanpa gelar, lebih dari 30 gol dalam musim pertamanya di Anfield, cukup untuk  menobatkanya sebagai salah satu striker berbahaya saat ini. El nino lahir  dengan bakat sebagai mesin gol. Ia cukup lengkap. Gesit, cepat, dan punya  naluri tinggi membobol gawang lawan. Sebelumnya ia adalah pujaan publik Vicente  Calderon. Ia maskot, jadi kapten tim di usia belia dan inceran klub-klub  elite benua biru. Liverpool yang berhasil menciduknya, dengan gelontoran puluhan  juta poundsterling. Torres pun hijrah ke lembah Merseyside. Di daratan britania,  pesonanya kian menjadi. Ia jadi pemain asing yang dimusim pertamanya mampu  mengemas lebih dari 20 gol setelah Ruud van Nistelrooy. El  Nino menjelma jadi idola baru The Reds dan andalan sang Rafa  Benitez.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Austria - Swiss 2008 jadi ajang pembuktian kiprah  internasional El Nino. Ia datang bersama skuad matador, yang dihuni  pemain-pemain terbaik di semua lini dengan kualitas yang merata. Secara teknis,  sulit mencari kelemahan Spanyol. Namun berulangnya kegagalan negeri itu  diberbagai ajang, menumbuhkan konvensi tidak tertulis di kalangan pecinta bola  sejagad bahwa secara materi Spanyol memang oke, tapi mereka tidak punya  mental juara dan karena itulah mereka gagal. Aragones memimpin tim dengan stigma  yang melekat itu. Namun ia tidak gentar. Ia memang keras kepala tapi orang  tua itu benar-benar paham apa yang ia butuhkan. Ia tidak memanggil Raul  Gonzales, golden boy sepakbola spanyol dan ia pun dicerca karena itu. Tapi  demikianlah Aragones, ia melaju mengacuhkan banyak pihak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Spanyol memulai laga menghadapi Rusia. &lt;em&gt;They  did it well&lt;/em&gt;, menyuguhkan permainan cantik dan menghujani gawang Igor  Akinfeev 4 kali. David Villa mencuri perhatian dengan &lt;em&gt;hattrick&lt;/em&gt;-nya  (satu-satunya &lt;em&gt;hattrick&lt;/em&gt; dalam turnamen ini). Tapi peran El Nino sangat  besar, dengan kecepatannya ia memudahkan Villa mencetak gol pertama dan  sanggup menarik perhatiaan barisan pertahanan Rusia, sehingga Villa bisa leluasa  memberondong amunisinya dengan telak. Melawan Swedia, El Nino mencetak gol  pertamanya dan Villa jadi penyelamat di menit akhir. Agresivitas lini tengah  Spanyol mulai dilirik. Pers menilai barisan kuartet mereka bermain cemerlang.  Xavi Hernandez-Marcos Senna-Andreas Iniesta-David Silva dan sesekali diisi Cesc  Fabregas tampil dengan performa memikat dan sangat solid. Kuartet mereka  mengingatkan pada kejayaan Michel Platini-Alain Giresse-Jean Tigana-Luis  Fernandez mengantarkan Les Blues jadi jawara Euro 1984. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Menghadapi juara bertahan Yunani, Spanyol mengistirahatkan  hampir sebagian besar pemain intinya. Tapi mereka tetap unggul, dan meraih hasil  sempurna di fase penyisihan grup. Ruben de la Red dan Dani Guiza mengirimkan  sinyal, bahwa lapis kedua Spanyol juga dahsyat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Di 8 besar, Azzuri Italia menunggu mereka. Tampil  melawan Grendel Cattenacio yang paten, El Nino dan Spanyol kesulitan  memberangus gawang Gianluigi Buffon di waktu reguler maupun extra time. Adu  Penalti jadi penentuan. Iker Casillas jadi pahlawan dengan membendung usaha  Antonio Di Natale dan Danielle de Rossi. El Matador pun melenggang ke Semifinal,  kembali jumpa Rusia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Rusia yang mereka hadapi di Semifinal, bukanlah  Rusia yang mereka pecundangi di awal kompetisi. Guus Hiddink berhasil menyulap  beruang merah menjadi momok bagi lawan. Yunani dan Swedia berhasil mereka kirim  pulang. Belanda yang tampil memukau di grup C mereka bantai dengan sadis. Total  Football remuk dihempas badai spartan ciptaan Arshavin dan kawan-kawan. Tapi  lagi-lagi Spanyol menunjukkan kesejatian mereka. Lewat permainan yang dinamis  dan menggigit, Rusia kembali merasakan pedihnya dihajar habis-habisan. Lini  tengah mereka jadi bintang. Spanyol 3, Rusia 0.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Tim langganan Juara Jerman adalah pintu terakhir  Spanyol, mengibarkan bendera kemenangan. Bukan lawan mudah, Jerman punya  pemain-pemain matang. Jerman punya pengalaman dan jam terbang di turnamen. Dan  yang utama Jerman punya sejarah bagus. Wina, cerah hari itu. Spanyol bersiap,  meski dengan beban David Villa harus absen karna cedera pergelangan  kaki.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Rosetti meniup peluit seperti Krishna menggemakan  terompet tanda dimulainya Baratayudha. Jerman dan Spanyol bertarung ketat. Adu  pintar. Adu Strategi. Adu fisik. Adu seluruh daya yang tersisa. Semua berjalan  imbang, sampai Gol El Nino hadir ditengah-tengah mereka.. Ritme permainan  semakin meningkat. Jerman harus mengejar dan Spanyo tidak mau dikejar, bahkan  ingin jauh biar tak terkejar. Saling ngotot, saling sikut, saling tabrak, saling  hantam. Lehmann dan Casillas harus jatuh bangun berjibaku. Charles Puyol dan  Christoph Metzelder bertahan sekuatnya. Pelipis Mickael Ballack sampai berdarah.  Entah berapa kaki yang lebam karena benturan keras.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Rosetti meniup peluit akhir. Spanyol menjelang  sejarah baru.. Sorang komentator tivi berujar tentang esensi sepakbola,  kemenangan spanyol adalah kemenangan sepakbola. Tim terbaiklah yang memenangkan  kejuaraan. Joachim Loew memimpin senyum pahit anak asuhnya menerima medali dari  Michel Platini. Dan Iker Casillas mengangkat trophy Henry Delauney tinggi -  tinggi.. Tanda kejayaan. Tanda kebesaran. Tanda kemenangan. Tak Hanya Casillas  dan skuad mattador lain yang tertawa keras. Tapi disitu juga ada sukacita  Aragones, Raja Juan dan Pangeran Felipe, serta penantian panjang rakyat  spanyol.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;El Nino pantas tidak bisa tidur malam itu. Ia  pasti gila karena bahagia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-1804905209853217214?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/1804905209853217214/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=1804905209853217214' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/1804905209853217214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/1804905209853217214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/06/glory-belongs-to-el-nino-at-moment.html' title='The Glory Belongs To El Nino at The Moment'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-5252550726161291794</id><published>2008-06-30T22:04:00.000-07:00</published><updated>2008-06-30T22:14:29.999-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Editorial'/><title type='text'>Billie Jean vs Eleanor Rigby</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Perhelatan American Idol 2008 musim ketujuh sudah  usai sejak beberapa bulan lalu. Secara keseluruhan, saya menikmati kompetisi  tahun ini. Menjagokan David Cook sejak awal, excited dengan karakter para  kontestan yang colourful, persaingan yang ketat, sampai kejutan-kejutan  yang pernah terjadi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Setiap tahun saya kerap menyediakan perhatian  untuk American Idol. Saya penggemar acara ini. Bukan cuma sekedar American idol  dalam arti &lt;em&gt;an sich,&lt;/em&gt; tapi seperti yang Dave Grohl pernah bilang  "American idol bagaikan sebuah institusi". &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Masih dengan kemasan yang sama. Ryan Seacrest  masih disana. Trio Simon Cowell, Paula Abdul dan Randy Jackson masih setia  menyusuri tanah amerika, menyaring ratusan talenta-talenta super, memilih 12  pria dan 12 wanita terbaik (ini pekerjaan yang sangat sulit) dan mendampingi  kontestan sejak workshop sampai grand final.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Amerika tak pernah kehabisan bakat. Sejak di  babak eliminasi saja, sudah ada sajian olah vokal yang keren. Dan 24 besar itu  pastilah yang terhebat (para juri pasti tidak salah pilih).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Diantara top 6 kontestan perempuan, cuma Brooke  White dan Carly Smithson yang rada &lt;em&gt;nyangkut&lt;/em&gt;. Brooke elegan dengan  musikalitasnya. Menggiring &lt;em&gt;Every Breath You Take &lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;let it&lt;/em&gt;  &lt;em&gt;be&lt;/em&gt; dengan piano hammond atau &lt;em&gt;Jolene&lt;/em&gt; dengan gitar akustik ke  nuansa yang feminin. Carly, perempuan &lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1214888993_0"&gt;Irlandia&lt;/span&gt; dengan suara bertenaga yang  sempat saya prediksi bisa ada di 5 besar. Ia punya aura seperti saya melihat  Kelly Clarkson dulu. Belakangan menyusul Syesha Mercado yang punya kemajuan  besar. Pada awal kompetisi, Syesha kelihatan biasa saja. Tapi dia punya  determinasi untuk berkembang.Dan posisi 3 besar adalah buah kerja kerasnya.Ia  punya &lt;em&gt;stage &lt;/em&gt;act bagus, mungkin karna pengalamannya sebagai seorang  aktris. Amanda Overmayr, Ramielle Mallubay dan Kristy Lee Cook punya vokal  yang bisa diandalkan, tapi belum memukau saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Tahun ini prediksi awal saya ialah tahunnya kontestan pria. Gila, vokal  setiap kontestan beda-beda dan kuat! &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Saya masih  inget, Colton Berry dan Gareth Haley yang melodius harus tersisih di Workshop I.  Jason Eager dan Rocker Robbie Carricco tersisih di workshop II. Danny  Norriega dan Luke Menard juga gagal menembus Top 12. Padahal saya sempet jagoin  Luke masuk, dia pernah bawain &lt;em&gt;Killer Queen&lt;/em&gt; bagus sekali.&lt;br /&gt;David  Hernandez kontestan yang pertama kali &lt;em&gt;vote off &lt;/em&gt;di 12 besar. Suaranya  sangat groovy. Mungkin hanya karena kurang dukungan. Sebenernya kalau dia  diberi kesempatan dibabak selanjutnya, dia bisa berbuat banyak. Chikezee juga  bagus, dia pernah memainkan &lt;em&gt;she's a woman&lt;/em&gt; dengan warna  &lt;em&gt;soul&lt;/em&gt;-nya, tapi dia juga harus pulang. Selanjutnya adalah kejutan  terbesar tahun ini, Michael Johns. Saya sempat shock, ketika dia begitu  cepat terdepak. Pada awal, saya pernah punya mimpi untuk menyaksikan Johns  berduel dengan David Cook di Final. Pasti bakal seru. Bukan apa, Johns penyanyi  yang punya karakter kuat, dia pernah memukau (rockin') saat me-medley &lt;em&gt;we  will rock you&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;we are the champions&lt;/em&gt;. Pernah nge-blues  banget di &lt;em&gt;It's all wrong but its's all right. &lt;/em&gt;Dan menyanyikan  &lt;em&gt;Across The Universe &lt;/em&gt;dengan sangat maskulin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Jason Castro, dia disukai karna pembawaanya yang  &lt;em&gt;charming. &lt;/em&gt;Timbre vokalnya khas, dan bening. Ia yang paling sering  menyanyikan lagu-lagu kesukaan saya. &lt;em&gt;If I Feel, Memory, Fragile &lt;/em&gt;sampai  &lt;em&gt;I Shoot The Sheriff. &lt;/em&gt;Semuanya oke, tapi mungkin itu belum cukup untuk  bersaing di level 4 besar American Idol. David Archuleta, sang &lt;em&gt;rising  star&lt;/em&gt;. Dia pernah mengejutkan saya saat menggubah &lt;em&gt;Imagine&lt;/em&gt; di babak  Workshop. Selanjutnya, dia terus melaju. Sama seperti Syesha, progres bocah 17  tahun ini sangat luar biasa. Dia penyanyi pop yang sangat alami dan Amerika  menyukainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;font-size:85%;"&gt;Yang terakhir adalah sang jawara David Roland  Cook. Penampilannya di dua babak workshop awal belum terlalu &lt;em&gt;outstanding  &lt;/em&gt;buat saya. Baru setelah membuat aransemen orisinil yang dahsyat  pada lagu &lt;em&gt;Hello &lt;/em&gt;(&lt;span style="border-bottom: 1px dashed rgb(0, 102, 204); cursor: pointer;" class="yshortcuts" id="lw_1214888993_1"&gt;Lagu&lt;/span&gt; pop ekstrim Lionel Ritchie), saya memulai  prediksi bahwa dia-lah &lt;em&gt;next american idol&lt;/em&gt;. Cook berhasil memodifikasi  lagu dengan cara yang benar-benar diluar dugaan. Dia mengambil versi Dexology  untuk &lt;em&gt;Eleanorr Rigby &lt;/em&gt;(The Beatles) dan versi Chriss Cornell untuk  &lt;em&gt;Billie Jean&lt;/em&gt; (Michael jackson). Usaha ini yang paling berkesan,  sangat merevolusi lagu aslinya. Ekstrim. Dia benar-benar menguji  musikalitasnya sepanjang kompetisi, dia bernyanyi dengan Gibson Les paul left  hand-nya di lagu &lt;em&gt;All Right Night, Day Tripper, I'm Alive &lt;/em&gt;(Lagu klasik  Neil Diamond, namun ditangan Cook lagu itu seperti baru dirilis tahun ini)&lt;em&gt;,  Baba O' Riley,&lt;/em&gt;dan &lt;em&gt;Dare you to move. &lt;/em&gt;Pun saat menenteng Gitar  akustiknya pada nomor &lt;em&gt;Little Sparrow &lt;/em&gt;atau &lt;em&gt;The World I  Know. &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Orisinalitas aransemen juga melekat kuat di  penampilannya saat bawain &lt;em&gt;Always be my baby, First Time I ever saw  your face &lt;/em&gt;juga &lt;em&gt;I dont want to miss a thing. &lt;/em&gt;Dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Music of the night &lt;/span&gt;yang opera, jadi macho banget. Cook  luar biasa.&lt;br /&gt;Saya akan selalu menyediakan waktu untuk American idol.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-5252550726161291794?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/5252550726161291794/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=5252550726161291794' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/5252550726161291794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/5252550726161291794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/06/billie-jean-vs-eleanor-rigby.html' title='Billie Jean vs Eleanor Rigby'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-7860430137554690636</id><published>2008-06-28T22:56:00.000-07:00</published><updated>2008-06-28T22:57:18.000-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Editorial'/><title type='text'>Juni Hampir Akhir</title><content type='html'>Fitri Nganti Wani sudah beranjak ramaja tahun ini, dan Fajar Merah pasti sudah bisa membaca dan menulis dengan baik. Setahun yang lalu, aku menyaksikan Fitri membaca sebuah sajak di Kick Andy. Sajak rindu yang diliputi kesamaran.Sajak yang miris memanggil-manggil sebuah nama untuk pulang. Dalam malam - malam yang hening itu Mbok sipon pasti menahan tangis dihatinya. Dalam-dalam. Menyaksikan kedua anaknya tumbuh bersama kedukaan. Duka yang terikat pada sebuah nama, yang makin jauh mengabur dan semakin tak pernah pulang.&lt;br /&gt;Tidak ada yang tahu Thukul dimana. Ada yang bilang Thukul disembunyikan kelompok yang bersimpati padanya. Ada yang bilang Thukul melarikan diri ke luar negeri. Ada juga yang bilang Thukul masih hidup, dan  hanya Mbok Sipon yang tahu keberadaannya. Tapi semua teori itu mentah, karena semua justru terus mempertanyakan nasib Thukul. Ada juga yang beranggapan, Thukul berinisiatif sendiri untuk tidak menampakkan diri sampai saat yang ia anggap tepat. Tapi disaat rezim itu sudah tumbang, dan keterbukaan yang selama ini jadi cita-cita suara Thukul sejak lama telah lahir, Thukul tak juga tak pulang.&lt;br /&gt;Aku secara pribadi, lebih setuju pada sebuah hipotesis politis. Sebab sepanjang sejarah perjuangan politiknya, Thukul tak pernah lelah menentang Soeharto dan kekuatan Militernya. Ia juga pernah aktif di PRD, partai kiri yang selalu di "musuhi" pemerintah dan militer. Thukul diculik dan dilenyapkan secara paksa dalam sebuah operasi militer. Ia (di)hilang(kan) sama seperti aktivis-aktivis lain pada masa itu, yang sampai saat ini mereka tak pernah kembali!&lt;br /&gt;Thukul telah menjalani proses sebagai manusia. Seperti yang pernah ia sebut, ia adalah bunga tak dikehendaki tumbuh. Ia dilahirkan ditengah masyarakat yang dimarjinalkan keberadaannya, benar juga kecuali dalam angka statistik dan bahan kampanye. Sejak lahir ia telah akrab dengan ketiadaan, kemiskinan, bau-bau busuk dari got pembuangan pabrik dan ketidakadilan pembangunan. Ia hafal dengan itu semua dan pada puisilah ia meledakkan ide-idenya. Baginya, tidak ada jarak antara puisi dan kenyataan hidup. Dengan puisi ia mengekspresikan aspirasi yang paling dekat dengan keadaan sekitarnya. Dengan puisi ia peduli terhadap persoalan yang tak pernah didengar. Dengan puisi ia menyuarakan protes kaum buruh pada majikan, juga perlawanan rakyat kecil pada penguasa. Perlawanan melawan keterbatasan dengan mengenalkan pada keindahaan yang bisa berada dimana saja dan melampaui batas-batas kelas.&lt;br /&gt;22 Juli Tahun 1996, saat itulah terakhir kali Thukul tampil didepan umum, karena tak lama kemudian ia menghilang. Pada hari itu ia menyampaikan "Peringatan" yang sangat menggugah itu.  Setelah Kudatuli meletus, semua jadi tidak bersahabat bagi Thukul. organisasinya di jadikan kambing hitam kerusuhan, dan ia sendiri dinyatakan oleh rezim waktu itu sebagai buronan. Dan cerita kelam itupun tumbuh pelan-pelan. Thukul pergi dan tak kembali.&lt;br /&gt;Sekarang sudah 1 dekade berlalu. Sepanjang itu pula perasaan gelisah itu setia menggantung di alam bawah sadar Mbok Sipon. Tapi perempuan itu selalu terlihat tenang dan sabar. Entahlah, karena antara kekuatan menahan, pasrah, putus asa kadang mau tidak mau harus dikalahkan. Sepanjang itu ia ditangisi kedua anaknya sambil menanyakan kenapa bapak gak pernah pulang. Keluarga yang malang.&lt;br /&gt;Seorang rekan Thukul, yang pernah bertemu Fitri Nganti Wani menuturkan, "Tatapan matanya membuat saya tidak tahan. Kerinduan, harapan, kepedihan dan kemarahan berpijar dari sepasang mata anak muda itu". Perasaan campur aduk itu selamanya akan selalu hidup di hati Fitri, juga Fajar adiknya.&lt;br /&gt;Keluarga itu harus jadi korban sejarah. Kehilangan masa depan bersama. Tapi diantara beban itu, Mbok Sipon tak pernah kalah oleh waktu. Ia tegar membesarkan kedua anaknya sebagai sebuah takdir yang lambat laun harus dimaklumi. Meski selamanya akan tersa pilu dan muram, saat nama Thukul diperdengarkan padanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-7860430137554690636?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/7860430137554690636/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=7860430137554690636' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/7860430137554690636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/7860430137554690636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/06/juni-hampir-akhir.html' title='Juni Hampir Akhir'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-5592943807068077370</id><published>2008-06-28T22:55:00.000-07:00</published><updated>2008-06-28T22:56:16.939-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sound like Sonnet'/><title type='text'>No Coffee for Tonite</title><content type='html'>Ada suara jangkerik, mengendap pelan - pelan di teras rumah.&lt;br /&gt;Mengerik semaunya. kadang mayor, kadang minor, kadang tak bernada. Ayah duduk di sebuah kursi ditemani mama.&lt;br /&gt;Membicarakan kesunyian bersama - sama. Kerinduan bersama-sama. Dan perjalanan nanti bersama-sama.&lt;br /&gt;Diteras itu aku pernah tumbuh. Tidak cuma bersama jangkerik, tapi juga kunang-kunang dan nyamuk.&lt;br /&gt;Diteras itu aku belajar membaca, berhitung dan mengaji.&lt;br /&gt;Diteras itu aku menendang bola (sampai memecahkan kaca), bermain kelereng, berkelahi dengan teman-teman.&lt;br /&gt;Diteras itu aku merengek - rengek demi uang jajan dan diteras itu aku pernah jatuh pingsan karena sakit.&lt;br /&gt;Diteras itu aku mencoba menulis puisi dan disana pula aku mulai bermain gitar.&lt;br /&gt;Diteras itu aku mulai mengenal Tan Malaka dan disana pula aku memperhatikan Morisson, Hendrikx juga Bono.&lt;br /&gt;Diteras itu aku mulai mengenal kecantikan peempuan, dan disana pula aku mulai belajar gombal.&lt;br /&gt;Diteras itu aku mendengarkan cerita, dan disana pula aku mulai memperhatikan cara menanam anggrek.&lt;br /&gt;Diteras itu aku mulai menggendong ponakan dan membiarkan dia kencing di bajuku.&lt;br /&gt;Di teras itu pula aku bermain petak umpet dengannya sambil menyuapi makan malam yang telah disediakan untuknya.&lt;br /&gt;Diteras itu pula ayah dan mama menangis, karna di teras itu pula kakakku mengikat janji suci.&lt;br /&gt;Diteras itu aku sering pergi, mengucapkan selamat tinggal.&lt;br /&gt;Diteras itu Papa dan mama menungguku.&lt;br /&gt;Diteras itupun aku akan datang, esok...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-5592943807068077370?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/5592943807068077370/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=5592943807068077370' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/5592943807068077370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/5592943807068077370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/06/no-coffee-for-tonite.html' title='No Coffee for Tonite'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-1920158490572536566</id><published>2008-06-28T22:52:00.001-07:00</published><updated>2008-06-28T22:54:49.346-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Editorial'/><title type='text'>Menikmati Euro dari Balik Selimut</title><content type='html'>Selalu ada paksaan yang paling barbar, untuk memberi perhatian pada tayangan sepakbola. Hampir 20 hari berlalu, sebagian atensi menunggu didepan tivi, lewat siaran live, hi-lite atau berita olahraga. Aku tidak cukup demam, tapi aku melemah.&lt;br /&gt;Aku mencintai sepakbola. hampir disepanjang hidup. Ini warisan papa. warisan yang sangat adil dan membekas. USA 94, England 96, France 98, Belgium-Netherland 00, Korea-Japan 02, Portugal 04, Germany 06 sampai hari ini Austria-Swiss 08. Semua tak lepas dari jauh pengamatanku. Aku menikmatinya.&lt;br /&gt;Setiap perhelatan punya cerita. Aku masih sanggup mengingatnya, aku yakin sekali. Tantang saja aku berdiskusi tentang semua itu, aku akan melayani dengan jiwa yang paling cerah.&lt;br /&gt;Aku tidak ingin bicara tentang Prancis tahun ini. Karena sudah gagal, dan uangku melayang demi gengsi.&lt;br /&gt;Aku ingin mengusik prediksi yang kebolak-balik. atau bercanda dengan kejutankejutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua sudah berjalan. gugur satu persatu. siapa yang bisa menghitung butiran airmata tumpah karena victory jauh dari genggaman? Karel Bruckner pantas kecewa dan aku mengerti kenapa Petr Cech menangis. Swiss sedikit bisa tersenyum karena punya satu kemenangan yang terlambat. Leo Benhakker mungkin akan kehilangan pekerjaan. Rakyat Austria&lt;br /&gt;harus memendam harapan lebih tinggi. Prancis tak pernah bisa berjalan tanpa Zidane. Duet&lt;br /&gt;Adrian Mutu dan Christian Chivu belum bisa meloloskan Rumania. Ibrahimovic senang karena bisa membuat 2 gol setelah sekian tahun, tapi Swedia harus pulang. Dan Yunani telah benar-benar dijauhi dewi fortuna, tidak seperti 4 tahun silam.&lt;br /&gt;Cristiano Ronaldo sangat berhasil di sepanjang EPL dan Liga Champion kemarin. Tapi kali ini, dia hanya mencetak satu gol dan Scolari pun menutup karir di Portugal dengan pencapaian yang segitu saja. Padahal portugal datang dengan menebar ketakutan. Tapi itu tak cukup taji untuk menikam staying power Jerman. Ya, Michael Ballack kembali jadi sosok sentral itu. Jerman, telah kembali.. Turki lagi lagi berkibar karena teranugerah untuk terbang. Keajaiban itu menyayangi mereka, dan enggan pergi.. 3 kali hampir mengakhiri pertarungan dengan kekalahan, 3 kali pula mereka selamat dan jutaan rakyat Turki menangis gembira. Kroasia sangat menghibur dan Slaven Bilic benar, butuh banyak waktu untuk melupakan kesedihan ini. Belanda menjadi umpatan banyak petaruh, karena superioritas mereka sepanjang turnamen, rontok memalukan. Hiddink memang hebat, dan Rusia akan terus mencintai dia. Ada yang bilang ini penampilan buruk Italia, dua gol dari bola mati memang sangat ironis bagi sang juara dunia. Dan bagi Spanyol, ini saat terbaik untuk mematahkan keraguan sejagad karena mereka punya seniman-seniman terbaik hari ini.&lt;br /&gt;Ada empat martir yang menarik perhatian saya.&lt;br /&gt;Guus Hiddink. Siapa pun tahu, Negaranya bisa dibawa jadi Semifinalis Piala Dunia 10 tahun lalu. Kalau tahun ini, dia menilai dirinya sendiri sebagai pengkhianat terbesar dia tak perlu kuatir. Rakyat di negeri kincir itu harusnya bangga punya tokoh sepakbola yang dicintai banyak bangsa. Korea selatan tak akan pernah melupakan dia, dan gelar Honoris Causa itu hanya sedikit dari penghargaan itu. Dan kini, dia menghentak kremlin. aku berpikir, kalau nikita Kruschev masih hidup apa ya yang akan diberikan untuk sang meneer?? a built in remedy for Kruschev and Hiddink?? Hiddink punya energi untuk menyuntikkan semangat berjihad yang luar biasa. Entah apa yang dikatakannya pada laskar Taeguk yang tak pernah berhenti berlari di sepanjang laga 6 tahun lalu. Atau entah pula apa yang dibisikkannya pada Arshavin dan beruang-beruang merah itu menghabisi saudara sebangsanya sendiri.&lt;br /&gt;Fatih Terim. Sang legenda dibumi Attaturk. 12 Tahun lalu ia mulai memimpin Truki menyerang eropa, meski gagal total tapi sejak itulah benih benih kekuatan masa depan Turki mulai tumbuh. Dan tahun ini ia datang lagi. Memang Turki seolah jadi kubu yang selalu beruntung. Tapi keberuntungan itu takkan muncul tanpa semangat juang yang mati-matian.. mereka hanya punya 5 menit untuk tidak mengecewakan tanah air. Dan Nihat Kahveci pun muncul sebagai juru selamat. Nihat hanya peluru, dan terimlah penembakknya.&lt;br /&gt;Andrei Arshavin. Anak muda ini tak menyiakan kesempatan terakhir. ia hanya jadi penonton saat negaranya di hantam telak oleh Spanyol dan bermain buruk melawan laskar olympus. ia hanya punya kans saat menjumpai swedia. dan ia hadir untuk tidak jadi pecundang. ia bergerak dengan atau tanpa bola. melepas umpan, lalu membunuh harapan skandinavian. melawan nama besar total football ia tidak gentar.  saat belanda mungkin memandangnya sebelah mata, ia mengambil inisiatif menekan. dan ia berhasil...&lt;br /&gt;Terakhir Mickhael Ballack... atlet yang gagah dan kuat. ia menangis saat john terry gagal menghukum Cristiano ronaldo. tapi sekarang ia sanggup berjalan tegak. Ia memimpin dengan bakat naturalnya. Ia mencetak gol dengan tendangan terbaiknya dan kekuatan fisiknya. Aku yakin ia akan mengambil kesempatan ini. kesempatan kedua tidak selalu bisa jatuh bebas.&lt;br /&gt;Dari balik selimut ini, aku mencatat mereka.. untuk diskusi dimasa-masa mendatang. saat aku jadi tua, aku akan terus mengingat mereka. Masih dari balik selimut ini, aku menahan kantuk. Serba salah memang. tapi 2 tahun lagi masih sangat lama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-1920158490572536566?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/1920158490572536566/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=1920158490572536566' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/1920158490572536566'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/1920158490572536566'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/06/menikmati-euro-dari-balik-selimut.html' title='Menikmati Euro dari Balik Selimut'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-632092818205749709</id><published>2008-06-28T22:50:00.000-07:00</published><updated>2008-06-28T22:52:16.393-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Little Swing'/><title type='text'>Dalam 5 menit</title><content type='html'>Dalam 5 menit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Semalam aku bermimpi, aku bertemu kamu. Kita kembali ke masa anak-anak dulu. Aku membelikanmu cokelat di Toko Queen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"So, sweet"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;+  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Aku juga membelikanmu sepasang cincin plastik. Itu cincin pertunangan kita"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Lalu, apa yang terjadi selanjutnya?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;+ &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Aku terbangun"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah kurang lebih isinya. Maaf kalo tidak persis. Itu cuplikan dialog di sebuah film seri yang aku tonton beberapa hari kemarin.&lt;br /&gt;Tanpa harus berakting seperti para pelakon di hollywood, kiranya itu bisa saja terjadi. Memimpikan hidup yang berlalu mulus seperti di cerita-cerita happy ending. Seperti cerita-cerita dongeng, novel-novel laris, film-film remaja. Semua manusia bisa melakukannya. Lalu saat mimpi itu menjulang sampai ke puncak bahagia, saat itu pula manusia terbangun. Mimpi indah buyar. Apa yang dia lakukan??&lt;br /&gt;Aku akan kembali tertidur. Aku ingin mimpi lagi. sebebas-bebasnya. sebuas-buasnya. Mimpi&lt;br /&gt;kan gratis. Jangan protes kalo aku bisa semonumental Kennedy, bisa selegendaris John lennon, punya uang sebanyak bill gates, bisa jadi anak presiden, bisa punya pacar Dian Sastro.&lt;br /&gt;Aku akan bangun, dan membiarkan mimpi itu. Tidak pernah terjadi apa-apa. Aku bahagia, itu&lt;br /&gt;kan cuma dimimpi. Hidup nyataku ya seperti ini. Tidak kurang, tidak lebih. Ngapain jadi sentimentil karna mimpi. Hidup kan gak semuanya harus dibangun dengan mimpi.&lt;br /&gt;Aku akan bangun, dan mengejar mimpi itu. Ya, mungkin saja mimpi itu simbol. Pembawa pesan dari masa depan, agar aku bersiap. Mimpi itu akan terjadi. Mimpi itu akan menjelang di pagi hari. Maka jangan diam saja. Apa yang bisa dilakukan, lakukanlah. Katanya mimpi punya kekuatan. Katanya mimpi bisa mendorong seseorang jadi penantang kenihilan dan sebagainya dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "Semalam aku bermimpi dia datang, mengantarkan undangan pernikahah kalian"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;-  (diam)&lt;br /&gt;+ &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"dia memintaku untuk datang, katanya aku harus datang. lalu aku bertanya kepadanya kenapa aku harus datang. dan dia mengatakan sesuatu"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Apa katanya?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;+ &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Aku harus datang agar aku bisa menyaksikan sesuatu yang tak bisa aku miliki terjadi"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau yang ini imajinasiku.tapi, siapa ya yang mau bermimpi seperti itu?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-632092818205749709?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/632092818205749709/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=632092818205749709' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/632092818205749709'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/632092818205749709'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/06/dalam-5-menit.html' title='Dalam 5 menit'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-5835876884417484987</id><published>2008-06-28T22:46:00.001-07:00</published><updated>2008-06-28T22:48:59.598-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sound like Sonnet'/><title type='text'>The Man Does Not Die With The Name*)</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Sebagai bunga yang sedang hendak mekar, digugurkan angin yang keras" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku takjub saat pertama membaca tulisan itu. mungkin dengan kegemparan yang sama dengan Milly Ratulangi dan anak-anak muda zaman itu, hampir 60 tahun yang lalu. Saat itu Milly masih gadis. ia tinggal di Jakarta. Sebuah kalimat dari sepucuk surat yang dikirim oleh Woce, untuknya. Aku tak tahu apa hubungan mereka. Tapi mungkin Milly adalah orang yang spesial bagi Woce.&lt;br /&gt;Woce, masih sangat muda waktu itu. umurnya baru 24 tahun, sama denganku tahun depan. Umur 21 ia telah meninggalkan sekolahnya, persis di bulan Juli tahun 1946. Ia memutuskan menghilang. meninggalkan keluarganya, meninggalkan sukacita masa muda yang masih mungkin dihisapnya. Tidak ada yang tau Woce dimana. Apakah dia masih hidup atau mati muda. Rakyat disana saling menyebar berita dalam bisik-bisik, bahwa Woce masih hidup dan ikut bergabung dalam pasukan pejuang kemerdekaan di pedalaman Sulawesi Selatan.&lt;br /&gt;Woce berjuang memanggul senjata, untuk sebuah perjuangan yang paling mungkin saat itu. Melewati gelap yang dingin, atau terang yang panas. Tiada makanan layak, pakaian yang cukup, juga kesempatan untuk tidur nyenyak. Woce memilih bertarung. Karena baginya tidak ada pilihan lain. Ia memilih ini karena cinta. Cinta pada Ibu Pertiwi yang masih bayi dan setia yang sampai akhir dalam keyakinan.&lt;br /&gt;Woce terus bertarung. suatu hari ia terluka. Ia masih tetap berjuang. Lalu ia ditangkap, ia tidak menyerah. Ia melarikan diri dan berperang lagi.  Woce membawa dirinya untuk bertahan dalam peperangan itu, dan ia menjelma menjadi seorang pemimpin gerilya yang di takuti Belanda. Tapi&lt;br /&gt;malang , ia tertangkap lagi. Ia pun di jatuhi hukuman mati, untuk manusia semuda dia.&lt;br /&gt;Tapi Woce tidak pernah takut pada kematian. Ia masih punya kesempatan hidup Andai saja ia mau mengajukan Grasi dan meminta maaf pada pemerintah kolonial. Tapi disebuah persidangan Woce menolaknya. Konon, papanya pun meminta Woce untuk minta ampun saja, agar Woce tidak dihukum mati. Tapi sekali lagi, Woce kembali menolak. Ia sadar akan kesedihan papanya, keluarganya dan mungkin juga kepedihan Milly. Tapi Woce tetap setia pada keyakinannya dan sudah lama menerima apa yang datang bersama zamannya.&lt;br /&gt;Empat hari menjelang eksekusi, Woce menulis sepucuk surat untuk Milly di jakarta . Sepucuk&lt;br /&gt;surat yang sangat ingin aku baca. surat yang menyimpan kata-kata terakhir Woce dihidupnya. Sesuatu yang pasti akan sangat menggetarkan, melewati zaman-zaman sesudahnya.&lt;br /&gt;Woce tengah berdoa dimalam terakhirnya. Ia masih bisa berdoa dengan tenang. Entah apa yang dimintanya pada Tuhan, aku ingin sekali tahu.&lt;br /&gt;5 September 1949, Woce dieksekusi. Ada yang mencatat beberapa menit sebelum dieksekusi, Woce memberi maaf pada regu serdadu yang bertugas menghabisi nyawanya. Woce mati untuk Republik yang masih muda. Untuk harapan yang masih belum memiliki kebimbangan.&lt;br /&gt;Seperti kalimat diatas, woce adalah bunga yang sedang hendak mekar, dan terpaan angin yang keras itu menggugurkannya. Tapi angin keras itu akan membuatnya untuk dikenang.&lt;br /&gt;Jika tidak ada yang mau mengingatnya, Biar saya sendiri yang melakukannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) terinspirasi dari Monginsidi, Chairil dan Kartini – GM&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-5835876884417484987?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/5835876884417484987/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=5835876884417484987' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/5835876884417484987'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/5835876884417484987'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/06/man-does-not-die-with-name.html' title='The Man Does Not Die With The Name*)'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-6143378931542776389</id><published>2008-06-28T22:44:00.000-07:00</published><updated>2008-06-28T22:45:59.127-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dari catatan harian'/><title type='text'>Ban Yang Terbakar</title><content type='html'>Selasa (24/6) kemarin, saya melintas pelan di Jalan Gatot Subroto (saya dari arah SLipi). Siang itu suasana di sana sangat tidak menyenangkan. Macet.. Saat tepat melintas di seberang gedung MPR/DPR, ada pemandangan yang saya yakin, itulah penyebab kemacetan luar biasa ini.. Ada Polisi (saya liat dari seragamnya). Ada mahasiswa (saya liat jaket almamaternya). Ada&lt;br /&gt;orang-orang lain entah dari mana, asik dengan sebuah keramaian. Perasaan saya gak enak.. pasti ada ketidaknyamanan.&lt;br /&gt;Benar saja, gak jauh didepan saya .. banyak ban-ban terbakar yang menggeletak tak bertuan di jalanan umum. Asapnya bikin sesak, kasian anak kecil yang dipangku ibunya persis dibelakang saya. D**n, ini dia yang bikin macet.. Gak jauh dari situ, untung ada beberapa orang yang kelelahan berusaha menyingkirkan benda-benda sialan itu ke pinggir jalan (trima kasih ya pak, itu sangat membantu). setelah 10 menit saya turun sebelum jembatan semanggi. Persis depan Kampus Atmajaya.. Sial, tambah macet.. banyak benda-benda terbakar menutup sebagian besar jalan disitu.. entah itu dijalur cepat, atau di bahu jalan.. saya lihat, beberapa orang (entah dia siapa), dengan begitu gantengnya bakar-bakaran di jalan seperti sirkus dan orang-orang kantor (yang gak bisa pulang karena tidak ada bis kota yang beroperasi) menjadikan itu sebagai sebuah tontonan gratis.... Jalanan itu lumpuh.&lt;br /&gt;Ratusan motor berjalan merayap. puluhan mobil berdesakan menunggu tanpa kepastian.. belasan busway berdiam kaku, juga tanpa tau kapan bisa bergerak lagi.. Saya terjepit diantara orang-orang malang itu..&lt;br /&gt;Untunglah, saya masih bisa sampai rumah. meski dengan kelelahan yang cukup.&lt;br /&gt;Acara TV berita sore, ternyata yang saya alami siang itu ada kaitannya dengan headline berita.&lt;br /&gt;Ada demo, masih dengan isu yang sama. Tuntunan yang saya tangkap, Penolakan kenaikan harga BBM dan juga Pengusutuan Tuntas atas tindakan represif di Kampus UNAS yang memakan korban jiwa.&lt;br /&gt;Saya pribadi, keberatan dengan kenaikan harga BBM. Lalu soal mahsiswa UNAS vs Polisi, saya prihatin kalo memang korban itu tewas karena tindakan represif aparat, dan menuntut kebenaran yang seadil-adilnya. Saya mendukung usaha aksi itu, dengan syarat. semua harus elegan dan damai.&lt;br /&gt;Tapi sore itu dari yang saya alami, dan kemudian saya lihat ditivi.. kenapa aksi yang harusnya murni itu kenapa jadi berubah bentuk?? kenapa harus ada pembakaran?? kenapa harus merusak?? kenapa harus mengganggu kenyamanan umum??&lt;br /&gt;Saya hanya menyayangkan karena, sederhana saja bisa jadi masyarakat yang terganggu kemudian jadi tidak simpatik pada usaha aksi itu..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-6143378931542776389?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/6143378931542776389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=6143378931542776389' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/6143378931542776389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/6143378931542776389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/06/ban-yang-terbakar.html' title='Ban Yang Terbakar'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-5622195917085478134</id><published>2008-06-28T22:38:00.000-07:00</published><updated>2008-06-28T22:44:00.908-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Editorial'/><title type='text'>Tentang Efek Rumah Kaca</title><content type='html'>Ada yang ingin saya bagi.. karena ini adalah kepuasan yang menggembirakan… tentang kesegaran.. tentang musik bagus… tentang hasrat untuk setia mendengar..&lt;br /&gt;Adalah Efek Rumah Kaca (ERK),… yang membuat saya kembali jatuh cinta…&lt;br /&gt;Pernah dengar tentang manusia-manusia ini??&lt;br /&gt;Pastilah asing yang melekat di gelengan kepala kita… segera&lt;br /&gt;Mereka hanya orang biasa… sederhana, tidak tampan dan mungkin itulah mereka.. Saya hanya melihat mereka beberapa kali, di sebuah edisi Rolling stone atau di sebuah cuplikan mungil liputan tentang sebuah acara dikantor Kontras (Saya gak tau itu diacara itu yang tampil benar benar ERK atau bukan, tapi seyakin saya itu Cholil dengan gitarnya, dan mereka pasti menyanyikan Di Udara).&lt;br /&gt;10 Tahun lalu saya mulai mendengarkan Urban Hymne – The Verve.. atau OK Computer – Radiohead. Saya menemukan sebuah sensasi kanak-kanak.. Bukan sekedar musik, tapi ada rangsangan mendasar bagi saya untuk membuka ruang bagi kesempatan mendengar musik yang lain..&lt;br /&gt;Tahun ini saya Bosan,.. Di Indonesia, banyak sekali terdengar single-singel anyar musisi tanah air setiap harinya. Di radio ataupun dilapak-lapak penjualan CD MP3. Invasi dari band-band baru dan usaha eksistensi band-band lama menjual lagu baru luar biasa sekali.. Banyak lagu di banyak kesempatan. Banyak karya membumbung,&lt;br /&gt;tapi maaf.. tidak ada yang membuat saya gila.. bahkan (maaf) mungkin karena terlalu banyak itu, saya jadi jengah… terhadap musiknya.. terhadap lirik-liriknya… Cepat cepat tangkap, lalu cepat juga dilupakan..&lt;br /&gt;Hingga sektar dua bulan yang lalu. Saya iseng buka folder temen di server kantor.. isinya lagu-lagu ERK ( Maaf Bos, kita berkenalan lewat produk bajakan)..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CINTA MELULU&lt;br /&gt;Saya suka intronya dengan gitar dan shouting vocal yang rally dari awal.. lalu Liriknya, Ya Tuhan Yang Maha Teliti,.. lirik segar yang saya dengar.. Yang berani untuk tidak popular. Yang tidak takut untuk dianggap ideal.. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Atas nama pasar semuanya begitu Banal”&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Apa memang karna kuping melayu, suka mendayu-dayu”&lt;/span&gt;. Sebuah pelajaran tentang sebuah kata baru buat saya, “Banal”. Pelajaran juga buat teman kantor saya yang juga punya perhatian pada kata gak familiar itu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JATUH CINTA ITU BIASA SAJA&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“jika jatuh cinta itu buta, berdua kita akan tersesat. Saling mencari didalam gelap. Kedua mata kita gelap. Lalu hati kita gelap”&lt;/span&gt; Lagunya memaknai jangan terlalu liar saat jatuh cinta. Mungkin karna (sebenernya) gak ada yang harus diagungkan saat jatuh cinta.. Musiknya itu yang maut,.. simple.. tapi enak didengarkan disaat tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUKAN LAWAN JENIS&lt;br /&gt;Sesuatu yang terlarang bagi sebagian besar masyarakat timur. Lagu ini hanya menceritakan sebagian dari itu. Sempitnya, hubungan cinta anak manusia. Buat saya ini keanehan yang kocak (dalam arti sebenarnya). Idenya orisinil, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“aku takut kamu suka pada diriku, karena aku memang bukan lawan jenismu”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JALANG&lt;br /&gt;Mungkin ini ungkapan lain ERK terhadap sebuah politik. Tapi buat saya ini bukan lagu politik. Saat pertama denger, saya langsung melarikan asumsi ke Penolakan terhadap RUU Anti Pornografi dan sejenisnya. Saya sepakat, Kenapa harus takut dibilang jalang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BELANJA TERUS SAMPAI MATI&lt;br /&gt;Dari judulnya saja sudah sangat menggelitik. Tapi memang begitulah. Saya sendiri sudah gagal untuk tidak menjadi korban kegansan peliknya kehidupan urban. ERK sukses mengkritik saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DESEMBER&lt;br /&gt;Ini lagu yang pertama coba saya kulik gitarnya.. Aransemennya terasa sangat jernih dan nge-blend dengan liriknya. Andai saja saya mendengar lagu itu 4 tahun lebih awal. Karena &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Aku suka sehabis hujan di Bulan Desember”&lt;/span&gt; relevan buat tahun-tahun itu. Kalian masih ingatkan santunnya hujan di Lereng Baturraden?? Di Jakarta, Hujan bikin sengsara banyak orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;INSOMNIA&lt;br /&gt;Dua jempol, karena secara keseluruhan bisa ngebawa atmosfer rasanya susah tidur. Saat obat tidur dosis rendah udah gak ngefek dan yang dosis tinggi harus dihindari. Gimana caranya bisa tidur, tanpa harus merasa gersang dan kelenjar air mata yang terkuras habis. Saya suka pukulan drummernya di lagu ini. Dan Cara nyanyi vokalisnya di refrain terakhir.. sedikit ngingetin sama Nice dream-nya Radiohead…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DI UDARA&lt;br /&gt;Lagu ini yang meyakinkan saya tentang betapa kayanya tema yang dibawa ERK. Cukup untuk memotret sesuatu yang gak dilirik label dan pasar musik.. Katanya Lagu itu bisa diapresiasi untuk mengenang Alm. Munir (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Aku bisa diracun diudara”&lt;/span&gt;). Untuk anak-anak bangsa yang tewas/hilang ditangan bangsanya sendiri, lagu ini adalah suara penghormatan yang diwakili oleh ERK. Musik lagu ini sebenernya sangat anthemic dan punya power. Cuman jadi Lirih rasanya saat saya mendengar lagu ini sambil baca lagi sebuah catatan pinggir GM, “Jakarta,10 November 2004 – Sepucuk  surat untuk Sultan Alief Allende dan Diva Suki Larasati, yang ditinggal ayah mereka”. Harap diingat juga, saya kira ERK juga tidak sedang berpolitik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MELANKOLIA&lt;br /&gt;Musiknya dingin, pilihan teknik falset di awal nyanyian, buat saya, jitu. Kesannya jadi bisa mendefinisikan rasa melankolis.. Hebat-lah.. Semua orang pasti pernah melankolik. Yang ini juga unik, karena sebenernya kayaknya gak penting banget ngedesain gambaran perasaan melankolik. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Nikmatilah saja keindahan ini, segala denyutnya yang merobek sepi, kelesuan ini jangan lekas pergi, Aku menyelami sampai lelah hati".&lt;/span&gt; Atau  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Murung ini sungguh indah, melambatkan butir darah”&lt;/span&gt;, Emang lu pernah nikmatin bete?? Aneh kan, tapi ada !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DEBU-DEBU BERTERBANGAN&lt;br /&gt;Seperti sajak Do’a buat Chairil Anwar, ERK coba bikin sketsa dari sudut yang sama. Ini bukan lagu religius, tapi dengan tingkat kedalaman pemahaman yang ada dari setiap orang. Semoga saja bisa sama dengan saya. Yaitu untuk ingat pada sebuah hari akhir. Kitab suci Agama saya pernah menjelaskan (kalo saya tidak salah) “pada hari itu semua manusia dan alam semesta seperti anai-anai yang berterbangan”. Mungkin ERK juga setuju dengan itu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Pada saatnya nanti, tak bisa bersembunyi … Pada siapa mohon perlindungan.. Debu-debu berterbangan..”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SEBELAH MATA&lt;br /&gt;Konon katanya lagu ini adalah pengalaman emosional sang bassis.. Yang lari gak Cuma di lagu dan lirik.. bas line beliau-pun terasa sejuk… Kalo yang buat lagu ini nenek saya, maka lagu ini akan jadi KEDUA MATA.. 7 tahun ini, kedua matanya gak bisa melihat total dan hanya mengandalkan cahaya,itu juga Cuma setitik yang tertangkap. Sama, karena diabetes juga.. ternyata begitu ya rasanya.. kalo sang basis “Sebelah mataku yang lain menyadari gelap adalah teman setia dari waktu waktu yang hilang”. lalu siapa yang menyadari kesepian nenek saya diwaktu-waktunya yang hilang??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EFEK RUMAH KACA&lt;br /&gt;Lagu ini bisa jadi alat kampanye buat yang punya perhatian buat lingkungan. Rhythm yang dibangun mereka bertiga sesuai dengan semangatnya..Saya suka teriakan Cholil di akhir lagu, ingin rasanya saya ikutan berteriak.. “Kita akan terbakar!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gak pernah ada pUblikasi yang menggelegar di tivi-tivi, radio, atau media lain seperti yang dialami atau bahkan di pesan band-band baru di rumah industri musik domestic.. Tapi saya tau, ERK tak terlalu menginginkan itu.. Tanpa pemberitaan dan kilatan blitz kamera ERK sudah menjadi besar karena kesederhanaan itu, di mata saya…&lt;br /&gt;Saya tidak merasa berlebihan kalo ERK memberikan sensasi yang sama dengan OK Computer 10 tahun lalu..&lt;br /&gt;Saya setuju dengan teman saya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-5622195917085478134?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/5622195917085478134/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=5622195917085478134' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/5622195917085478134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/5622195917085478134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/06/tentang-efek-rumah-kaca.html' title='Tentang Efek Rumah Kaca'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-1679287097851826829</id><published>2008-06-28T22:36:00.000-07:00</published><updated>2008-06-28T22:38:10.826-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Little Swing'/><title type='text'>Bunga dan Tembok</title><content type='html'>BUNGA DAN TEMBOK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seumpama bunga&lt;br /&gt;kami adalah bunga yang tak&lt;br /&gt;kau kehendaki tumbuh&lt;br /&gt;engkau lebih suka membangun&lt;br /&gt;rumah dan merampas tanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seumpama bunga&lt;br /&gt;kami adalah bunga yang tak&lt;br /&gt;kau kehendaki adanya&lt;br /&gt;engkau lebih suka membangun&lt;br /&gt;jalan raya dan pagar besi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seumpama bunga&lt;br /&gt;kami adalah bunga yang&lt;br /&gt;dirontokkan di bumi kami sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika kami bunga&lt;br /&gt;engkau adalah tembok itu&lt;br /&gt;tapi di tubuh tembok itu&lt;br /&gt;telah kami sebar biji-biji&lt;br /&gt;suatu saat kami akan tumbuh bersama&lt;br /&gt;dengan keyakinan: engkau harus hancur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam keyakinan kami&lt;br /&gt;di manapun-tirani harus tumbang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiji Thukul, Solo 1987-1988&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Diambil diam-diam dari sebuah blogger&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang, apa - apa yang menjadi ingatanku... Aku telah kehilangan. Mungkin itu sebuah periode dimana,aku, mulai menggunakan otakku untuk berpikir (meski cuma asal -asalan, dengan analisanya yang seenak jidat), menguji empatiku yang penuh dengan permainan subyetifitas... Kapan ya aku mulai mengenal Marx dan Engels?? kapan ya aku mulai tertarik mengikuti apa-apa tentang Hok-Gie dan Guevara? Kapan juga ya aku belajar berempati tentang apa-apa yang dilakukan Gandhi, Pramoedya, Tan Malaka sampai yang terakhir aku coba baca : Ahmadinejad?,...&lt;br /&gt;Tanpa diskusi - diskusi itu lagi, aku khawatir aku hanya membuat kesimpulan sendiri.. aku takut merasa yang paling punya kebenaran.. aku takut memburamkan titik untuk kita mencari...&lt;br /&gt;Hingga kemudian, muncul pertanyaan tentang kemungkinan periode lain (yang sama seperti perulangan sejarah) apakah akan ada lagi.. kabar ya mereka? ada yang bilang, suatu waktu meraka telah kalah oleh nasib.. menyerah pada takdir.. melayani waktu yang semakin tua. ku tanya kenapa.. ada yang jawab : kehidupan akan semakin matrealistis... dan uang akan jadi segalanya... dan aku, ........... tiada punya apapun untuk mengajak mereka kembali.&lt;br /&gt;Aku lihat foto-foto.. Dan .. seumpama bunga, kami adalah bunga yang dirontokkan di bumi kami sendiri"... ada anak-anak kecil menangis, ... ada ibu-ibu menangis,... ada laki - laki tua menangis,... ada raja-raja sedang bersulang (kenapa mereka tidak menangis juga?).. Ada PKL sedang berperang dgn aparat,... ada kerumunan masa dalam kerusuhan yang panik (berapa orang yang mati dan diperkosa disitu?), ada penulis yang sedang menulis (tanya saja kenapa dia menulis semua kegetiran itu), ada seseorang yang baru bebas dan ia berdiri didepan gerbang penjara, ada mayat seorang laki-laki muda dengan darah segar, muncrat tepat dari lubang di keningnya... (kenapa harus ada yang rontok di buminya sendiri??)&lt;br /&gt;Dan negeri dimana senja tidak akan pernah pergi, hanyalah negeri dongeng....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-1679287097851826829?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/1679287097851826829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=1679287097851826829' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/1679287097851826829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/1679287097851826829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/06/bunga-dan-tembok.html' title='Bunga dan Tembok'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-6149050878601302906</id><published>2008-06-28T22:33:00.000-07:00</published><updated>2008-06-28T22:35:58.063-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sound like Sonnet'/><title type='text'>Merindukan Pagi</title><content type='html'>ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke mekah.&lt;br /&gt;ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di Miraza.&lt;br /&gt;tapi aku ingin habiskan waktuku di sisimu, sayangku.&lt;br /&gt;bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu.&lt;br /&gt;atau tentang bunga-bunga yang manis dilembab Mendalawangi.&lt;br /&gt;ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Danang.&lt;br /&gt;ada bayi-bayi yang mati lapar di Biafra&lt;br /&gt;tapi aku ingin mati di sisimu, manisku.&lt;br /&gt;setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya.&lt;br /&gt;tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu.&lt;br /&gt;mari sini sayangku.&lt;br /&gt;kalian yang pernah mesra, yang pernah baik dan simpati padaku.&lt;br /&gt;tegaklah kelangit luas atau awan yang mendung.&lt;br /&gt;kita tak pernah menanam apa-apa, kita tak kan pernah kehilangan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku baca puisi itu lagi semalam. Aku kangen Purwokerto..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota kecil itu.. Mungkin saat aku terbangun di dalam paginya... Selepas adzan subuh,.. ku masak air panas.. Ku buat secangkir kopi.. Lalu ku bawa cangkir itu ke atas. ke atap.. ke tempat paling tinggi di tempat kosku..&lt;br /&gt;Nikmatnya.. duduk di genteng.. memandang ke utara (mengantarkan kabut turun pelan-pelan setelah semalaman menyelimut di puncak slamet). Saat itu matahari juga tengah bersiap meretas jalan memulai harinya.. Mengganti dingin dengan hangat. Warna jingga di timur... Aku merindukannya... Memanjakan saluran nafasku dengan udara yang sangat sangat sangat dan sangat sejuk!! (Damn, Aku kehilangan itu di jakarta !!)....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-6149050878601302906?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/6149050878601302906/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=6149050878601302906' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/6149050878601302906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/6149050878601302906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/06/merindukan-pagi.html' title='Merindukan Pagi'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-2992090289009366966</id><published>2008-06-28T22:31:00.000-07:00</published><updated>2008-06-28T22:33:40.822-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sound like Sonnet'/><title type='text'>dari Sepotong Senja Untu Pacarku*)</title><content type='html'>Bersama surat ini kukirimkan padamu sepotong senja--dengan angin, debur ombak, matahari terbenam dan cahaya keemasan. Apakah kamu menerimanya dengan keadaan lengkap? seperti setiap senja  disetiap pantai, tentu ada burung-burung, pasir yang basah, siluet batu karang dan barangkali juga perahu yang lewat di kejauhan. Maaf aku tidak sempat menelitinya satu-persatu. mestinya juga ada lokan, batu yag warna-warni dan bias cahaya cemerlang pada buih yang bagaikan impian selalu saja membuat aku mengangankan segala hal yang paling mungkin ku lakukan bersamamu meski aku tahu semua itu akan tetap tinggal sebagai kemungkinan yang entah sampai kapan menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;Ku kirimkan sepotong senja ini untukmu, dalam amplop yang tertutup rapat, dari jauh, karena aku ingin memberikan sesuatu yang lebih dari sekedar kata-kata. Sudah terlalu banyak kata didunia ini dan kata-kata, ternyata, tidak mengubah apa-apa. Aku tidak akan menambah kata-kata yang sudah tak terhitung jumlahnya dalam sejarah kebudayaan manusia. Untuk apa? kata-kata tidak ada gunanya dan selalu sia-sia. Lagipula siapa yang sudi mendengarnya? Di dunia ini semua orang sibuk berkata-kata tanpa pernah mendengar kata-kata orang lain. mereka berkata-kata tanpa peduli apakah ada orang lain yang mendengarnya. Bahkan mereka juga tidak peduli dengan kata-katanya sendiri. Sebuah dunia yang sudah kelebihan kata-kata tanpa makna. kata-kata sudah luber dn tidak dibutuhkan lagi. Setiap kata bisa diganti artinya. Setiap arti bisa diubah maknanya. Itulah dunia kita.&lt;br /&gt;Kukirimkan sepotong senja untukmu, bukan kata-kata cinta. Kukirimkan padamu sepotong senja yang lembut dengan langit kemerah-merahan yang nyata dan betul-betul ada dalam keadaan yang sama seperti ketika aku mengambilnya saat matahari hampir tenggelam dibalik cakrawala.&lt;br /&gt;Akan ku ceritakan padamu bagaimana aku mendapatkan senja ini untukmu. Sore itu aku duduk seorang diri di tepi pantai, mamandang dunia yang terdiri dari waktu. memandang bagaimana ruang dan waktu bersekutu, menjelmakan alam ini untuk mataku. Kemudian tiba-tiba senja dan cahaya gemetar. keindahan berkutat melawan waktu dan tiba-tiba kau teringat padamu."Barangkali senja ini bagus untukmu," pikirku. maka ku potong senja itu sebelum terlambat, ku kerat pada empat sisi lantas ku masukkan ke dalam saku. Dengan begitu keindahan itu bisa abadi dan aku bisa memberikannya padamu.&lt;br /&gt;Setelah itu aku bejalan pulang dengan perasaan senang. aku tahu kamu akan menyukainya karena aku tahu itulah senja yang selalu kamu bayangkan untuk kita. aku tahu kamu selalu membayangkan hari libur yang panjang, perjalanan yang jauh dan barangkali sepasang kursi malas pada sepotong senja  di suatu pantai di mana kita akan bercakap-cakap sembari memandang langit sambil berangan-angan, sambil bertanya-tanya apakah semua ini memang benar-benar telah terjadi. Kini, senja itu bisa kamu bawa kemana-mana...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*) Karya Seno Gumira Ajidarma&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-2992090289009366966?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/2992090289009366966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=2992090289009366966' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/2992090289009366966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/2992090289009366966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/06/dari-sepotong-senja-untu-pacarku.html' title='dari Sepotong Senja Untu Pacarku*)'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-5653328410389733327</id><published>2008-06-28T22:29:00.000-07:00</published><updated>2008-06-30T23:04:25.566-07:00</updated><title type='text'>Satu Jam Di Suropati Kemarin</title><content type='html'>Matahari sudah gak terlalu menyengat saat aku memutuskan meninggalkan bogor&lt;br /&gt;dengan kereta sore.. Kembali berdesak-desakan dan berdiri (kursiku, ku berikan pada seorang ibu tua dengan cucunya). Sepanjang jalan aku agak anti sosial (maaf). Aku memilih larut dalam lagu-lagu Sting dan Radiohead yang ku putar di MP4 player-ku.. Sekali lagi maaf, aku sedang ingin begitu sore itu.. Aku hanya tak ingin perjalananku jadi tak terasa membosankan.&lt;br /&gt;Sesaat setelah kereta meninggalkan stasiun kalibata, tiba-tiba aku berubah pikiran.. Aku tidak mau langsung pulang ke kosan! Aku pengen ke Suropati...&lt;br /&gt;Adzan magrib sebentar lagi, kereta itu berhenti stasiun manggarai, lalu aku turun... menyusuri rel ke arah utara, menyaksikan matahari yang segera tidur di ufuk barat.. keluar lewat jalan tikus (bukan karena aku gak punya tiket, aku selalu beli tiket), biar lebih dekat ke terminal...&lt;br /&gt;Segera ku raih Kopaja 66, lalu aku turun di halimun... Langit sudah mulai gelap, saat ku lewat atas jembatan masuk ke jalan madiun... Jalan itu lengang sekali.. Rumah-rumah besar dikanan kirinya seperti tak berpenghuni. hanya ada kendaraan yang lalu lalang sangat jarang. Sampai diperempatan  masjid sunda kelapa, aku memutuskan berhenti disana.. sudah masuk waktu maghrib, aku mau solat dulu...&lt;br /&gt;Suropati mungkin tak pernah beda dengan hari-hari sebelumnya. tapi malam itu seperti memanggilku untuk melepas sebagian kecil malam disana. Seolah-olah semua di terjemahkan dalam warna-warna menyenangkan.. Tidak begitu ramai (kau tahu?? aku sangat menyukai itu).&lt;br /&gt;Ku tujukan langkah-langkahku lewat jalan masuk sebelah kantor polisi.. mataku tak pernah lepas dari memperhatikan sekelilingku.. Kupu-kupu dari lampu.. air mancur dari lampu... akar-akaran pohon dari lampu.. dan seekor ayam (yang ini ayam beneran) duduk santai di kandangnya (entah kapan ayam itu bebas?)&lt;br /&gt;Aku berhenti di depan kandang merpati... ku lihat keatas, sepertinya kosong (atau para merpati sedang berpesta di dalam?? atau sudah pergi tidur?) didepanku melintas sepasang anak muda laki-perempuan berangkulan mesra... (kenapa taman ini jadi pilihan mereka?)&lt;br /&gt;Aku cari bangku langgananku... ternyata sudah terisi.. beberapa orang (ada laki dan perempuan) sedang berlatih biola di bangku itu.. ya sudah, aku di bangku lain saja.. aku dapat bangku panjang tepat di sebelah selatan air mancur... bangku itu padahal bisa muat untuk 5-8 orang, tapi ku habiskan sendiri saja...&lt;br /&gt;Ku perhatikan orang-orang yang latihan biola tadi... menyenangkan sekali.. berkumpul dengan teman-teman (apalagi yang sudah lama akrab dan satu perjuangan).. tiba- tiba aku jadi ingat sebuah keinginan.. yaitu mengajak teman-teman kuliah-ku (mereka yang biasa aku ajak duduk-duduk dan ngobrol di trotoar) untuk bisa berkumpul disini. aku yakin mereka pasti bisa merasakan chemistry ini.. aku kenal mereka.. ya... duduk, ngobrol.. membahas apa saja.. aku yakin kami tak kan kehabisan cerita untuk itu.&lt;br /&gt;beberapa saat jauh di depanku.. diseberang air mancur, lewat sepasang laki-laki dan perempuan (beda dengan pasangan tadi) sambil bergandengan tangan... (lagi-lagi, kenapa taman ini jadi pilihan mereka??) ku perhatikan mereka sibuk mencari bangku yang kosong (tapi sayang sepertinya sudah full booked) dan mereka akhirnya memilih duduk di tepi air mancur (pilihan bagus, karena suara percik air disitu sangat romantik). ku perhatikan mereka terus, mesra sekali... mereka nye-top tukang tahu gejrot keliling yang lewat.. lalu mereka makan sepiring berdua..;) asik banget...&lt;br /&gt;Aku senang melihat itu.. aku jadi inget kamu... kalau saja kamu disini.. malam ini akan jadi sangat langka.. berdua kita menikmati angin yang keluar malu-malu diantara daun-daun pohon tua.. atau sinar malam yang tegap menembus daun-daun tadi... suara air mancur... suara-suara biola dari orang-orang itu... juga keriangan kita.. aku yakin itu semua bakal sanggup memecah kesunyian yang deras...&lt;br /&gt;aku memilih tidur terlentang di bangku panjang tadi.. tangan kananku, ku lipat ke belakang, ku jadikan bantal.&lt;br /&gt;menengadah ke atas.. hanya ada tiga bintang.. dengan sinar mereka yang pucat (aku benci ini, lampu-lampu Jakarta selalu mengeruhkan langit malam..). Aku melamun.. mengingat kamu.. mengingat papa dan mama. ingat rumah.. ingat teman-teman.. ingat kampus... ingat semua..&lt;br /&gt;membawa ingatan dalam suasana inilah yang selalu aku cari-cari. kalau kau menapak tanah di jakarta .. kau akan kehilangan suasana itu. Tidak ada angin dingin dan lembah-lembah luas seperti di kalipagu.. tidak ada suara-suara aliran sungai yang tik-nya lembut. tidak ada langit malam yang benar-benar pekat dan keheningan trotoar.. apalagi suara jangkrik seperti di dekat sawah sebelah rumahmu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nobody knws it.. but you've got a secret smile.. and you used it... only for me..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-5653328410389733327?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/5653328410389733327/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=5653328410389733327' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/5653328410389733327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/5653328410389733327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/06/satu-jam-du-suropati-kemarin.html' title='Satu Jam Di Suropati Kemarin'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-6909498997785728757</id><published>2008-06-28T22:25:00.001-07:00</published><updated>2008-06-28T22:29:04.323-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Little Swing'/><title type='text'>The Ground Beneath Her Feet*)</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;All my life, I worshipped her. Her Golden Voice, Her Beauty's beat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mama menangis pagi ini... Dia sendiri dirumah.. Bersama Papa yang sudah berangkat di fajar hari dan pulang beriring dengan senja dan bintang timur yang mengembang. Sepanjang matahari ini dia akan terus sendiri. menunggu papa pulang. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;How she made us feel. How she made me real.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Papa tidak menangis.. tapi dia juga pasti merindukan aku.. Mereka hanya tinggal berdua menjaga rumah.. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;And the Ground Beneath her feet. And the ground beneath her feet.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mama menangis lagi siang ini.... Mengadu pada hari bahwa ia rindu... (Sambil memutarkan lagu-lagu yang dulu biasa ku putar dirumah).. Berharap itu dapat mengenangku..&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;And now i can't be sure of anything. Black is white, and cold is heat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mama Papa-ku hanya sendiri di rumah... Menhabiskan waktu bersama tanpa lagi tawa dan keramaianku... hanya tinggal kesunyian.. merayap di bingkai-bingkai foto. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;For what i worshipped stole my love away. And the Ground Beneath her feet.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;And the ground beneath her feet.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mereka kesepian (Aku tahu itu). Mereka benci dengan kesenyapan ini (Aku juga tahu). Mereka ingin memecah kesunyian tanpa hanya dengan suara-suara di telepon (Sekali lagi, aku tau). &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Go Lightly down your darkened way. &lt;/span&gt;Go Lightly under ground.&lt;br /&gt;Aku sangat peduli pada kalian dalam jauhku hari ini dan entah sampai kapan... Aku juga tak menginginkan bentangan jarak ini, tapi ini demikianlah aku, kita..&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I'll be down there in another day. I won't rest untill you're found.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak pernah melupakanmu.. Tapi aku tidak bisa membenci rutinitas yang mengurungku.. Dia tidak memisahkan kita kan ?? &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Let me love you, let me rescue you&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Let me bring you where two raods meet.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku mencintai kalian (dalam heningku ku bisikkan itu). Aku sangat merindukan kalian (dalam diamku ku teriakkan itu selalu.. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Oh.. come back above.. Where there is only love??&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Only Love?&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;9 bulan ini terasa lama.. Tapi aku pasti pulang kog..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-6909498997785728757?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/6909498997785728757/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=6909498997785728757' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/6909498997785728757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/6909498997785728757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/06/ground-beneath-her-feet.html' title='The Ground Beneath Her Feet*)'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-440383506376333096</id><published>2008-06-28T22:23:00.000-07:00</published><updated>2008-06-28T22:25:14.546-07:00</updated><title type='text'>Avenue</title><content type='html'>bayangan akan pertunjukan yang menyenangkan (ku harap) ada dibenakku... aku berada ditengah-tengahnya... siapa yang jadi pemainnya? siapa yang jadi piano atau violin-cello-nya? repertoir apa yang dimainkan? aransemen apa yang digubah? siapa yang jadi konduktornya? siapa yang menata panggungnya? siapa yang mengatur pencahayaannya?&lt;br /&gt;tapi sebelum aku kesana, bagaimana aku bisa menempuhnya? pukul berapa aku harus berangkat kalau ditiketku pertunjukan baru dimulai pukul 08.00 malam (sementara waktu mulai pasti ngaret, tapi aku ingin di ada di barisan depan)? Bagaimana kalau macet? bagaimana dengan makan malam (aku gak mau menonton dalam keadaan laper)?&lt;br /&gt;setelah aku kesana? di mana ruang pertunjukannya? di mana tempat sobek tiketnya (aku gak mau keliatan tolol)? adakah orang yang aku kenal disana (tapi engga-lah, aku pengen nonton sendiri)?&lt;br /&gt;..... .... ....&lt;br /&gt;saat pertunjukan berlangsung aku memilih diam&lt;br /&gt;.... .... .....&lt;br /&gt;pertunjukan usai.. apa seperti yang aku harapkan?  bagaimana komposisinya? bagaimana aransemennya?? bagaimana susunan lagu yang dimainkan tadi??&lt;br /&gt;lalu ... apakah jiwamu tersentuh? apa emosi yang kamu dapat? apakah kamu puas??&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-440383506376333096?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/440383506376333096/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=440383506376333096' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/440383506376333096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/440383506376333096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/06/avenue.html' title='Avenue'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-3995171409828224798</id><published>2008-06-28T21:24:00.000-07:00</published><updated>2008-06-28T21:25:32.100-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dari catatan harian'/><title type='text'>Konsep</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kemarin dulu aku baca kumpulan catatan pinggir GM pada dekade 80an. bacaan yang terlampau berat. maksudku, butuh banyak-banyak putar otak (tanpa tendensi tentunya). Ada berbagai macam tawaran konsep yang diceritakan (meski benar, selalu enggan dengan kebulatan). Benar-benar membias kemana-mana, menyajikan coretan warna yang gak pernah bisa disangka. Dan, aku sangat menyukainya (meski kadang kesal karna aku terlalu sering dibuat bingung).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Aku jadi berpikir. Ternyata segala keadaan yang pernah terjadi itu bisa menciptakan cerita yang unik.. konsep yang lepas pada masing-masingnya. Aku berpikir (lagi) sebagai manusia yang hidup dalam sejarah, aku pasti telah jadi dari bagian "keadaan"ku sendiri. ini sudah takdirnya. dan tanpa pernah disengaja aku telah melahirkan "konsep" ke"aku"anku...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;lalu yang aku pikirkan sekarang adalah kenapa gak pernah ada awareness sedikitpun (dariku) tentang konsep itu??... Ya, aku punya catatan harian. tapi apakah ia adalah media hidup konsep-konsepku... Aku jelas punya harapan, punya keinginan, punya visi, punya misi dan punya tujuan hidup.. lalu apakah semua itu adalah konsep-konsepku? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Jujur ku ceritakan.. aku terlalu sering memperlakukan pikiran-pikiran tadi secara abstrak... dan jujur (lagi) sudah lama aku ingin merapikan pikiran-pikiran itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Usiaku semakin bertambah. lelaki seusiaku kalo belum punya perhatian seperti itu berarti bodoh. aku gak mau jadi orang bodoh,,, aku ingin bisa mengkombinasikan pikiran-pikiran tadi ke dalam sebuah strategi hidup yang dahsyat.. aku ingin menciptakan konsep "aku" metang meski dengan perlahan-lahan.. dan aku mau.....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-3995171409828224798?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/3995171409828224798/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=3995171409828224798' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/3995171409828224798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/3995171409828224798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/06/konsep_28.html' title='Konsep'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-1441378385037296826</id><published>2008-06-28T20:59:00.000-07:00</published><updated>2008-06-28T21:06:33.869-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Little Swing'/><title type='text'>Sendja Di Djakarta*)</title><content type='html'>&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Where you are seems to be&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;as far as an eternity&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bukan suatu kebetulan jika kenyataan baru terbagi-bagi dalam beberapa pilihan sulit. Pilihan itu kelak akan mengantarkan aku pada sebuah masa-masa yang keras. Tapi jangan menyerah.. jangan putus asa. jangan berhenti ditengah keraguan. Jangan lelah. jangan terlalu arogan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;our streched arms .. open heart&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;and if it never end then when do we start?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Melihat garis takdir pada mata setiap orang-orang yang kutemui di jalan-jalan. Mendengarkan suara-suara yang meneriakkan : aku ingin tetap dan harus bertahan hidup!!. Meraba tajamnya ujung-ujung keragaman kepentingan yang menyertai teriakkan tadi. Merasakan panas dan dinginnya suasana Jakarta yang kadang bisa saja berganti dalam tempo yang sangat-sangat cepat&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I never leave you behind or treat you unkind&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;I know you understand&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hari-hari yang baru akan kembali lagi besok. berjumpa pada semua-semua yang kadang masih segar, kadang harus berputar lagi, atau dejavu yang terus-terusan. besok bisa jadi benar-benar besok. besok bisa seperti hari ini. besok mungkin saja sama dengan hari lalu. seolah-olah berulang dan kita hidup diatasnya. lalu kesadaran yang kuat bahwa yang mati biar saja mati. atau menginginkan perubahan (tapi tidak tergesa-gesa). Lalu apa maksud dari bahasa-bahasa yang aku tidak mengerti aku?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;and the tears in my eyes, give me the sweetest goodbye&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;that i ever did receive&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jangan panik. meski jakarta yang tua ini begitu aneh. Bersyukur saja karena kita hidup di dunia yang "indah". lalu percikan memori sekitar 17 tahun yang lalu. berlari-lari untuk tujuan yang gak jelas. Lucu sekali.. Salemba raya, tidak mengerti kalau gedung tua tempatku bermain-main dulu, ternyata punya sejarah yang hebat. Oh.. tidak.. jaring-jaring laba itu menangkap dan menjeratku sampai ke tengah-tengah. Apakah aku yang menyebabkan masalah ini? (Maaf) aku gak bermaksud membuatnya jadi kacau begini;-)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;pushing forward ang arching back&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;bring me closer to hearted attack&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bernyanyi bahwa aku gak akan jadi masalah buat orang lain... mereka yang merusak jaring-jaring itu. Tanpa perhatiankah mereka? aku tau, mereka tidak pernah mendengarkanku. dari kenangan yang ku bangun sampai aku akan kembali tidur. aku menunggu pada garis-garis itu. mereka ingin aku merubahnya? ya, aku akan merubahnya menjadi sesuatu yang baik. bernyanyi lagi.. dengan sejelas mungkin.. aku selalu mengunggu itu&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;say goodbye and just fly&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;When you comeback, i have something to say&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak melihat itu. Cobalah lalu hentikan aku.. lalu buktikan kalau mereka peduli.. tapi aku hanya ingin mereka tahu bahwa mereka akan mendapatkan jalannya sendiri.. jangan merasa aneh... menunggu lagi.. menunggu lagi.. dan itu mereka.. aku mendengar.. tapi mereka tidak mendengar aku. dan itu mereka.. aku melihatnya.. dengan terang dan sangat jelas sekali...&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;How does it feels to know you never have to be alone&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;when you get home&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku bangun untuk menyaksikan kembali kepingan tubuh yang sempat lelah berantakan kemarin. Mempersiapkan agar aku sedekat mungkin. (seperti seoang pengungsi saja). Dibawah sini, dimana aku gak bisa melihat dengan begitu jelas. Apa aku tau? maka tunjukkan aku jalan yang benar untuk pergi. lalu semua datang seperti air. untuk merasakannya begitu buruk andai mereka tahu. Semua bersembunyi disetiap. mereka tidak akan bisa menyentuh (diri) mereka sendiri.. karena mereka sangat tidak jelas&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;there must be some place here it's only you and could go&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;so i can show you how i feel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Aku bangun untuk melihat tak seorangpun bebas (pikirannya). Dimana mereka melihat jalan yang ku punya.. disini aku tidak bisa tidur dari semua ketakutan itu sekarang. sungguh, aku benar-benar lupa (tak aku sengaja) segala sesuatu yang pernah aku pelajari dulu.. kalu kita gak bisa melihat semua.. maka mereka yang akan bisa melihat semuanya.. lalu  jika kita gak bisa menemukannya sekarang, maka mereka yang akan menangkapnya&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dream away everday,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;try so hard to disregard&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cahaya pergi dan aku tidak bisa diselamatkan. mencoba apa yang pernah dicoba, untuk terjun lagi. meletakkan aku dibawah tempat aku pernah berlutut dulu. (aku pernah mengemis disana)... kembalilah karena masih banyak hal yang belum terkatakan (seperti tanya dikepalaku). Masalah-masalah ini tak bisa kunamai. (seperti penguasa yang menunggu untuk mengaum). Kebingungan tak pernah berhenti. Menutup seperti tembok-tembok yang mengurung detik demi detik. kembalilah ke rumah. karena aku gak pernah berhenti untuk selalu cari tau. Sebuah bagian dari sebuah curahan. ataukah bagian dari sebuah penyakit??&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;the rhythm of the rain that drops&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;coincide with the beatin' of my heart&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;tidak harus seperti yang orang-orang bilang. Aku kira semua akan tumbuh seperti. (Seperti tidak bisa berhenti?) Mereka dapat memanggilnya seperti semua itu tak punya sense apapun. Mereka tidak peduli, maka aku jangan sampai menangis. ku kira aku tidak akan bunuh diri.. aku tidak akan kehilangan apa-apa. Hari-hari lalu berakhir. Lalu aku gak perlu mempertaruhkan harga diriku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;*) Meminjam sebuah judul buku Mochtar Lubis. cetak miring adalah Lirik Lagu Sweetest Goodbye - Maroon 5&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-1441378385037296826?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/1441378385037296826/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=1441378385037296826' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/1441378385037296826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/1441378385037296826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/06/sendja-di-djakarta.html' title='Sendja Di Djakarta*)'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-8968612649996308759</id><published>2008-06-28T20:57:00.000-07:00</published><updated>2008-06-28T21:10:04.870-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dari catatan harian'/><title type='text'>Merapikan Hari - Hari Lusuh</title><content type='html'>hal-hal yang menarik dari perjalanan ini adalah, aku bisa merasakan perbedaan antara sedih dan bahagia, suram dan terang, sunyi dan ramai, menang dan jalah, bangkit dan jatuh, bersinar dan tenggelam atau menang dan kalah. hanya ada beda yang tipis sekali antara berbagai keadaan itu. wujudku dalam bentuk yang belum utuh ini harus terus ku tegakkan agar tidak mati..&lt;br /&gt;waktu-waktu yang tersusun seadanya.. tanpa alur tanpa pola. semuanya lahir di pagi hari lalu mati dimalam hari.. diantaranya ada keringat, kaki yang pegal-pegal, mata yang merah dan perut yang lapar. tapi itu-lah seni berperang. membuktikan kata-kata.. membuktikan janji.. tidak mudah memang.. tapi ketimbang jadi sebuah omong kosong, lebih baik mengorbankan waktu.&lt;br /&gt;aku gak tau maksudku detik ini.. aku hanya ingin ngawur... aku kangen ngobrolsama temen-temen.. aku kangen berdebat..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-8968612649996308759?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/8968612649996308759/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=8968612649996308759' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/8968612649996308759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/8968612649996308759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/06/merapikan-hari-hari-lusuh.html' title='Merapikan Hari - Hari Lusuh'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-2525137906339908479</id><published>2008-06-28T20:54:00.000-07:00</published><updated>2008-06-28T20:56:49.213-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sound like Sonnet'/><title type='text'>Menunggu Beberapa Hari Lagi</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span bookman="" old=""  style="font-size:10;"&gt;kesenyapan dalam temaram malam yang selalu kurang lengkap. hanya keletihan sepulang kerja. suhu udara yang selalu panas, lalu keringat yang hampir mengering.. hanya di perangkap ruang kecil itu, aku mengeluh membabi buta.  entah itu kesepian tanpa teman, suasana menyenangkan.  entah itu kekangenan pada papa, mama dan kamu... Hanya pada lembar-lembar koran, atau telpon genggam. adakah mereka duduk untuk mendampingi??&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span bookman="" old=""  style="font-size:10;"&gt;Aku selalu tak pernah menyerah pada keadaan. aku akan berjanji padumu bahwa aku akan memenangkan pertarungan ini. Bila hari ini kita harus meregang jarak karena cita masa depan-depan. ku mohon jangan singkirkan aku. aku masih tetap pada tanggungjawabku.. pada takdirku..&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span bookman="" old=""  style="font-size:10;"&gt;disana, kalau kamu kesepaian apa yang kamu kerjakan?? pasti disana menyenangkan. ya, aku percaya itu. kota-mu punya segala yang pernah melambungkan hal-hal menyenangkan. kamu tahu?? aku merindukannya dalam heningku setiap saat. Jalan-jalan yang meski ramai tapi selalu tenang.. dingin malam yang khas juga kesenduannya. suara-suara yang tak terlalu bising.. atau bintang-bntang yang masih bisa terlihat dengan jelas..&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span bookman="" old=""  style="font-size:10;"&gt;maka beberapa hari kedepan aku menanti saat itu. aku ingin pulang kesana. &lt;span id="lw_1180433398_0" style="cursor: pointer;"&gt;segera&lt;/span&gt; sambut aku sayangku?? tunggu kereta yang membawaku.. dan hujani stasiun nanti dengan senyuman manismu.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span bookman="" old=""  style="font-size:10;"&gt;lalu 54 jam kedepan ku harap, aku bisa membahagiakanmu... kita &lt;span id="lw_1180433398_1" style="cursor: pointer;"&gt;coba&lt;/span&gt; lagi mengecap setiap detak waktu dengan cinta.. tawa.. obrolan, canda dan sejuta kemesraan lain.. sadarlah waktu itu akan sangat berharga. karena tentang waktu yang selalu kita kangeni, mungkin saat itu-lah dia mampir untuk kita.. sadarlah waktu itu &lt;span id="lw_1180433398_2" style="cursor: pointer;"&gt;segera&lt;/span&gt; pergi, lalu sbelum dia akan pergi.. maka bersyukurlah kita, atas kebersamaan denganku.. denganmu.. seperti yang dikehendaki Tuhan... kelak..&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-2525137906339908479?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/2525137906339908479/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=2525137906339908479' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/2525137906339908479'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/2525137906339908479'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/06/menunggu-bebrapa-hari-lagi.html' title='Menunggu Beberapa Hari Lagi'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-8831451517502697861</id><published>2008-06-28T20:52:00.000-07:00</published><updated>2008-06-28T20:54:44.208-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dari catatan harian'/><title type='text'>Halte Depan Museum Gajah</title><content type='html'>Apa kabar ??&lt;br /&gt;Di halte depan museum gajah, lewat jam 5 sore. aku melamun...&lt;br /&gt;gak jelas arah pikiranku harus membentang, tapi suasana yang unik menderaku dalam sebuah keheningan... lalu lintas medan merdeka yang sibuk, terserahlah.&lt;br /&gt;aku jadi ingat mayday lalu. tepat didepan jalan ini macet total. paginya seorang temanku mengirimkan sms : selamat hari buruhh!! (untukku).&lt;br /&gt;aku menamakan ini kekalahan kecil. aku tetap ingat. dulu selama kuliah aku terlalu sering banyak bersuara. tentang buruh saja misalnya, setiap menjelang mayday aku selalu menyiapkan tulisan-tulisan kritik atau kesan. tapi hari ini, saat aku benar-benar masuk kelas pekerja (mungkin juga buruh). saat itulah aku jadi seseorang yang tidak mampu berbuat apa-apa untuk mengulang segala repertoir itu.&lt;br /&gt;sore itu, aku teringat mama dan papa dan rumahku diseberang sana.. apa kabar ya mereka?&lt;br /&gt;sore itu aku terkenang diana-ku... yang pada sore ini ku hitung hari untuk pertemuan dengannya. aku ingin segera terbang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-8831451517502697861?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/8831451517502697861/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=8831451517502697861' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/8831451517502697861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/8831451517502697861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/06/halte-depan-museum-gajah.html' title='Halte Depan Museum Gajah'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-179539061208179803</id><published>2008-06-28T20:50:00.000-07:00</published><updated>2008-06-28T20:52:17.182-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dari catatan harian'/><title type='text'>Gejala - Gejala Yang Makin Membatu</title><content type='html'>Jakarta, hampir jam 8 malam saat angkot yang baru kunaiki belok ke barat perempatan sawah besar dari arah Gajah mada. Hari terakhir kerja sebelum weekend memang selalu crowded seperti itu. Belum dua puluh meter setelah tuh angkot masuk jalan zainal arif, beberapa langkah didepan ada pemandangan yang sibuk sekali. beberapa orang polisi lalu lintas dengan tongkat besi ditangan keliatan buas sekali bekerja. sekitar belasan bajaj-bajaj yang mangkal disisi kira hulu jalan itu jadi korban keganasan mereka. sang polisi tidak menginginkan bajaj-bajaj itu berjejer disitu. hasilnya?? seru sekali...... tongkat-tongkat besi polisi itu dengan ganasnya menyerang badan bajaj-bajaj yang pasrah!! mengisyaratkan bahwa pukulan-pukulan itu adalah sinyal pengusiran... lalu, jelas sopir-sopir bajaj yang sebelumnya gak siap jadi kalang kabut. mau gak mau : cabut!!&lt;br /&gt;Itulah gejala-gejala yang sering nampak didepan. entahlah apa aku harus menyebutnya sebagai sebuah miniatur konflik sosial atau bukan. tapi melihat keadaan seperti itu didepan mata sama sekali tidak mengenakkan. seperti kejadian beberapa menit sebelumnya. sebelum naik angkot aku, aku jalan dari perempatan batu ceper, lalu nyebrang lewat jembatan penyebrangan shelter busway sawah besar. di jembatan itu ternyata berjejer pula pengemis-pengemis malang berusaha menyambung hidup.&lt;br /&gt;Siapa yang salah?? Polisi-polisi itu harus bekerja, meski dengan cara yang paling keras. bajaj-bajaj itu hanya mengikuti tuannya yang juga harus bekerja, meski mereka harus bergerak dengan tidak teratur. pengemis-pengemis itu juga harus bekerja, meski dengan mengemis tapi mereka juga ingin tetap hidup.&lt;br /&gt;apakah semuanya menuju pada satu ujung?? karna mereka butuh sesuatu agar mereka bisa bertahan??&lt;br /&gt;sama sepertiku yang seperti berjudi dengan kesempatan menapak di Jakarta. aku juga butuh sesuatu agar bisa tetap hidup (paling tidak, gak bergantung lagi sama orang tua). dan saat jakarta berganti jadi sebah pilihan. maka aku akan merasakan jakarta seperti ujung sebuah pisau.&lt;br /&gt;seperti pengemis yang (harus) melawan panas dan hujan. seperti sopir bajaj yang (harus) menerima kerasnya sikutan "lawan". atau seperti polisi Yang atas nama perintah) harus bertindak keras dan kejam bagi orang lain..&lt;br /&gt;entahlah, someday masa-masa sulit itu juga pasti akan tiba......&lt;br /&gt;Berjuanglah,........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-179539061208179803?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/179539061208179803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=179539061208179803' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/179539061208179803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/179539061208179803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/06/gejala-gejala-yang-makin-membatu.html' title='Gejala - Gejala Yang Makin Membatu'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-5624537446990604325</id><published>2008-06-28T20:44:00.000-07:00</published><updated>2008-06-28T20:46:09.164-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sound like Sonnet'/><title type='text'>Like An Iris</title><content type='html'>beberapa hari setelah kota-mu yang berlalu dari jauh pandangku. I'm leaving..&lt;br /&gt;selama itu-lah gelembung-gelembung kangen itu membesar lalu pecah setiap malam datang pada siangku...&lt;br /&gt;entahlah, ada beberapa isyarat yang gak bisa diterjemahkan dengan singkat dan tenang. tapi aku hanya bisa menangkapmu dari kejauhan. terima kasih atas suara-suaramu di telfon.atau sems-sms yang tak pernah berhenti datang. aku sangat membutuhkan teman bicara akhir-akhir ini.&lt;br /&gt;berjalan pada jalan-jalan di tempat yang sangat bising. hanya bersandar pada kenangan dan bayang-bayang tentang masa-masa kita. disitulah aku sedikit menghirup (paling tidak sedikit mencari) kekuatan. menegakkkan hati untuk bertahan. pelan=pelan. sedikit sedikit.&lt;br /&gt;kapan ya jalan lain yang menuntunku pulang akan datang lagi?? aku harap secepatnya. aku bukan sedang sentimentil sore ini. tapi kadang manusia sekuat apapun dia, tetap saja rasa itu tidak bisa dibohongi.&lt;br /&gt;aku mencoba tak peduli, tapi tetap sulit. yang ada aku smakin mencari kangen itu.&lt;br /&gt;semalem aku lihat langit jakarta. sangat tidak indah. lampu-lampu kota memburamkan keindahan langit malam. warna kemerahan yang muncul seperti memerihkan mata. apalagi suara-suara (yang saat itu masih hidup) disekililngku sangat memekakkan. aku pusing.&lt;br /&gt;sudahlah, kita tunggu saja kapan kita akan bertemu. aku hari ini, masih menyimpan kangen. menunggumu.&lt;br /&gt;aku ingin pulang. dengan kereta yang membawaku menunggumu...&lt;br /&gt;gambir aku akan datang, bawa aku kesana...  &lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti seth yang memilih terjun ke bumi&lt;br /&gt;meninggalkan malaikatnya&lt;br /&gt;menjadi manusia&lt;br /&gt;seperti itu aku ingin .........&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-5624537446990604325?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/5624537446990604325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=5624537446990604325' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/5624537446990604325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/5624537446990604325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/06/like-iris.html' title='Like An Iris'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-7085556224574088290</id><published>2008-06-28T20:32:00.000-07:00</published><updated>2008-06-28T20:33:20.616-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dari catatan harian'/><title type='text'>Percakapan</title><content type='html'>sepulang dari kantor kemaren, seperti ada yang memanggil-manggilku untuk berbagi senja dengan merpati-merpati dan pepohonan hijau di Suropati. Melepaskan diri sejenak dari keseharian yang tanpa kesimpulan. meniti detik lalu menyaksikan terang menjadi gelap. semua di taman itu.&lt;br /&gt;perjalanan dari kantor ke suropati sangat menjenuhkan. macet luar biasa. rasa bosan itu segera berlarian dengan ketidaksabaranku ingin segera sampai. tapi beginilah jakarta. harusnya aku tau itu.&lt;br /&gt;Suropati. sepi sekali sore itu. tapi aku sangat menyukainya. memilih merapat pada jejeran bangku taman yang kosong. menghadap ke tengah kolom air. menghitungi merpati-merpati yang tersisa disana. ada beberapa orang menunggu di halte. ibu yang bermain dengan anak-anaknya. dan beberapa manusia yang pacaran.&lt;br /&gt;sukacita yang ku cicipi sore itu, adalah aku bisa sejenak merefresh "aku". menyepi. melamun. sendirian. khas orang gila. tapi aku menyayangi kegilaan ini,...&lt;br /&gt;entahlah, kenapa orang seperti aku justru menjadikan kegilaan ini sebagai obat yang paling mujarab. paling ampuh untuk mengobati "gila" itu sendiri. aku tidak suka mall, maka itu aku tidak modern... aku malah menyukai taman ini, karna itu aku memang aneh..&lt;br /&gt;ada percakapan lucu kemarin. dengan seorang pedagang tahu gejot keliling yang biasa mangkal di tempat itu(kami sudah saling berkenalan, aku pelanggan setianya setiap ketemu). sambil menungguku makan dia tanya sama aku (dengan logat betawi yang kental khas bapak itu), "mas kalo boleh saya tanya kenapa mas sering duduk sendirian disini?". aku gak jawab, malah balik nanya. "emang napa bang?". dia jawab "engga, saban ketemu saya perhatiin mas sering dateng kesini cuma buat baca buku, trus ngelamun sendirian?" aku coba ngambil kesimpulan dengan pertanyaan : "kaya orang gila ya bang?" lagi dia jawab : "ya engga siy mas, cuma apa enak sendirian bgini?" God, pertanyaan yang cerdas.. cuma aku jawab dengan senyum, lalu ku jawab lagi seadanya, "biasa aja-lah pak. saya suka aja begini".&lt;br /&gt;tapi beberapa detik kemudian, pertanyaan itu berubah seperti menguasai pikiranku. mungkin ada benarnya pertanyaan itu. kalau aku mengikuti pandangan orang-orang. diluar sana pasti berkesan apa yang aku lakukan di taman itu tidak lazim. paling tidak apa yang dipikirkan bapak itu sedikit mewakili pandangan orang-orang asing yang melihat aku.&lt;br /&gt;ah, bodo amat. simply me, aku masih sanggup menguasai diriku untuk melakukan ini. sepanjang aku menginginkannya. aku akan terus melakukan ini.&lt;br /&gt;tidak ada pilihan lain. kemana aku harus datang untuk membuatku bisa melamun seluas mungkin. aku bertemu jawaban disana. dibangku-bangku yang kududuki. atau dibawah pohon-pohon tua yang sore itu bersahabat sekali.&lt;br /&gt;Melepasakan diri untuk rileks melihat senja bagai seorang prajurit  yang tak pernah tua. hanya berangsur-angsur menghilang dalam kesenyapan malam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-7085556224574088290?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/7085556224574088290/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=7085556224574088290' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/7085556224574088290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/7085556224574088290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/06/percakapan.html' title='Percakapan'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-136949416853688716.post-4766576513731568635</id><published>2008-06-28T20:26:00.000-07:00</published><updated>2008-06-28T20:31:17.603-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='dari catatan harian'/><title type='text'>Menggugat Jakarta</title><content type='html'>Jakarta beberapa hari kemarin sangat membosankan... Rutinitas yang meyaji perangkap setiap hari kerja. kemacetan yang luar biasa. Bising suara-suara klakson yang terdengar tidak pernah merdu. atau juga manusia-manusia yang lalu lalang. seperti tidak pernah berakhir.&lt;br /&gt;tapi mungkin inilah wajah jakarta. sebagian wajah maksudku. sebuah hal yang harusnya tak perlu aku anggap aneh. apalagi dengan sikap paranoid. mungkin aku yang belum terlalu terbiasa dengan kebiasaan seperti ini.&lt;br /&gt;entah kenapa aku tidak bisa (atau mungkin belum?) menikmati Jakarta. Padahal aku sudah lama tinggal disini (tapi entah kenapa masih belum bisa mengerti). aku ngerti banyak kesenangan yang bisa disajikan Jakarta dengan sangat menawan. tidak ada yang tidak. kata temanku, Jakarta punya segalanya. apa yang kita cari, semua ada disini!!&lt;br /&gt;really?? maaf, ku katakan padamu : Aku belum menemukan kebenaran pertanyaan temenku. entahlah, mungkin aku saja yang kampungan. datang ke kota besar ini seperti rusa masuk ke desa. tapi beneran, I couldn't feel 'em!!&lt;br /&gt;setiap malampun aku hanya bisa bisa menemukan lampu-lampu jakarta dengan warna kelelahan. nyaris tidak ada kesegaran. dari segitu banyak manusia, atau kesibukan jalanan yang melangit semua berbicara dengan bahasa yang tidak aku mengerti&lt;br /&gt;pagi ini, mama telpon dari rumah. Rumah? apa kabar home sweet home?? memang aku sudah gila, karena lama tidak pulang. tapi aku jelaskan (kalau kamu tau) aku kan sudah jarang sekali pulang. dalam hitungan tahun-tahun yang dingin. tapi aku masih tetap merindukan saat dimana aku pulang. tapi mungkin tidak untuk beberapa waktu kedepan.&lt;br /&gt;Dan Jakarta, cepat atau lambat akan jadi takdirku. entah berapa lama. entah seberapa aku bisa tahan. entah apakah akan ada cinta untuk kota ini. sederhannya aku hanya ingin yang biasa-biasa saja. meski gak mungkin aku bisa menghirup udara pagi yang segar seperti di kalipagu. tapi setidaknya aku bisa menghindari ketidaknyamananku pada suasana Jakarta.&lt;br /&gt;dan harus kukatakan ya, aku akan bertahan.&lt;br /&gt;jakarta masih punya Suropati yang mau bersahabat denganku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/136949416853688716-4766576513731568635?l=akuadalahpeluru.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/feeds/4766576513731568635/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=136949416853688716&amp;postID=4766576513731568635' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/4766576513731568635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/136949416853688716/posts/default/4766576513731568635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://akuadalahpeluru.blogspot.com/2008/06/menggugat-jakarta.html' title='Menggugat Jakarta'/><author><name>Pramito Wibowo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15649725384377271997</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='31' src='http://2.bp.blogspot.com/_U6ekWzn1C9M/TIZp9IyJDMI/AAAAAAAAAJw/Wn-AjX2nAjE/S220/Buat+Kaos.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
